My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Wedding Day



"what?" melihat zayyan yang menjadi serius ziva memutar tubuhnya menghadap zayyan


"aku ingin tau kenapa kau memilihku? Kenapa mencintaiku? Apa yang kau lihat dari diriku?" tanya zayyan serius


"yaampun kak kau itu, aku kira kau akan bertanya hal yang serius hampir saja jantungku copot" ucap ziva kesal


"jadi menurutmu pertanyaanku ini sebuah lelucon?" jawab zayyan sengit


"pertanyaanmu bukan lelucon tapi tidak penting sama sekali" ucap ziva


"hah?" zayyan menatap ziva sinis


"ya untuk apa kau bertanya seperti itu, yang penting kenyataanku I really love you, really really love you" ucap ziva sambil memengang wajah zayyab dengan gemas


"I love you to so much" jawab zayyan sembari mengecup bibir ziva dengan cepat


"kak kalau bunda lihat kau akan dibotaki" ucap ziva refleks memegang bibirnya


"inilah yang membuatku tidak sabar memilikimu, kau sungguh menggemaskan" ucap zayyan mencubit pipi ziva


"aw" ringis ziva mengelus pipinya


"aku tidak sabar menidurimu diranjangku" ucap zayyan dengan senyum menggodanya


"ish dasar mesum" ziva menjitak kepala zayyan lalu pergi meninggalkannya.


.


.


.


5 hari kemudian..


Hari yang dinanti nantikan akhirnya tiba juga, nampak semua keluarga besar keluarga Richard, keluarga Smith, keluarga Brown serta keluarga lourens telah berkumpul diaula mark hotel yang telah disulam sedemikian glamournya.


Acara pernikahan zayyan dan ziva diselenggarakan dengan dua waktu berbeda, pagi ini dilaksanakan akad nikah yang hanya dihadiri keluarga besar dan nanti pada malam hari akan dilaksanakan acara resepsi dengan dihadiri berjuta tamu yang telah diundang.


Kedua mempelai juga telah duduk ditempat khusus telah tersedia didepan penghulu, dengan balutan gaun dan tuxedo berwarna putih melambangkan kesucian dalam acara yang sangat amat sakral ini.


"mempelai pria sudah siap?" tanya penghulu tersebut pada zayyan


"hmm.. Siap" zayyan berdehem sebelum menjawab untuk meredakan kegugupannya


"baiklah silahkan tuan smith" ucap penghulu tersebut mempersilahkan pak leon sebagai wali nikah putrinya


"Zayyan Arnav Richard saya nikahkan engkau dengan putri saya Zivani Aurelle Smith dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap pak leon menjabat tangan zayyan yang terasa sangat dingin


"sah?" ucap penghulu pada para saksi


"sah sah sah" ucap para saksi dan seluruh keluarga yang hadir


"alhamdulillah" ucap penghulu itu dan di teruskan membaca doa


Ziva dan zayyan menghembuskan nafas lega dan saling bertatapan lalu ziva diminta untuk mencium tangan zayyan begitu sebaliknya dengan zayyan yang diminta mencium kening istrinya


Setelah acara sakral itu, seluruh keluarga berkumpul disalah satu ruangan yang juga sangat luas dimark hotel sambil bercanda gurau disana juga ziva dan zayyan yang belum berganti pakaian karena saat ini merekalah yang menjadi bulan-bulanan keluarga untuk dibuat bahan lelucon


"ah sudahlah aku sangat gerah, kak tolong bantu aku untuk ganti pakaian" pinta ziva pada vanya


"kenapa tidak kau minta bantuan pada suamimu saja" ucap vanya diiringi gelak tawa keluarga


"benar benar, keponakanku ini sangat handal dalam hal itu hahaha" ucap jhon richard yaitu adik dari daddy nya zayyan (uncle zayyan)


"uncle kenapa kalian sedari tadi selalu menggoda istriku lihat dia jadi malu" ucap zayyan yang entah sebagai bentuk pembelaan untuk ziva ataukah mempermalukan ziva


"sayang ayo aku bantu kekamar" ucap zayyan tanpa dosa sambil mengulurkan tangannya


ziva menerima uluran tangan zayyan dengan mata yang melotot pada zayyan menandakan ia sangat kesal.


"hey hey ingat sebentar malam kalian akan melakukan resepsi jangan dulu kau buat si princess susah berjalan ya" teriak Emi Smith saudara bungsu pak leon smith (aunty ziva)


"siap aunty" jawab zayyan sambil mengangkat jempolnya membuat ziva semakin geram


Sesampainya dikamar..


"ayo biar ku bantu" tawar zayyan


"no, thankyou" ketus ziva ia langsung saja menuju kamar mandi dan menutupnya keras


"kalau kau kesusahan aku ada disini" teriak zayyan sambil tersenyum mengingat betapa kesalnya ziva saat ini


tidak lama kemudian terdengar suara air yang dinyalakan pertanda ziva telah berhasil melepas gaunnya, zayyan berjalan menuju lemari melihat apakah defri menjalankan perintahnya.


"good" ucap zayyan sambil tersenyum puas


Defri telah mengganti seluruh pakaian zia yang tersedia dilemari hotel itu dengan lingerie lalu matanya melihat kebawah terdapat 2 jubah mandi dan 2 handuk yang masih tersusun rapi dilemari itu.


"it's very very good" ucap zayyan dengar menyeringai licik


"kak" teriak ziva dari kamar mandi