
"I love you baby" teriak zayyan saat ziva pergi dari ruangannya
Ziva hanya bisa tersenyum geli saat sudah keluar dari ruangan zayyan
"dasar bucin" batin ziva
"ada apa nih senyum-senyum?"singgung lona
"nggak kok" bohong ziva
Malam ini ziva akan pergi bersama dengan zayyan, ia kebingungan memilih pakaian, ia terus membongkar isi lemarinya
"astaga ini kamar apa gudang" ucap vanya saat masuk ke kamar ziva
"ih kak ketuk dulu napa" kesal ziva
"biasa aja kali, ngapain bongkar-bongkar lemari mau pindahan" ucap vanya
"nggak aku mau keluar sebentar" ucap ziva
"mau kemana?" tanya vanya penasaran
"kepo" ucap ziva
"laporin ah ke ayah" ancam vanya berlari kecil
"eh eh kak jangan dong, iya aku kasih tau" tahan ziva
"ayo katakan?" ucap vanya
"mau jalan sama kak zayyan" jujur ziva
"hmm jaga dirimu baik-baik" nasihat vanya
"iya kak" ucap ziva patuh
"berhenti membongkar isi lemarimu, pakailah pakaian yang tertutup" ucap vanya sambil berjalan menuju lemari ziva
"pakai yang ini" tambah vanya sambil memberi satu setel pakaian pada ziva
"terima kasih kak" ucap ziva menerima baju pilihan vanya
"cepatlah pergi sebelum ayah dan nenek lampir itu kembali kerumah" ucap vanya
"oke kak" ucap ziva
Vanya lalu keluar dari kamar ziva, dan ziva segera bersiap-siap. Setelah semua siap handphone ziva berdering sang kekasih menelfon.
"halo kak" sapa ziva
"sayang aku harus menjemputmu dimana?" ucap zayyan
Ziva merasa geli dengan nama panggilan zayyan untuknya
"dirumah saja kak, tapi jangan katakan kita mau ngedate bilang saja ada acara kantor" ucap ziva
"kau terlalu pandai berbohong sayang, oke cepatlah aku sudah diperjalanan menuju rumahmu" ucap zayyan
"aku menunggumu kak" ucap ziva lalu memutus sambungan telefon.
"mau kemana dek?"tanya silvi saat melihat ziva turun dengan pakaian yang anggun
"aku keluar sebentar kak" ucap ziva
"iya tapi mau kemana?" tanya silvi lagi
"malam silvi, ziva, vanya" ucap zayyan yang berjalan masuk melihat tiga bersaudara itu sedang bercengkrama di ruang keluarga
"zayyan kau mau menjemput ziva?" tanya silvi
"ya, ada perayaan kantor kecil-kecilan, dan ziva menyuruhku untuk meminta izin padamu" ucap zayyan
"oh yasudah pergilah, tapi pulangnya jangan larut malam yaa" ucap silvi
"terima kasih kak" ucap ziva
"kami pergi silvi" ucap zayyan
Dimobil..
"kita mau kemana kak?" tanya ziva
"kesuatu tempat sayang" jawab zayyan
"hmm penasaran" ucap ziva
zayyan melirik ziva yang malam ini terlihat begitu cantik.
"lalu? Kau sedih?" tanya zayyan
"ya sangat sedih" jawab ziva
"menyedihkan sekali, pasti kau akan merindukanku nanti dikampus" ucap zayyan
"ish kepedean" ucap ziva
Tidak terasa mereka sudah sampai di restoran mewah yang ziva tau itu adalah restoran bundanya.
"selamat malam, mari tuan nona saya antar" ucap salah seorang karyawan restoran.
ziva dan zayyan menuju ruangan yang dimaksud karyawan terserbut karena memang mereka adalah tamu vip direstoran steakhouse.
"kak ini restoran nya bunda" bisik ziva pelan
"aku tau" ucap zayyan dengan senyumnya
"kapan kakak membooking?" tanya ziva
"siang tadi langsung pada bundamu" jawab zayyan
"hai sayang" ucap bu liza yang baru saja datang ketempat ziva dan zayyan
"bunda" ziva langsung menghambur pelukan
"hmm kalian makan berdua saja?" tanya bu liza
"iya tante" ucap zayyan
"pasti bukan makan malam biasa kan? apa hari anniversary? Oow atau hari jadian" tebak bu liza yang langsung membuat ziva malu
"makan malam biasa kok bun" sahut ziva
"ooh oke oke, bunda tau anak bunda ini sangat pemalu, ayo dilanjutkan makan malamnya bunda tinggal dulu ya" ucap bu liza
"zayyan tolong jaga anak bunda ya" tambah bu liza
"tenang saja tante" sahut zayyan.
Selepas kepergian bu liza, zayyan dan ziva memulai santap malam mereka.
"ziva aku berharap hubungan kita bisa sampai kejenjang yang lebih serius" ucap zayyan sambil menyuapi ziva
"ya kak semoga saja" jawab ziva sambil mengunyah
"kalau nanti kita punya masalah, kita selesaikan masalahnya jangan hubungannya" ucap zayyan
"iya kak" ucap ziva patuh
"jadi kapan kau mau ku kenalkan dengan mommy daddy ku?" tanya zayyan
"nanti saja lah kak"tolak ziva
"no problem, aku ingin tau kenapa kau menyembunyikan hubungan kita pada keluargamu? Tanya zayyan
"bukan menyembunyikan kak, aku hanya butuh waktu untuk mengatakan pada mereka" jawab ziva
"oke terserah padamu yang terpenting bagiku kau terus berada disisiku" ucap zayyan menggombal
Setelah makan malam romantis, ziva dan zayyan menyempatkan keruangan bu liza yang sampai jam 9 malam masih bekerja dibalik komputernya.
"bunda kenapa bekerja selarut ini?" tanya ziva
"iya sayang, bunda sangat sibuk akhir-akhir ini. Kau akan pulang?" jawab bu liza
"iya bun aku datang untuk pamit, bun kalau bunda perlu bantuanku tinggal telfon saja jangan bekerja terlalu larut" ucap ziva
"kau kan juga sedang magang nak" ucap bu liza
"besok aku mulai kampus lagi bun, masa magangku sudah selesai" ucap ziva
"baguslah nak datanglah kalau ada waktu senggang" ucap bu liza
"yasudah ziva pamit ya" ucap ziva lalu mencium punggung tangan bu liza
"kita pamit tante" tambah zayyan yang dari tadi hanya diam
"hati-hati ya nak, zayyan" ucap bu liza
"iya bun" ucap ziva
Zayyan dan ziva langsung pulang ke rumah setelah dari restoran bu liza.