My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Mengakhiri



"menurutmu?" ziva bertanya balik


"melihat perilakumu sepertinya aku punya salah" ucap zayyan


"kalau merasa seperti itu untuk apa bertanya lagi" ucap ziva acuh


"ya karena aku belum tau apa kesalahanku" bantah zayyan


"lalu?" tanya ziva


"aku mau kau katakan secara rinci apa kesalahanku padamu, karena aku sudah sangat bosan dengan kelakuanmu yang tidak jelas itu" gerutu zayyan


"oke biar aku katakan dengarkan dengan baik" tegas ziva


"yang pertama, sejak aku pulang dari rumah sakit komunikasi kita semakin berkurang maksudku kita sudah jarang bertemu, bertukar kabar dan kita hanya berkomunikasi sekali dalam sehari, yang kedua, ada hubungan apa antara kak zayyan dan kak silvi? Kenapa beberapa kali kak vanya melihat kalian datang ke hotelnya? Dan yang ketiga aku meminta kejelasan untuk hubungan ini, karena aku tidak suka dipermainkan" ucap ziva tegas dengan menatap kedua netra zayyan


Zayyan berdehem pelan lalu melonggarkan dasinya, ia juga menepikan mobilnya, inilah yang ia takutkan, kesalahfahaman ziva antara dia dan silvi.


"sayang akan aku jelaskan" ucap zayyan berusaha menggenggam tangan ziva namun ditepis oleh si empunya


"jelaskan saja tidak perlu pakai embel embel" ucap ziva jengah


"begini masalah komunikasi maaf aku tau kalau kita sudah tidak seintens dulu, tetapi itu tidak mengurangi rasa cintaku padamu percayalah, aku hanya cukup sibuk akhir akhir ini" ucap zayyan


"sibuk? sibuk kehotel bersama kak silvi?" ucap ziva dengan senyum sinisnya


"ziva jangan memotong dulu" ucap zayyan pelan


"yayaya lanjutkan" ucap ziva mengalihkan wajahnya kearah jendela


"aku dan silvi tidak punya hubungan apa apa, tetapi kau tau kan kalau kami berteman sejak sekolah dulu, dan dia selalu meminta tolong padaku untuk diantarkan ke hotel vanya tetapi tujuannya kesana aku sama sekali tidak tahu ziva aku berani sumpah aku hanya mengantarkannya saja setelah itu aku langsung ke kantor" ucap zayyan berusaha menceritakan yang sesungguhnya


"oh ya? Perhatian sekali"sela ziva


"ya aku tau aku wanita yang sangat posesif, agresif dan over protektif" akui ziva


"tidak tidak sayang aku tidak mengatakan itu aku senang kau begitu ingin tau tentang keseharianku itu tandanya kau perhatian padaku" sela zayyan


"lalu tuntutanku yang ketiga?" tanya ziva karena zayyan belum menjawab perihal kejelasan hubungan mereka


"yang ketiga? Maksudmu kejelasan hubungan ini?" zayyan bertanya balik


"ya" ucap ziva


"kau ingin kejelasan hubungan ini? Aku bisa datang kerumahmu untuk melamarmu hari ini juga jika kau mau, tetapi bagaimana sedangkan kau saja masih menyembunyikan hubungan kita pada orang tuamu" sahut zayyan


"oh jadi kak zayyan menyalahkanku?" tanya ziva kesal


"aku tidak menyalahkanmu, aku hanya katakan bagaimana aku akan memperjelas hubungan ini agar kau percaya dengan ketulusanku sedangkan keluargamu tidak tau kita punya hubungan" ucap zayyan jengah


"aku tidak memintamu untuk meresmikan hubungan ini bukan itu maksudku" bantah ziva


"lalu apa maumu?" zayyan meninggikan suaranya


ziva menatap zayyan sebentar, matanya yang tadi berkaca kaca kini mulai meneteskan air matanya.


"pelankan suaramu" lirih ziva dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"ziva" ucap zayyan merasa bersalah


"lebih baik kita sudahi saja hubungan ini kak" ucap ziva pelan dengan air mata terus mengalir


"tidak aku tidak mau" sentak zayyan tidak terima