My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Kemampuan telepathy



"aku ingin bertanya sesuatu, apa boleh?" ucap ziva sembari meletakkan nampan yang ia bawa diatas mejs


"langsung saja ziva" sahut zayyan yang sedang berolahraga treadmill


"apa kau mulai bisa mengingat sesuatu yang terjadi sebelumnya?" tanya ziva


"ya sedikit, dan aku sedang berusaha pelan pelan karena jika aku paksakan kepalaku terasa sakit dan pusing" jawab zayyan


"benarkah? Apa saja yang sudah kau ingat?" tanya ziva dengan antusias


"salah satunya saat aku berada dikamar, aku jadi ingat bagaimana aktivitas panas kita dikamar itu" goda zayyan


"kalau itu bukan karena ingatanmu yang kembali tapi memang otakmu yang mulai mesum" ketus ziva


"hahaha" tawa zayyan pecah saat itu juga


"sudahlah tidak lucu, hmm kalau tentang claree? Apa kau ingat sesuatu tentang claree?" selidik ziva


"hmm clare" zayyan menjeda kalimatnya sembari mengatur nafasnya yang mulai ngos-ngosan


"sedikit, aku mulai mengingat-ingat saat dia menceritakan tentang masa lalu kita semalam" jawab zayyan


"semalam? Jadi semalam kau bertemu dengannya diam diam?" tanya ziva dengan dongkol


"aku tidak bertemu diam diam ziva, tapi lebih tepatnya tidak sengaja bertemu dengannya " jelas zayyan


"lalu?" tanya ziva dengan penasaran


"ya lalu dia bercerita, memangnya apa lagi" jawab zayyan


"tolong handuknya" pinta zayyan karena ia sudah selesai dengan olahraganya.


Ziva melempar handuk itu dengan kasar hingga mengenai wajah suaminya.


"ohhoo santai saja mom" ucap zayyan dengan jail saat menyadari mood ziva yang sepertinya sedang tidak bersahabat


"aku lihat lihat kau semakin perhatian padanya" sindir ziva


"siapa yang kau maksud?" tanya zayyan sambil mengusap keringat didahinya menggunakan handuk


"sepupu kesayanganmu itu" ucap ziva dengan ketus


"claree?" tanya zayyan lagi


"memangnya siapa lagi" jawabnya dengan cepat


"menurutku biasa saja" sahut zayyan tanpa dosa


"apanya yang biasa saja, tentu saja tidak biasa" berang ziva


"memang apa salahnya kita perhatian pada keluarga sendiri, iya kan?" ucap zayyan lagi


"hehe ya tidak ada yang salah, aku lah yang salah karena telah mempersoalnya hal konyol seperti ini" ucapnya dengan tertawa sinis, zayyan masih belum peka atas perasaannya sebagai istri.


"ah sudahlah, ini minummu aku mau kekamar" ucap ziva sembari mendekatkan minuman itu pada zayyan


Baru saja ziva bangkit dan hendak melangkah pergi, namun zayyan dengan cepat menyambar lengan ziva hingga wanita itu jatuh dipangkuannya.


"aku mencium bau bau kecemburuan disini" singgung zayyan sembari mengendus ngendus rambut hingga pundak ziva


Ziva meremang, keterkejutannya sewaktu zayyan menariknya kepangkuan pria itu seakan sirna saat merasakan hembusan nafas suaminya di sebagian tubuhnya, walau bukan yang pertama kalinya namun tindakan zayyan ini berhasil membuat jantungnya berdegup kencang juga merinding.


Dengan kesadaran yang tersisa, ziva berusaha untuk bangkit dari posisi ternyaman itu ia merasa bahwa ia tidak boleh ikut hanyut dalam rayuan suaminya yang kurang belaian itu.


Namun zayyan tidak jengah, ia mengunci tubuh ziva dengan melingkarkan tangannya dipinggang ziva, zayyan memeluk ziva dengan erat agar membatasi pergerakan wanitanya.


"lepaskan" ucap ziva dengan merapatkan giginya


"no" zayyan menyenderkan kepalanya di punggung ziva


"apa yang kau lakukan?" ucap ziva dengan sinis


"kau tidak lihat? Aku sedang memelukmu" jawab zayyan apa adanya


"aku tahu, tapi kenapa kau malah memelukku?" tanya ziva lagi


"kau istriku bukan? Jadi tidak apa apa kan jika aku memeluk istriku ini" jawab zayyan membuat ziva salah tingkah


"ah kenapa hari ini suamiku jadi manis seperti ini" ucap ziva dalam hati


Entahlah untuk alasan apa zayyan bersikap seperti ini, namun untuk saat ini ziva benar benar merasa suaminya sangat manis dengan sikapnya yang manja, kerinduan ziva akan hal hal yang bersifat intim semakin menggejolak dalam dirinya. Rasanya Ia benar benar ingin menerkam suaminya itu saat ini juga.


"ya aku tahu aku manis" ucap zayyan seakan dapat membaca pikiran ziva


"what?" ziva tersentak, memutar sedikit tubuhnya untuk dapat menatap suaminya yang tiba tiba saja memiliki kemampuan telepathy.


Sedangkan zayyan hanya dapat menenampilkan senyum menyebalkannya agar dapat menjahili istrinya.


"ternyata selepas kecelakan itu tidak hanya ingatanmu yang terganggu tapi kau juga mendapatkan kemampuan telepathy yaa" sindir ziva


"jadi benar kan kau memujiku?" tanya zayyan dengan menggerak gerakkan kedua alisnya


"ah sudahlah kau menyebalkan" ziva memukul lengan zayyan yang masih melingkar diperutnya.


"ngomong ngomong kau sangat wangi hari ini mom, aku sangat suka bau nya" tutur zayyan sambil mengendus ngendus pundak ziva


"hey hentikan, geli" ucap ziva yang memang merasa geli sekaligus merinding


"hmm apa kau masih nifas?" tanya zayyan


"iya" jawab ziva singkat karena ia sedang meresapi sentuhan yang diberikan zayyan


"kenapa lama sekali, jadi kapan akan berakhir?" tanya zayyan


"hmmm kira kira seminggu kemudian" jawab ziva


"kalau begitu berhentilah dulu memakai pakaian seperti ini" pinta zayyan sembari menarik pakaian sexy yang dipakai ziva


"memang apa yang salah dengan bajuku?" tanya ziva heran


"pakaian kurang bahan ini membuat pertahananku runtuh" jawab zayyan dengan ketus


"hahaha, ada ada saja" ziva terkekeh


"sudahlah, ayo ke kamar" ajak zayyan


"ini masih siang daddy nya nio" sahut ziva


"memangnya kenapa kalau masih siang?" tanya zayyan heran


"yang benar saja, apa kata orang orang dirumah ini jika kita mengurung diri dikamar saat masih siang bolong seperti ini" ucap ziva membuat zayyan terkekeh


"oh yaampun, aku jadi penasaran apa isi otakmu ini hum? pikiranmu selalu kotor" ucap zayyan disela sela tawanya


"ck, memang apa maksud dan tujuanmu kekamar?" tanya ziva yang mulai merasa dongkol


"tentu saja mandi dan beristirahat memangnya apa lagi? lagi pula kau masih nifas bukan?" goda zayyan


"kau benar juga dad, yasudah habiskan minumanmu dulu" ziva menyerahkan botol minuman milik zayyan lalu berusaha menyembunyikan wajahnya karena malu


"oh my god ziva apa yang kau pikirkan" ziva mengerutuki kebodohannya dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Visual neng Zivani❤