My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Kemarahan zayyan



"ini urusan rumah tanggaku clar, aku tidak ingin membaginya dengan siapapun" jawab zayyan penuh penekanan


"kalau begitu biar aku yang bicara pada ziva, istrimu itu memang kurang dewasa untuk menyikapi masalah rumah tangga seperti ini zay, lihatlah dia sangat ke kanak kanakan dengan mengurung diri didalam kamar" oceh claree sambil terus mengetuk pintu kamar ziva dan zayyan


Zayyan menatap claree yang berdiri membelakanginya, tidak ia sangka wanita itu malah memperlihatkan taringnya didepan zayyan.


"istriku tidak ke kanak kanakan" tekan zayyan tegas


"oh zayyan kau itu jangan mau dibodoh bodohi, kau tahu kau itu sudah dijadikan budak cinta olehnya" serang claree


Zayyan menggeleng mendengar ucapan claree, tentu saja zayyan tidak terima, mereka saling mencintai dan tidak ada yang diperbudakkan disini melainkan bentuk rasa saling menyayangi dan mengasihi sebagai suami dan istri.


"cukup claree, apa yang kau pikirkan itu semua salah dan kau sudah sangat lancang dengan merendahkan istriku" bentak zayyan


"zay kau membentakku?" lirih claree dengan air matanya yang mulai menetes


"ya, itu karena kau sudah melewati batasanmu" berang zayyan


"apa yang kau lihat dari nya zayyan? aku bahkan lebib menarik dari segi apapun dibanding wanita itu, ayolah zayyan buka matamu, aku tahu kau masih meenyimpan perasaan untukku" ucap claree dengan lantang, ia pun dengan berani memeluk tubuh zayyan


"claree" zayyan berteriak murka


"kenapa kau jadi murahan seperti ini" zayyan mendorong tubuh claree yang sedang memeluknya hingga terpental pintu kamar


Ziva yang ada di dalam kamar pun terlonjak kaget mendengar suara menggelegar sang suami diluar, akhirnya ia memutuskan keluar dari kamar


Ziva masih berdiri diambang pintu, ia menatap suaminya dan claree dengan bergantian, sangat jelas terpancar amarah diwajah tampan zayyan yang sedang menatap tajam claree didepannya membuat ziva menahan diri untuk membuka suara.


"zayyan aku hanya tidak ingin kehilanganmu lagi, kita bisa memulainya dari awal zay, aku baru tahu dari mommy jika ternyata aku ini hanya anak yang diangkat oleh keluarga richard dan itu artinya kita tidak punya hubungan darah, dulu hubungan kita harus kandas sebab aunty mengira kita punya hubungan kekeluargaan kan? tapi sekarang keadaannya sudah berbeda zayyan kita bisa menikah dan bahagia tanpa ada yang menentang kita lagi" ucap claree berderai air mata


Ternyata claree sama sekali tak gentar dengan kemarahan yang ditunjukkan zayyan.


"claree kau tidak bisa menyerah begitu saja, sudah berbulan bulan kau disini demi untuk menjerat hati zayyan kembali, dan kau hampir berhasil claree karena rumah tangga zayyan sudah retak, sisa satu pukulan lagi sudah dipastikan akan hancur dan berakhir dipengadilan" gumam claree dalam hati


"baiklah, jika memang kau bukan bagian dari keluarga richard maka kemasi dan angkat kakimu dari kediaman richard" tekan zayyan dengan tegas dan lantang


Mata claree, ziva dan alya yang sedang mengintip membulat dengan sempurna, setelah melihat perhatian yang diberikan oleh zayyan beberapa bulan ini mereka berfikir bahwa zayyan benar benar sangat menyayangi claree namum hari ini mereka terutama ziva dan alya dapat melihat betapa tidak berartinya claree dimata zayyan dengan mengusirnya dari istana richard.


"pergi kau" bentak zayyan dengan mendorong tubuh claree kasar


"zayyan apa yang kau lakukan?" ziva akhirnya membuka suara, walaupun ia merasa jengkel pada claree tetapi tidak seharusnya zayyan bersikap kasar pada wanita.


"aku tidak mau menampung orang asing dirumah ini" jawab zayyan pada ziva


"dan kau, kau bukan keluarga atau pekerja dikeluargaku jadi silahkan kau pergi" sentak zayyan dengan menunjuk claree


"tidak zay, kau tega mengusirku? Aku mohon beri aku kesempatan zayyan dan biarkan aku disini sementara waktu" claree memohon dengan menyatukan kedua tangannya di depan wajah


Zayyan tertawa sinis ..


