My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Anaknya Zayyan



"silvi" teriak bu elen yang sedang menuruni tangga


"silvi sini kamu"bu elen menarik tangan silvi dengan kasar agar silvi berdiri


"punya siapa ini hah?" bu elen memperlihatkan sebuah tespack dengan tanda garis dua atau positif hamil


"jawab" sentak bu elen


"ma jangan kasar sama anak anak" ucap pak leon dengan suara meninggi karena tidak suka dengan tindakan bu elen


"bagaimana aku tidak kasar aku sangat marah karena mendapatkan barang ini dikamarnya" teriak bu elen


"ini punyamu kan?" tanya bu elen dengan amarah


silvi tidak menjawab, ia hanya mengangguk sebagai isyarat bahwa benar itu miliknya.


"dasar anak tidak tau diri" bu elen mendorong silvi dan hampir saja perut silvi menabrak sandaran kursi untung saja bu liza sigap menangkap badan silvi


"elen apa yang kau lakukan? Kalau benar silvi hamil kau hampir saja mencelakakannya" ucap bu liza dengan tatapan tajamnya


"diam aku tidak bicara denganmu" sentak bu elen pada bu liza


"berani berani nya kamu mempermalukan keluarga ini silvi" bentak bu elen


"kenapa kau menjadi wanita murahan hah" bentaknya lagi


"mah hentikan tindakanmu itu" pak leon mendekati silvi lalu menduduknya di kursi


"nak benar barang itu punyamu?" tanya pak leon pelan


"iya ayah" air mata silvi membasahi pipinya


"jadi benar kau hamil?" tanya pak leon lagi


"iya ayah, maaf ayah silvi mengecewakan ayah" ucap silvi


Pak leon menundukkan pandangannya dari silvi ia juga membuang nafasnya pelan menunjukkan rasa kecewanya.


"nak kalau begitu katakan pada ayahmu siapa orang yang melakukan itu?" ucap bu liza


"satu satunya laki laki yang selalu datang menjemput silvi dirumah ini hanya zayyan richard, jadi siapa lagi kalau bukan zayyan, benar kan silvi?" bu elen ikut menimpali


ziva langsung tersentak saat nama zayyan disebut sebagai orang yang menghamili kakaknya.


"jawab silvi, beritahu semua orang laki laki yang sudah melecehkanmu" bentak bu elen


"bicaralah baik baik elen" ucap bu liza dengan tidak suka karena bu elen sudah menuduh zayyan


"ayo silvi katakan pada ayah" pinta pak leon


"ayah, anak ini adalah anaknya zayyan" ucap silvi pelan


Seperti tersambar petir, ziva yang tadinya berdiri langsung terduduk dikursinya. Ia tidak menyangka dengan apa yang dikatakan kakaknya.


"silvi sayang benarkah itu?" bu liza bertanya sekali lagi


"iya bunda, zayyan sering datang menjemputku dan kami selalu bersama" ucap silvi dengan tangis yang pecah


"katakan padanya ayah akan datang hari ini juga" ucap pak leon berdiri dari duduknya


"tapi ayah biar aku yang akan bicara pada zayyan" ucap silvi menahan tangan pak leon


"nak kalau sudah begini sudah seharusnya orang tua yang turun tangan" ucap pak leon


"jangan hari ini ayah, biarkan aku bicara dulu dengan zayyan" ucap silvi memohon


"iya ayah" ucap silvi


Semua orang yang ada di ruang makan langsung bubar silvi dan vanya pergi bekerja, bu elen dan pak leon masuk ke kamar begitu pula ziva dan bu liza yang saat ini ada di kamar ziva.


"nak sebaiknya kau tanyakan dulu kebenarannya pada zayyan" nasihat bu liza


"untuk apa bunda? kalau kebenarannya hanya untuk menambah sakit hatiku" ucap ziva dengan air mata yang menetes


"nak siapa tau kebenarannta bukan seperti itu, kita tidak boleh mendengarkan hanya disatu sisi saja" ucap bu liza


"lalu bunda pikir kakak akan membohongi ayah" ucap ziva merasa silvi selalu jujur


"kalau kau percaya pada ucapan kakakmu sebaiknya secepatnya kalian selesaikan hubungan kalian itu karena cepat atau lambat zayyan harus akan menikahi kakakmu" ucap bu liza


Ziva hanya bisa menangis meluapkan kekecewaannya hari ini.


tanpa terasa hari semakin siang ziva terus saja mengurung dirinya dikamar


"ziva sayang kau tidak kerja nak" tanya bu liza


barulah ziva sadar kalau hari ini seharusnya ia pergi ke butik, ziva membuka ponselnya benar saja 30 kali panggilan dari greis dan 20 panggilan dari zayyan, juga ada 10 pesan masuk.


📩Kak zayyan


"*sayang kau tidak ke butik hari ini?"


"sayang kau dimana?"


"sayang kau baik baik saja kan?"


"sayang tolong angkat telponku"


"sayang kau membuatku khawatir"


"sayang angkat teleponku sekali saja, aku sangat khawatir*"


6 pesan dari zayyan dan 4 sisanya dari greis


📩Greis Xerina


"*Kakak tidak masuk hari ini?"


"kakak sedang sakit kah?"


"kak tadi ada pak zayyan datang kebutik"


"kak hari ini banyak kunjungan dari costumer*"


"bunda aku ke butik dulu ya" ziva memperbaiki makeupnya lalu mengambil tas dan kunci mobil dan bergegas pergi ke butik


Sesampainya dibutik terlihat sangat ramai, ia pun memasuki butiknya dengan menyapa para pelanggan yang datang dibutiknya.


Setelah berbincang dengan beberapa pelanggannya, ziva langsung masuk ke ruangan kerjanya, ia juga menopang kepalanya dengan kedua tangannya.


"aku sudah banyak melewati berbagai masalah tapi masalah hari ini sungguh berat huh" ziva membuang nafas nya kasar


Tok..tok..tok


tiba tiba pintu ruangannya di ketuk dari luar


"masuklah" ucap ziva yang mengira itu adalah greis