My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Menceritakan yang sebenarnya



"aku tidak peduli ziva, yang terpenting sekarang kau adalah korban kekerasan fisik, dan aku perlu tau siapa dan kenapa itu terjadi?" teriak zayyan didepan wajah ziva


Ziva menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata.


"aku baik-baik saja kak, kenapa kau marah? Ini hanya memar saja" ucap ziva sendu


"kau bertanya kenapa aku marah?, dengar ziva bagaimana aku bisa diam saja kemarin kau masih sehat saat bersamaku tidak ada lecet-lecet seperti itu dan sekarang apa kau tidak berkaca, lihat wajahmu dipenuhi luka memar lalu saat aku meminta penjelasan kau tidak mau memberitahu apapun padaku" ucap zayyan emosi


"untuk apa kau harus tau kak? Kau tidak berhak tau apapun yang terjadi padaku" balas ziva histeris


"wow jadi kau tidak menganggapku ada? Aku cukup tau aku tidak berarti apapun bagimu" ucap zayyan kecewa


"kak kau salah faham" ziva menahan tangan zayyan saat zayyan hendak pergi


"apa kau punya musuh, kau dikroyok musuhmu?" tanya zayyan dan ziva menggeleng


"apa kau diperkosa?" tanya zayyan lagi


"tidak kak aku bukan wanita seliar itu" ucap ziva tidak terima


"aku tau itu, berarti ini perbuatan orang yang ada dirumahmu" tebak zayyan


ziva lalu terdiam membuat zayyan semakin yakin dengan tebakannya


"tidak mungkin ayahmu kan? semalam kau bilang ayahmu sedang tidak dirumah, apa silvi atau vanya?" Tanya zayyan dan ziva hanya bisa menggeleng


" oke berarti ini perbuatan mama mu" zayyan langsung menarik tangan ziva


"kita mau kemana kak?" tanya ziva saat tangannya ditarik


"kita akan melaporkan mama mu itu ke polisi" ucap zayyan tegas


"tidak kak tidak, dia berbuat seperti itu karena dia punya alasan kak" ucap ziva menghentikan langkah mereka


zayyan lalu mendudukkan ziva kembali ke sofa.


"ayo ceritakan padaku" pinta zayyan sambil menghapus air mata ziva dengan pelan


ziva merasa ia tidak bisa menyimpan ini lagi, akhirnya menceritakan pada zayyan panjang dan lebar.


"sebenarnya mama bukan ibu kandungku mama adalah mamanya kak silvi, aku lahir dari rahim bunda istri kedua ayah namun pernikahan mereka kandas dan akhirnya bercerai lalu papa kembali lagi bersama mama karena permintaan kak silvi. mama membenciku karena pernikahan ayah dan bunda dulu menghancurkan rumah tangganya maka dari itu ia membalaskan dendamnya padaku" jelas ziva


"sejak kapan dia mulai menyiksamu?" tanya zayya serius


"sejak bunda dan ayah cerai aku berusia sekitaran 5 tahunan" jawab ziva


"dan seluruh keluargamu sudah mengetahui semua ini?" tanya zayyan


"tidak, hanya kak vanya yang tau" jawab ziva


"dan vanya diam saja?" cecar zayyan


"tunggu, kalau yang kalian sebut mama itu adalah mamanya silvi berarti kau dan vanya anak istri kedua ayahmu, tetapi kenapa hanya kau yang dibenci?" tanya zayyan heran


"aku kurang tau kak, aku hanya pernah dengar kalau kak vanya anak yang diangkat ayah dan bunda sebelum mendapatkanku" jawab ziva


"oke aku paham, dan kenapa kau tidak mengikuti sarannya vanya? Tanya zayyan lagi


"aku tidak bisa kak, kalau aku pergi kak silvi akan sangat sedih dan kalau perbuatan mama terbongkar kak silvi akan lebih terluka lagi, aku nggak mau liat kak silvi sakit lagi" tangis ziva semakin histeris


Zayyan mendekat pada ziva dan memeluknya, zayyan berharap pelukan ini dapat menyalurkan ketenangan untuk ziva.


Setelah cukup lama saling berpelukan, zayyan menghapus sisa air mata di pipi ziva.


"tenangkan dirimu, lalu kita akan ke dokter yaa" ucap zayyan sambil mengelus lembut rambut ziva.


dikediaman smith, bu elen kembali marah-marah saat membuka kunci pintu kamar ziva namun sudah tidak menemukan ziva lagi.


"bibi" teriak bu elen


"iya nyonya" jawab bibi


"dimana ziva? Kenapa kamarnya sudah kosong" tanya bu elen emosi


" saya nggak tau nyonya, kan nyonya yang mengunci kamar non ziva" bohong bibi


"jangan bohong kamu bi"pungkas bu elen


"serius nyonya saya nggak tau" bohong bibi lagi


"kenapa sih ribut-ribut?" tanya vanya yang baru akan turun ke dapur untuk sarapan


"oooh jangan-jangan kamu ya yang bukain kamar ziva dan biarin dia kabur" tebak bu elen


"hah apaan sih ma? Aku nggak ngerti" ucap vanya heran


"semalam ziva aku kunci didalam kamar dan pagi ini kamarnya udah kosong, kamu jangan ngelak terus vanya pasti kamu biangnya" tuduh bu elen


"apa? Ziva kabur? Wah harus laporin papa nih" ancam vanya sambil merogoh handphone nya didalam tas.


"hey anak pungut jangan macam-macam kamu ya" pungkas bu elen


"hei nenek sihir, udah cukup ya anda berkuasa dirumah ini aku sudah muak dengan dramamu" ucap vanya dengan suara meninggi lalu pergi berlalu


"dasar anak kurangajar" geram bu elen


yuk mampir guys..


mohon like, comen dan votenya🙏