My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Berkenalan



Akhirnya ziva pergi ke mall untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


sesampainya di mall ziva tujuannya adalah mencari tempat makan yang bernuansa korea, asik berkeliling tidak sengaja netranya menangkap sesuatu yang tidak beres menurutnya.


Bruk...


Suara barang-barang yang berjatuhan dilantai.


"hei bu kalau jalan itu pakai mata dong" pungkas wanita muda tersebut


"maaf ya nak saya tidak sengaja menabrakmu, barang belanjaanku banyak jadi saya kerepotan membawanya" ucap wanita paruh baya tetapi awet muda sambil memunguti barang-barangnya yang tercecer


"makanya bu kalau udah tua nggak usah sok belanja banyak akhirnya kerepotan sendiri" ketus wanita muda dengan suara meninggi


"iya maaf" jawab wanita paruh baya


"lihat ini belanjaanku jadi jatuh semua, iih" sentak wanita muda


"hei mbak, bicara dengan orang yang lebih tua itu pakai sopan santun" ucap ziva sambil membantu wanita paruh baya mengumpulkan barang-barangnya


Sebenarnya ia melihat kejadian itu sejak awal, ia semakin tidak tahan saat melihat wanita muda itu terus membentak wanita paruh baya sedangkan ibu tersebut sudah meminta maaf, jadi ia mendekati kedua wanita tersebut.


"kamu siapa? Anak ibu ini? seharusnya kamu jadi anak bilangin itu sama ibu kamu udah tua kurang-kurangilah berbelanja, pikirkanlah amal untuk ke akhirat"ledek wanita muda tersebut


"wow kamu menasihati orang tua, sedangkan kau sendiri membentak orang yang lebih tua darimu kau pikir itu bukanlah dosa" pungkas ziva tegas


"kamu jangan banyak ngomong, kumpuli barang-barangku yang tercecer gara-gara ibumu yang ceroboh itu, kau tidak mengenalku, aku ini seorang model kau akan di serbu oleh fansku kalau kau berani padaku" ancam wanita tersebut yang ternyata aqdalah angel veronika seorang model terkenal


"hahaha sayang sekali seorang model idola semua orang terapi mereka yang mengidolakanmu tidak tau sifat asli mu yang angkuh dan durhaka itu" ledek ziva


"kau.." geram angel


"nak sudahlah" ucap wanita paruh baya tersebut yang ternyata adalah bu bianca berusaha menenangkan ziva yang mulai tersulut emosi


"wanita mudah yang angkuh sepertinya ini harus diberi pelajaran bu biar dia mengerti adab dan etika, dan kau punguti sendiri barang-barangmu enak saja kau menyuruh kami membereskan barang-barangmu, kau pikir kau seorang model kau bisa seenaknya seperti itu, kau sendiri yang berjalan sambil bermain handphone kalau memang kau jalan dengan mata tidak mungkin kau akan bertabrakan dengan ibu ini pasti kau akan menghindar, dasar tidak tahu malu" oceh ziva panjang lebar


"ayo bu" ajak ziva pada bu bianca lalu mengambil alih beberapa barang belanjaannya


"iiiiih"kesal angel saat melihat ziva dan bu bianca berlalu dihadapannya


"dimana para pengawal sialan itu kenapa mereka tidak mengikutiku, aku harus adukan pada ray" ucap angel lalu mengangkat ponselnya untuk menghubungi kekasihnya


"halo baby" ucap kekasih angel yaitu rayyan


"sayang dimana para pengawal yang kau kirimkan? Kenapa mereka tidak mengikutiku, aku mengalami insiden dan barang belanjaanku tercecer dilantai sayang" rengek angel pada rayyan


"aku di depan sushi food" jawab angel


"oke tetaplah disitu baby secepatnya mereka akan menyusulmu" ucap rayyan


"ya thankyou sayang" ucap angel sebelum mengahiri panggilan


"ya I love you baby" balas rayyan


Lalu mengakhiri sambungan telepon.


Ditempat lain yaitu di tempat makan bernuansa korea, ziva membawa bu bianca ke tempat yang dari tadi ingin ia tujui.


"bu maaf aku membawa ibu makan disini kalau ibu tidak suka ibu pesan minum saja" ucap ziva tidak enak


"ah tidak apa-apa nak ibu sering kok makan disini" jawab bu bianca


ziva dan bu bianca lalu memesan makanan yang mereka inginkan, ziva merasa canggung karena bu bianca terus memperhatikan dia dan juga mereka belum berkenalan dari tadi.


"nak boleh ibu tau siapa namamu?" tanya bu bianca memulai percakapan


"saya zivani bu, biasa dipanggilnya ziva" jawab ziva


"oke ibu panggil ziva, ini kartu nama ibu, tolong hubungi nomor ibu yang tertera disitu ya nak biar kita bisa berkomunikasih" ucap bu bianca memberikan kartu namanya


"oh iya baiklah bu" ucap ziva lalu melirik kartu nama bu bianca disitu tertulis pemilik perusahaan Royal Group


"royal group, sepertinya pernah dengar nama perusahaan ini, oooh perusahaan ini yang membooking hotel kak vanya waktu itu" batin ziva


"nak kamu seorang mahasiswa atau?" tanya bu bianca


"iya bu saya mahasiswa semester akhir" jawab ziva


"ooh kamu berniat kerja?" tanya bu bianca lagi dia berniat untuk mempekerjakan ziva diperusahaannya


"hmm sepertinya belum ada keinginan bu setelah wisuda nanti saya mau membangun sebuah butik" jelas ziva


"waw luar biasa, anak jaman sekarang sudah jarang yang mau bangun usaha sendiri dari nol maunya kerja kantor" ucap bu bianca sambil menikmati makanan yang ia pesan


"ibu bisa saja" ucap ziva tersipu malu


"lain kali mau ya nak ziva kalau ibu undang makan bersama dirumah ibu" ajak bu bianca


"iya bu nanti diusahakan" jawab ziva sopan