
Zayyan lalu melihat kearah alya seperti ada yang ingin ia ucapkan namun ia lupa..
"ah aku ingat, alya kau dapat salam dari defri" tutur zayyan yang berhasil membuat kening kedua wanita disana berkerut
"tuan defri?" tanya alya memastikan
"iya defri, kau kenal kan?" zayyan balik bertanya
"iya saya mengenalnya tuan" jawab alya
"tapi untuk apa defri melakukan itu?" tanya ziva mewakili alya
"aku tidak tahu sayang, dari pada aku memikirkan alasan defri mengirim salam pada alya lebih baik aku pikirkan cara agar kau mau memaafkanku" ucap zayyan penuh permohonan
Ziva memutar matanya jengah..
"alya tolong kau buat catatan apa saja keperluan nio yang mulai habis, besok aku akan belanja bulanan" pinta ziva
"baik nona" jawab alya
Ziva kembali kekamarnya bersama zayyan.
"bagaimana kalau nanti malam kita makan diluar?" tanya zayyan basa basi
"aku sedang malas" jawab ziva
"oh baiklah, kalau begitu aku akan pesan makanan dari restoran kesukaanmu saja, setuju tidak?" tanya zayyan lagi
"ah tidak aku hanya ingin makan buah malam ini, aku ingin diet" jawab ziva lagi
"oh begitu" cicit zayyan
"hmm sepertinya kau sudah lama tidak beli perhiasan sayang? aku lihat kalung yang kau pakai itu itu saja, cincinmu juga, bagaimana kalau aku traktir belanja perhiasan?, sepuasnya" timpal zayyan
kali ini ziva cukup tergiur dengan tawaran suaminya, ia memang sudah lama tidak berbelanja kebutuhannya, tidak hanya perhiasan bahkan pakaian pun masih koleksi yang lama.
"mau tidak?" lanjut zayyan
"kau tidak dengar aku sedang malas keluar?" balas ziva yang masih sok cuek
"baiklah, kalau begitu aku mau istirahat lebih dulu" ucap zayyan yang jadi dongkol dengan sikap ziva
"tapi kan kau belum makan malam?" ziva tidak dapat menyembunyikan ke khawatirannya
"biar saja aku mati dari pada aku harus menghadapimu seperti ini" ujar zayyan lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
"hey" ziva tersentak mendengar perkataan suaminya yang absturd itu.
"aku kan hanya bercanda" ziva menarik selimut yang menutupi tubuh suaminya
"maafkan aku, aku hanya bercanda dan ingin mengerjaimu saja" ucap ziva memeluk erat tubuh suaminya yang masih meringkuk didalam selimut
"jadi kau sudah memaafkanku?" tanya zayyan antusias
"iya, sejujurnya aku masih kesal tapi sudahlah karena semua bukan sepenuhnya salahmu, claree memang punya niat menggodamu" ujur ziva menatap suaminya
"terima kasih ya sayang" zayyan mengecup wajah istrinya dengan sayang
Ziva hanya membalasnya dengan senyum bahagia, ternyata suaminya memang sangat amat mencintainya dan dia telah salah faham atas semua yang terjadi hingga meminta berpisah.
"aku berjanji akan lebih mengutamakan dirimu dan nio, tidak akan ada lagi orang lain yang merusak kebahagiaan kita" janji zayyan
"kau harus memegang janjimu itu suamiku" ucap ziva
"ya tentu saja, aku berjanji atas kebahagianmu sayang" ucap zayyan dengan tulus
Mereka saling memeluk untuk menyalurkan perasaan masing masing..
"hmm bagaimana kalau kita mulai membuat adik untuk nio?" ucap zayyan menggoda istrinya
"tidak suamiku, kita harus bisa menjaga jarak usia anak anak setidaknya 4 atau 5 tahun" ucap ziva tidak setuju
"no sayang, aku berniat punya anak 10 darimu kalau harus menunggu 5 tahun aku akan keburu monopuse" timpal zayyan
"apa? Sepuluh, kau pikir aku ini kucing yang bisa terus menerus beranak" ketus ziva
"aku tidak mengataimu seperti itu sayang, aku hanya ingin punya banyak anak agar rumah kita jadi ramai" cicit zayyan
"aku hanya berencana punya 2 anak titik" tekan ziva
"hah? Sedikit sekali sayang, kita harus bisa punya anak kembar, aku tidak mau kalah dari rayyan" ucap zayyan
"yasudah, kalau begitu kau menikah lagi saja supaya kau bisa punya anak yang banyak" serang ziva
"memangnya boleh?" tanya zayyan bagai mendapat angin segar
"ck" ziva melempar bantal kewajah suaminya
"jadi kau berniat menikah lagi?" berang ziva naik pitam
"oh yaampun sayangku sudah tidak perlu dibahas lagi, bagaimana jika kita makan malam" ajak zayyan mengalihkan perhatian istrinya
Dimeja makan hanya ada ziva dan zayyan yang menikmati makan malam sambil bersenda gurau.
