
Dan jangan tanyakan kondisi benda pusaka zayyan dibawah sana yang sudah sedari tadi mengeras, dan tentu saja dapat dirasakan oleh ziva yang saat ini sedang berada dipangkuannya.
"sayang" panggil zayyan disela sela kesadarannya
"hmm" jawab ziva yang saat ini sedang terbakar gairah
"cukup sayang" ucap zayyan menghentikan ziva yang saat ini sedang mengendus di bagian lehernya
"what?" ziva kaget saat zayyan menghentikan aktivitas mereka secara tiba tiba
"sayang lihat lah ada polisi yang sedang berjalan menuju mobil kita" ucap zayyan menunjuk kaca spionnya
"omg" ziva buru buru merapikan pakaiannya yang sempat naik dan kembali ke tempat duduknya
Tok..tok..tok
polisi itu mengetuk jendela mobil zayyan
"selamat siang pak" sapa polisi itu setelah zayyan menurunkan kaca mobilnya.
"siang pak" jawab zayyan
"apa ada kendala dalam perjalanan anda? Saya melihat mobil anda sudah cukup lama menepi"ucap polisi itu
"tidak ada pak, kami hanya sedang mencari sesuatu yang jatuh di dalam mobil kami ini" ucap zayyan dengan menebar senyuman
"baiklah kalau begitu, segera lanjutkan perjalanan anda pak agar tidak mengganggu lalu lintas" ucap polisi itu
"iya pak, mohon maaf sebelumnya" ucap zayyan dengan sopan lalu diangguki oleh polisi itu
Zayyan lalu melanjutkan perjalanannya. Ia melirik ziva yang nampak menyembunyikan wajahnya dengan menghadap ke jendela, zayyan tersenyum sendiri mengingat betapa panasnya aktivitas tadi.
"sayang" panggil zayyan
"hmm" jawab ziva tanpa menoleh
"ziva..sayang" panggil zayyan sekali lagi dengan menggenggam tangan ziva yang ia gunakan menjadi sandaran dagunya
"ada apa kak?" jawab ziva setengah berbisik
"haha" zayyan tertawa puas melihat wajah ziva yang memerah
"ish" gerutu ziva mengalihkan lagi tatapannya dari zayyan
"kita ke apartemenku" ucap zayyan sambil mulai mengendarai mobilnya
"aku baru tau kau punya apartemen kak" ucap ziva
"punya, tapi aku sudah cukup jarang kesana" ucap zayyan
"oh, eh tapi untuk apa kita kesana?" tanya ziva
"untuk bersenang senang sayang" goda zayyan
"hah?" ziva kurang faham dengan maksud perkataan zayyan
"untuk melanjutkan yang tadi" bisik zayyan yang langsung membuat mata ziva membola
"no, aku ingin pulang saja" tolak ziva
"kalau kau tidak ikut lalu aku bersenang senang dengan siapa? Oh aku lupa kan bisa menyewa wanita .."candaan zayyan terpotong oleh ziva
"haha kau cemburu juga ternyata" ucap zayyan gemas sambil menyentil hidung ziva
ziva mengerucutkan bibirnya mendengar perkataan zayyan.
setelah memarkirkan mobilnya, zayyan terus menggandeng tangan ziva masuk ke dalam lift menuju ke lantai apartemennya.
"ini dia apartemen sederhana milikku" ucap zayyan setelah membawa masuk ziva ke apartemen miliknya
"apa? apartemen sederhana? Omg, this is very very luxurios" ucap ziva yang sangat mengagumi apartemen zayyan ini
"oh ya? Kau suka sayang?" tanya zayyan sambil menarik lengan ziva agar duduk disampingnya
"kenapa tidak? Ini sangat indah, nyaman untuk ditinggali dan begitu luas seperti rumah yang sangat mewah" ucap ziva menyampaikan perasaannya
"kalau begitu ayo menikahlah denganku dan kita akan tinggal bersama" ajak zayyan mengerlingkan matanya
"selesaikan dulu masalahmu kak baru kau bisa melamar wanita lain" singgung ziva
"ah sudahlah jangan membahas masalah itu" zayyan mengalihkan pembicaraannya
"bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi saja" goda zayyan
"astaga otakmu itu mesum sekali, aku ingin pipis dimana kamar mandimu kak?" tanya ziva
"masuklah dikamarku itu didalamnya ada kamar mandi" jawab zayyan menunjuk pintu kamarnya
"oke" ziva lalu berdiri menuju kamar yang ditunjuk zayyan
"aku akan menunggumu disini" ucap zayyan sebelum ziva menghilang dibalik pintu
ziva mengedarkan penglihatannya saat berada didalam kamar zayyan. Ia mengagumi setiap desain apartemen, dengan perpaduan warna putih dan abu abu membuat setiap ruangan terasa mewah dan elegant.
"sangat rapi" puji ziva melihat betapa rapinya kamar zayyan ini
Ziva lalu meneruskan langkahnya menuju kamar mandi.
Setelah selesai buang air kecil, ziva berdiri didepan cermin, namun mata ziva tiba tiba teralih pada kain berwarna tosca dengan corak kupu kupu yang digantung disudut dikamar mandi itu.
ziva mendekati kain itu lalu mengambilnya, setelah dilihat jelas ternyata sebuah dress wanita.
"punya siapa ini? Kenapa ada diapartemen kak zayyan?" batin ziva bertanya dalam hatinya
"kayak kenal" batin ziva setelah membolak balik dress itu
"oh ya ini kan punya kak silvi, hadiah ulang tahun dari kak vanya, tapi kenapa dress kak silvi bisa ada disini" batin ziva.
zibva berusaha menghilangkan prasangka buruknya, ia memutuskan untuk bertanya langsung pada zayyan. Ia pun membawa dress itu dan menemui zayyan diruang tamu.
Namun sesempainya diruang tamu, ia tidak menemukan zayyan di sofa yang ia duduki tadi, netranya melihat zayyan sedang berdiri didepan pintu sambil berbicara dengan seseorang.
"kak" panggil ziva
Saat zayyan menoleh, orang yang sedang berbicara dengan zayyan juga ikut menunjukkan wajahnya.
Deg
"kak silvi ada disini" batin ziva