"sudah cukup aku memperlakukanmu dengan begitu baik. aku bahkan mengabaikan ziva dan secara tidak sadar aku telah melukainya karena dirimu claree. Seharusnya aku tahu sejak awal kedatanganmu adalah untuk merusak kebahagiaan keluargaku, dan kau meminta diberi kesempatan? Oh tidak, aku tidak bisa membiarkan orang lain menebar kejahatan didalam rumahku ini" ucap zayyan penuh penekanan


Claree dapat melihat kebenciaan itu dimata zayyan, ia mengalihkan pandangannya pada ziva berharap wanita itu yang bisa menolongnya dan membujuk zayyan untuk tidak menendangnya dari istana ini.


"ziva, aku mohon katakan pada zayyan untuk tidak mengusirku ziva" ucap claree dengan tatapan memohon


"zayyan biarkan lah dulu claree menginap malam ini supaya dia bisa bersiap untuk keberangkatannya besok, iya kan claree?" timpal ziva


Mau tidak mau claree mengangguk, sejujurnya bukan seperti ini yang dia inginkan namun dari pada ia harus minggat sekarang lebih baik mengulur waktu hingga besok dan tentu saja ia akan memikirkan cara agar ia tetap diizinkan untuk tinggal dirumah ini.


"boleh kan?" ucap ziva penuh harap


"ck, terserah padamu" jawab zayyan dengan malas


Situasi mulai kondusif saat claree telah masuk dan mengurung diri dikamarnya begitu pula ziva dan zayyan yang juga telah berada dikamar mereka untuk membicarakan masalah yang ada diantara mereka.


"Ziva tolong maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu, aku hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk orang yang kuanggap saudariku namun ternyata aku malah menyakiti istriku" ucap zayyan memohon


"sudahlah aku malas membahasnya, malam ini aku mau menginap dirumah ayah saja" tutur ziva


"apa? Tidak ziva kau tidak bisa melakukan ini, tetaplah disini bersamaku" ucap zayyan sembari memeluk erat istrinya dari belakang


"ck, aku hanya mau menginap malam ini saja bukan ingin melarikan diri darimu" ketus ziva


"tapi aku tidak mengizinkan sayang, kau pergi karena kita sedang bertengkar" ucap zayyan sambil mempererat pelukannya


"yasudah tapi lepaskan pelukanmu, kau ingin membunuhku ya?" ketus ziva


"tapi kau harus berjanji untuk memaafkan ku" zayyan mulai mengajukan syaratnya


Bagi ziva saat ini rasa sakitnya sudah cukup terbayar dengan melihat bagaimana murakanya zayyan mengetahui wujud asli claree. Tiba tiba ziva mendapatkan ide gila di otaknya.


"hmm sepertinya akan seru jika aku mengerjainya sedekit" batin ziva


"lepaskan zayyan, aku ingin melihat putraku dulu" ziva menarik paksa kedua lengan zayyan yang masih melingkar diperutnya


"hey dia putraku juga" ucap zayyan tidak terima, ia juga melepas tangannya dari ziva


"ya untuk sekarang, tapi tidak setelah kita berpisah" ucap ziva sembari berjalan menuju pintu sedangkan zayyan mengekor


"apa? Kenapa kau memerpanjang masalah ini sayang?" ucap zayyan


"memangnya kenapa? Apa aku sudah kehilangan hakku dalam rumah tangga ini?" ucap ziva dengan sinis


"alya apa nio sudah tidur?" tanya ziva karena sudah tidak melihat putranya


"iya nona, sudah ada di box bayi nya" jawab alya dengan ramah


"sweet dreams anakku" ucap ziva sembari mengecup kening putranya


"nak lihatlah mommy mu ini, dia mau menceraikan daddy, bagaimana nasib kita boy?" timpal zayyan dan langsung mendapat jitakan dari ziva


"aduh sayang" zayyan meringis memegangi kepalanya


"kau tidak lihat ada alya disini hah? Apa kau tidak malu didengar orang lain?" ucap ziva dengan kesal


Zayyan lalu melihat kearah alya seperti ada yang ingin ia ucapkan namun ia lupa..