"cukup, aku sudah kenyang" ucap ziva saat zayyan lagi lagi menambahkan makanan dipiringnya
"sayang kau harus makan yang banyak agar energimu terisi penuh karena kita akan melakukan pekerjaan berat malam ini" ujar zayyan
"memangnya kau lembur malam ini?" tanya ziva
"iya sayang kita akan lembur" jawab zayyan antusias
"aku akan membantumu supaya pekerjaanmu cepat selesai" tawar ziva
"tentu saja aku membutuhkanmu dalam hal ini" cicit zayyan
"kalau begitu kau juga harus makan banyak bukan hanya aku" ziva kembali mengisi piring suaminya yang telah kosong
"sebenarnya aku sudah cukup kenyang, tapi tidak apa apa aku memang harus makan lagi supaya punya tenaga untuk malam yang panjang ini" ucap zayyan menyambut piringnya yang sudah terisi lagi
"iya kau benar suamiku, karena kaulah yang berperan penting malam ini, aku kan hanya bantu bantu" timpal ziva
"bi isa tolong buatkan aku wedang jahe" pinta zayyan
"baik tuan" patuh bi isa
"seharusnya kau meminta kopi supaya kuat untuk bergadang malam ini" protes ziva
"kau tenang saja sayang, aku hanya ingin menambah stamina tubuhku" balas zayyan
setelah wedang jahenya tersedia, zayyan langsung meneguknya tanpa tersisa.
"enak?" tanya ziva saat aroma jahe itu sampai ke hidungnya
"wedang jahe buatan bi isa selalu perfect" puji zayyan
"tuan bisa saja" ucap bu isa dengan tertawa
"yausah ayo cepat kita kekamar dan mulai bekerja" ajak ziva
"sekarang saja, aku sudah tidak sabar" ucap ziva antusias dengan pekerjaannya kali ini
"baiklah lets go baby" ucap zayyan
sesampainya dikamar ...
"kau mandi dulu biar segar" ucap ziva pada suaminya
"baiklah sayang, apa kau tidak ingin mandi bersamaku?" tanya zayyan
"lain kali saja, aku sudah mandi dan hanya ingin ganti baju" tolak ziva
"baiklah tunggu sebentar ya" ucap zayyan diangguki oleh ziva
Ziva membuka lemarinya hendak mengambil satu setel piamanya, namun ekor matanya melirik lingerie yang sudah jarang ia pakai.
"sayang sekali sudah tidak pernah dipakai lagi" ucap ziva yang sudah memegangi lingerie berwarna cream
"aku pakai saja yang ini supaya tidak terlalu mencolok" ucap ziva
Ia pun memutuskan memakai lingerie berwarna putih satin.
Jakun zayyan naik turun saat melihat ziva yang berada dimeja rias sedang menyanggul rambutnya.
"hmm" zayyan berdehem
"sayang kau ..." ucapan zayyan dipotong oleh ziva
"aku mengenakannya karena sudah lama tidak pakai, aku harap kau tidak merasa terusik suamiku" goda ziva
"justru aku senang kau sangat antusias dalam pekerjaan kita malam ini" ucap zayyan
"apa hubungannya pekerjaan kita dengan lingerie?" tiba tiba otak ziva tidak bekerja
"tentu saja sangat berhubungan dan berkesinambungan" jawab zayyan
Zayyan mendekati istrinya yang masih duduk didepan meja riasnya, ia lalu mengelus pundak putih nan halus milik istrinya
"kau tahu sayang, kau sangat menggoda dengan pakaian dinasmu ini" ucap zayyan dengan sensual
"sudahlah suamiku, kita harus bekerja lembur malam ini jadi jangan buang waktu" ucap ziva yang mulai meremang
"kau benar sayang, kita tidak boleh membuang buang waktu" zayyan mengecup punggung yang sangat amat wangi milik istrinya
"kau sangat wangi sayang" tutur zayyan
Ziva meraba tekuknya, ia benar benar merinding menerima sentuhan dari suaminya
Wanita itu memutar tubuhnya menghadap suaminya, ia mendorong dada bidang suaminya yang tidak terbalut apapun, yang ada hanya handuk putih yang dililitkan diperut.
"jangan menggodaku" ucap ziva hendak menjauh namun tangannya sudah lebih dulu digenggam oleh zayyan.
