My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Masakan



"kau sudah makan?" tanya zayyan dan dijawab gelengan kepala oleh ziva


"kenapa kau tidak memasak sesuatu, perasaan isi kulkasku sangat lengkap" protes zayyan


"kak kau itu hanya mengoceh terus, bagaimana aku mau masak sedangkan aku baru saja bangun tidur kepalaku terasa berat jadi aku memutuskan untuk mandi dulu" jawab ziva dengan jengkel


Zayyan langsung teringat dengan obat tidur yang ia berikan pada ziva tadi malam itu sebabnya ziva tidur sangat lama.


"kenapa lampu diluar mati?" tanya zayyan lagi


"aku tidak tau kak yaampun" ziva mulai kesal


"baiklah jangan cemberut seperti itu, aku akan memasak sesuatu untuk kau makan" zayyan hendak membuka jasnya


"tidak tidak" tahan ziva


zayyan menatap heran pada ziva


"kau itu ingin mempermalukanku ya? kau pikir aku tidak bisa masak" ketus ziva berjalan keluar menuju dapur meninggalkan zayyan


"oke baiklah dengan senang hati" ucap zayyan menyusul ziva


zayyan memilih duduk dimeja makan sambil memperhatikan kelihaian ziva dalam memasak


"hmmm sepertinya aku harus mempertimbangkan mu untuk dijadikan istri kedua nanti" ucap zayyan


"what? Dasar gila" ketus ziva dengan kesal


"kenapa?" tanya zayyan


"aku tidak minat" jawab ziva sambil sibuk memasak


"kau tidak berminat denganku?" tanya zayyan


"aku minat dengan dirimu, tapi tidak minat jadi istri kedua" jawab ziva


Zayyan tertawa puas mendengar jawaban ziva..


"sudah selesai" ucap ziva ia mulai menata masakannya dimeja


"semua ini kau masak?" zayyan terheran heran melihat berbagai macam masakan didepannya


"yaiyalah tidak mungkin ku sulap" jawab ziva sewot


"wow, luar biasa kau bisa memasak 6 macam masakan dengan waktu 1 jam" zayyan sangat terpukau dengan kemampuan zayyan


"ah lebay kau kak, makanlah" ziva menyendokkan nasi kepiringnya


saat akan menyantap makanannya ziva melihat piring zayyan masih kosong dan tidak ada pergerakan dari zayyan


"ada apa? Tidak selera?" tanya ziva


"perutku malah sudah kelaparan tapi kau belum juga mengisi piringku" ucap zayyan dengan daya muslihatnya


"yaampun kak kau itu man.." ucapan ziva langsung dipotong oleh zayyan


"ayolah ziva mungkin ini akan jadi yang terakhir kalinya untuk kita berdua" ucap zayyan memelas


Ziva memutar jengah bola matanya, ia tau itu hanya alasan zayyan saja namun ziva juga merasa sedih dihatinya mengingat besok status zayyan akan berubah menjadi kakak iparnya


ziva lalu mengambil piring zayyan yang ada dihadapannya, ia menyendokkan nasi kepiring itu dan juga beberapa lauk yang ia masak.


"aku ingin jamur itu" tunjuk zayyan saat melihat ziva melewatkan jamur balado yang terlihat menggoda itu


"kau alergi jamur kak" ziva mengingatkan zayyan


"aku ingin mencobanya sedikit saja" mohon zayyan


"tidak bisa kak nanti kau gatal gatal" ucap ziva kekeh


"ambil ini" ziva memberikan piring zayyan dengan canggung


"maaf" ucap zayyan menyantap makanannya


"hmm" jawab ziva


keduanya menikmati makanannya masing masih, tiba tiba terdengar suara bel menandakan ada orang diluar apartemen.


"kau makan saja kak, biar aku yang lihat" ucap ziva dan diangguki oleh ziva


Saat ziva pergi melihat siapa yang datang, zayyan mengambil kesempatan dengan menyendok jamur balado yang dari tadi sudah ia incar.


"wow delicious" puji zayyan mencicipi jamur buatan ziva


Mendengar suara kaki ziva semakin dekat zayyan dengan cepat menghabiskan makanannya dan membersihkan mulutnya dengan tisu


"siapa yang datang ziva?" tanya zayyan tanpa menoleh kearah ziva


"pak defri" jawab ziva


"pak ini barang yang bapak pesan" ucap defri memberikan satu buah paper bag yang cukup besar


"oh iya bagus, berikan padanya" perintah zayyan


"aku?" tanya ziva lagi saat melihat zayyan menunjuknya sekilas


"ya, kau menolak?" tanya zayyan kembali


"kau menyogokku ya?" tuduh ziva


"hey, itu isinya pakaian karena kau tidak cocok memakai kamejaku yang kebesar itu jadi aku memberimu pakaian yang layak" ucap zayyan dengan ketus


ziva mengambil paperbag yang disodorkan oleh defri itu dan melihat isinya.


"makasih ya pak def" ucap ziva dengan menebar senyum manisnya


"what? Aku yang membelinya tapi kau malah berterima kasih padanya?" ucap zayyan tidak terima


"loh kan pak defri yang membawakannya, pilihannya juga sangat cocok dengan ku jadi patut diapresiasi bukan" jelas ziva


zayyan menatap sinis ziva yang tidak henti hentinya mengajaknya berdebat.


"def duduk dan makanlah" ucap zayyan


"benarkah pak?" tanya defri sekali lagi


"kau sudah tuli?" zayyan malah menjawab dengar pertanyaan lagi


"ah terima kasih pak" defri lalu ikut menyantap makannan yang dimasak oleh ziva


"bagaimana enak tidak?" ziva bertanya pada defri


"enak" jawab defri dan zayyan bersamaan


"kalau enak ayo dihabiskan, aku pamit ganti baju dulu ya" pamit ziva


"iya silahkan nona" sahut defri


Setelah kepergian ziva, defri langsung saja menginterogasi atasannya itu yang duduk dengan santainya menikmati cemilan.


"pak, bisakah aku bertanya?" izin defri


"langsung saja" jawab zayyan


"apa semua ini pak? Besok bapak akan menikah dengan wanita lain dan sekarang bapak malah mengurung nona ziva diapartemen ini" ucap defri to the point