My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Menemui



"iya, bye" ucap ziva mengakhiri panggilan


"wow akrab sekali ya" ucap zayyan tidak sangka


"nggak, dia cuman mau bilang kalau aku butuh mobilku aku bisa ambil langsung dikantornya" jelas ziva sambil meletakkan kembali ponselnya kedalam tas


"memanggilnya saja tanpa embel-embel bapak atau kakak" ucap zayyan


"ya karena aku tidak selisih umurnya berapa jadi aku panggil saja namanya" ucap ziva menaikkan bahunya


"aku tidak suka kau berhubungan dengan orang itu lagi" ucap zayyan sambil menatap tajam ziva


"aku berhubungan dengan dia karena insiden yang aku buat, untung saja dia sebagai korban tidak melaporkanku ke polisi dia bahkan tidak marah-marah dia membiarkanku bertanggung jawab. Kalau aku tidak menabraknya aku tidak akan tahu menahu dengannya" pungkas ziva emosi


"apa perlu saling tukar nomor ponsel, perlu saling pinjam mobil? Itu berlebihan ziva" balas zayyan tidak kalah meninggi


"kenapa? Kenapa kau marah hanya karena dia yang berbaik hati mengembalikan mobilku, dia yang bermurah hati untuk tidak memperbesar masalah ini, sedangkan kau? Kau pikir kau yang paling benar, belajarlah untuk intropeksi diri kak" amarah ziva memuncak


"kau jangan mengalihkan topik ziva, jelas-jelas kalian sangat akrab, wow hebat sekali baru berkenalan tadi pagi sudah sangat dekat" sinis zayyan


"lalu? Kau mau mengataiku apa hah? Wanita murahan? Kau mau bilang aku bermain dibelakangmu? lalu harus disebut apa kau yang datang kerumah kekasihnya untuk menjemput kakak dari kekasihnya sendiri?" singgung ziva tidak mau kalah


seketika zayyan membeku, bagaimana bisa ziva mengetahui semua itu


"aku punya penjelasan atas apa yang kau kira ziva" ucap zayyan pelan


"sayangnya aku tidak butuh" ucap ziva melepaskan sabuk pengamannya lalu bergerak membuka pintu tetapi terkunci


"buka pintunya" teriak ziva yang masih tersulut emosi


"tidak ziva aku mohon dengarkan dulu kau salah faham sayang" ucap zayyan memohon


"aku bilang buka" teriak ziva dengan air mata yang tiada henti mengalir


"ziva hey hey tenangkan dirimu sayang aku mohon dengarkan aku" tahan zayyan melihat ziva yang tidak terkendali


ziva lalu menekan sendiri tombol untuk membuka pintu mobil dan keluar dari mobil zayyan, ziva lalu melihat taksi yang akan melewatinya ia pun lalu menahan taksi itu dan masuk kedalam taksi, bahkan zayyan yang mengejar tidak sempat menahan ziva karena taksi yang ziva tumpangi sudah lebih dahulu pergi.


"zivaaaa" teriak zayyan saat taksi yang ditumpangi ziva melaju dijalanan


Zayyan kembali ke mobilnya. lalu ia melajukan mobilnya ke perusahaan FE.Company.


"bisa aku bertemu dengan pak Syaquel fernando" ucap zayyan pada resepsionis


"maaf, sudah membuat janji pak?"tanya resepsionis itu kembali


"belum, tetapi ini sangat mendesak" paksa zayyan


"baiklah sebentar" ucap resepsionis sopan.


"pak silahkan ke lantai 12 bapak sudah menunggu anda diruangannya" ucap resepsionis tersebut


"terima kasih" ucap zayyan


ia lalu menggunakan lift dan menekan angka sesuai lantai yang ia tujui.


sesampainya dilantai 12 ia langsung di sambut oleh asisten Syaquel yaitu Hansel.


"mari pak zayyan" ucap hansel ramah


"permisi pak, pak zayyan sudah datang" ucap hansel dari balik pintu


"persilahkan masuk" ucap syaquel dari dalam ruangannya


Zayyan lalu di persilahkan masuk kedalam ruangan syaquel.


"siang pak zayyan, ada apa ya? bukannya kita baru saja bertemu pagi tadi" ucap syaquel saat zayyan duduk di depannya


"saya ingin menjemput mobil kekasih saya yang ada pada anda" ucap zayyan membuat syaquel bingung


"kekasih anda? Boleh sya tau siapa kekasih anda? saya tidak merasa menahan mobil kekasih anda?" ucap syaquel bertanya-tanya


"Zivani Smith" ucap zayyan dengan dingin


"ah ya zivani smith, yang ini bukan?" syaquel memperlihatkan KTP ziva pada zayyan


"bahkan Kartu identitasnya saja anda tahan" ucap zayyan sambil merebut KTP itu dari tangan syaquel


"haha jangan marah dulu pak zayyan saya tidak ada maksud aneh-aneh pada kekasih anda, tadi pagi dia menambrak mobilku dan ia dengan suka rela meminjamkan mobilnya padaku" ucap syaquel


"aku sudah tau, sekarang berikan kunci mobilnya" ucap zayyan


"ini" syaquel memberikan kunci mobil ziva pada zayyan


"mobilmu akan ku usahakan selesai secepatnya" ucap zayyan lalu berdiri dari duduknya


"ya santai saja pak zayyan" balas syaquel


Zayyan lalu meninggalkan ruangan syaquel lalu kembali ke kantornya.


disisi lain ziva yang baru sampai dikampusnya ternyata sudah terlambat mengikuti kelas dan tidak di perbolehkan dosen untuk masuk.


"iiiih hari ini banyak kesialan" ucap ziva di balik pintu kelasnya


Akhirnya ziva pergi ke mall untuk menghilangkan rasa jenuhnya.


sesampainya di mall ziva tujuannya adalah mencari tempat makan yang bernuansa korea, asik berkeliling tidak sengaja netranya menangkap sesuatu yang tidak beres menurutnya.