"bukannya kau yang lebih dulu menggodaku?" tanya zayyan
Ziva tersenyum malu, ia juga menundukkan wajahnya untuk menghindari tatapan mesum dari suaminya.
"kenakan pakaianmu dulu" ucap ziva yang menunduk
"untuk apa sayang, jika pada akhirnya akan dilepas juga" ujar zayyan
"loh bukannya kita akan segera mengerjakan pekerjaan kantormu?" ucap ziva spontan
Zayyan tertawa mengetahui ternyata pikiran ziva berlawanan arah dengannya.
"memangnya aku ada mengatakan kalau kita akan mengerjakan pekerjaan kantor?" tanya zayyan yang langsung membuat otak ziva koslet
"apa? Jadi pekerjaan apa yang kau maksud suamiku?" tanya ziva syok
"tentu saja bercocok tanam" jawab zayyan
Tanpa basa basi ia menyerobot bibir istrinya dan menggendongnya menuju ranjang. Ziva pun menerima dengan hangat serangan dari suaminya yang mendadak itu.
"aku akan mulai mencetak adiknya nio mulai malam ini" ucap zayyan berbisik ditelinga ziva
"hmm terserah padamu suamiku" jawab ziva
zayyan menjelajahi leher hingga ke dada istrinya dan tidak lupa meninggalkan tanda tanda kepemilikannya disana.
Sedangkan dibawah sana tangan liar zayyan mulai menjalar meraba area paling sensitif milik istrinya. Sentuhan yang terasa maut itu hanya bisa direspon dengan de sah an seksi yang keluar dari mulut ziva.
"uuuh" ziva melengguh
Tidak ingin mempercepat penyatuan zayya memilih untuk meransang istrinya terlebih dahulu agar ziva dapat lebih agresif menghabiskan malam panjang ini.
Zayyan memainkan jari nakalnya diarea sensitif milik istrinya membuat ziva beberapa kali melengguh nikmat. Sedangkan dibagian dada zayyan dengan rakus ******* puncak gunung kembar ziva yang benar benar terasa mengencang.
Zayyan dapat merasakan jika milik ziva sudah mulai basah, dan dengan tidak sabar ziva menarik handuk yang melilit pada perut zayyan agar segera melakukan penyatuan.
"jangan buru buru sayang" ucap zayyan dengan nakal
"aku ingin sekarang" ucap ziva yang sudah dipenuhi kabut gairah
Zayyan tertawa pelan melihat reaksi istrinya yang sudah tidak dapat menahan bi ra hi nya.
Ziva jadi kesal karena zayyan malah menertawakannya yang mulai tersiksa, ia lalu membanting tubuh suaminya agar terbaring diranjang itu sedangkan ia mulai mengambil alih kendali.
Namun ziva tidak langsung melakukan penyatuan, ia ingin balas dendam lebih dulu, ziva memainkan benda pusaka milik zayyan yang sudah berdiri sempurna, lalu mengulumnya seperti biasa yang ia lakukan, dan jangan tanyakan zayyan, pria itu terus menerus men de sah sepanjang permainan itu berlangsung
"lebih dalam sayang" pinta zayyan yang mulai meracau tidak jelas
tentu saja ziva dengan senang hati menuruti permintaan zayyan agar dapat memuaskan suaminya itu.
"cukup sayang, ayo masukkan" pinta zayyan agar istrinya segera memimpim penyatuan
ziva naik keatas perut zayyan, lalu melakukan penyatuan dengan perlahan, keduanya kembali melengguh ketika milik mereka berhasil menyatu dengan sempurna
Ziva mulai menggerakkan pinggulnya dengan agresif, kemampuan ziva dalam berhubungan suami istri memang tidak dapat diragukan lagi oleh zayyan, istrinya yang jauh lebih muda darinya benar benar tahu cara memuaskan dirinya, entahlah zayyan pun tidak tahu dimana dan bagaimana ziva mempelajari semua itu dengan sempurna.
"sekarang giliranku" zayyan mengambil alih kendali.
Zayyan merebahkan tubuh istrinya yang mulai dibasahi oleh keringat, barulah ia mulai memimpin permainan kali ini.
"suamiku aaah" racau ziva
"aku mau kelu.. Ah" lagi lagi ziva tidak dapat menyelesaikan ucapannya
"sabar sayang, kita akan selesaikan bersama sama"
Zayyan memacu tubuhnya lebih cepat dari sebelumnya demi mendapatkan kenikmatan yang sesungguhnya.
"aaaah" erangan ziva dan zayyan bersamaan saat mendapatkan pelepasan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
oke guys kita sampai disini travelingnya😅
Panas dingin nggak tuh? Hehe