
Ziva lalu menatap bu elen, ia harus cepat pergi ke kampus kalau tidak telinganya akan dipenuhi kata-kata yang menyakitkan jiwanya.
Diperjalanan menuju kampus pikiran ziva terus melayang memikirkan zayyan. Tidak sengaja ia menabrak salah satu mobil yang sedang terparkir diujung jalanan.
Brruukk...
"astagafirulah" kaget ziva yang telah sadar dari lamunannya
"hey" teriak pria yang mobilnya ditabrak dari belakang
Ziva lalu melepas sabuk pengamannya dan keluar mobil saat kaca mobilnya telah diketuk dari luar
"pak maaf saya tidak sengaja menabrak mobil anda" ucap ziva sambil menyatukan kedua tangannya memohon maaf
"sengaja atau tidak tetap saja mobilku lecet" marah pria itu
"sa..saya akan bertanggung jawab pak, saya akan perbaiki kerusakan yang ada dimobil bapak" ucap ziva
"berikan KTPmu kau mahasiswa kan? pasti sudah punya tanda pengenal kalau kau menipuku aku dengan mudah melaporkanmu pada polisi karena telah mempunyai data dirimu, berikan juga nomor ponselmu agar mudah aku menghubungimu dan kunci mobilmu selama mobilku belum baik maka mobilmu ada padaku dan satu lagi jangan memanggilku bapak karena aku bukan bapakmu" oceh pria itu
"cerewet juga pria ini" gumam ziva dalam hati
"oke baiklah, ini KTP ku, ini kunci mobilku, dan berikan ponselmu aku akan menyimpan nomor telfonku pada ponselmu" pinta ziva setelah memberikan barang-barang yang pria itu mau lalu meminta ponsel pria itu
"ini" ucap pria itu menyodorkan ponselnya
Ziva lalu mengetik nomor ponselnya diponsel pria itu lalu mengembalikannya lagi
"aku syaquel fernando" ucap pria itu mengulur tangannya
"zivani smith" sambut ziva
"sekali lagi saya minta maaf, pikiran saya sedang kalut saya tidak dapat fokus menyetir jadi tidak sengaja menabrak mobil anda" jelas ziva lagi
"ya tidak papa, sebenarnya aku marah karena mobilku lecet tapi melihat rasa tanggung jawabmu juga kecantikanmu membuat amarahku luluh seketika" ucap syaquel
"astaga narsis sekali pria ini" batin ziva
"terimakasih pujiannya, anda terlihat rapi pasti ingin pergi bekerja silahkan pakailah mobilku ini, anda percayakan saja mobil anda pada saya, kalau mobilnya sudah kembali stabis saya akan langsung menghubungi anda" ucap ziva
"iya, kalau begitu aku pergi dulu aku buru-buru karena akan ada meeting dengan rekan kerjaku" ucap syaquel
"ya silahkan" ziva mempersilahkan syaquel mengendarai mobilnya.
Melihat mobilnya telah melaju dijalanan ziva lalu menghubungi vanya untuk meminta bantuan.
"halo kak vanya" ucap ziva melalui sambungan telfon
"hmm" jawab vanya singkat
"kak apa kau sibuk?" tanya ziva
"sangat sibuk dek" ucap vanya tanpa menghentikan kegiatannya
"bisa aku meminta bantuan?"tanya ziva lagi
"sebenarnya tidak bisa, tapi katakan saja siapa tau bisa ku bantu" ucap vanya diseberang sana
"tega sekali kau kak, begini kak tadi aku tidak sengaja menabrak mobil orang dan aku meninjamkan mobilku sebagai pertanggung jawaban selama mobilnya rusak, sekarang yang menjadi masalahku mobil orang itu mogok dan aku tidak bisa membawanya sedangkan aku harus buru-buru ke kampus karena sudah telat"jelas ziva
"iya kak, terimakasih banyak kau memang selalu bisa diandalkan" ucap ziva lalu mematikan telfonnya
Ziva lalu mencari taksi dan pergi ke kampus..
Diperusahaan Richard Corporation. Zayyan baru saja turun dari mobilnya lalu melangkah memasuki kantornya, namun netranya terusik sesuatu, ia melihat mobil minimalis berwarna silver yang menurut nalarnya ia mengenali mobil itu.
"hmm mobil siapa ya? Sepertinya pernah lihat" batin zayyan terus memperhatikan mobil tersebut
Ia lalu mengambil ponselnya dari saku dan menghubungi asistennya.
"def coba cari tau plat mobil Z******AS siapa pemiliknya" perinta zayyan lewat sambungan telfon
"baik pak" sahut defri patuh
Zayyan lalu melanjutkan langkahnya memasuki kantornya.
"Selamat pagi Pak zayyan" ucap Syaquel
"Pagi pak Syaquel, maaf sudah membuat anda menunggu" ucap zayyan saat menemukan syaquel sudah sampai lebih dulu diruangannya
"tidak masalah pak saya juga baru saja tiba disini" sahut syaquel ramah
Syaquel dan zayyan lalu membahas mengenai kerja sama perusahaan dan hal hal lainnya yang berkaitan dengan perusahaan
"saya pamit undur diri pak zayyan semoga perusahaan kita bisa terus bekerja sama dengan baik" ucap syaquel lalu menjabat tangan zayyan
"ya semoga hubungan ini terus berlanjut dan menguntungkan kedua perusahaan ini" ucap zayyan ramah
syaquel lalu keluar dari perusahaan Richard Corporation.
Tok..tok..tok
"masuk"suara zayyan dari dalam
defri lalu mendorong pintu ruangan zayyan setelah dipersilahkan masuk.
"pak saya ingin melaporkan sesuai hasil mengecekan plat mobil yang bapak sebut tadi tertulis atas nama Nona Zivani Smith" ucap defri
"ziva, berarti ziva ada disini?" tanya zayyan
"saya kurang tau pak, kita bisa mengecek CCTV kantor untuk mengetahui apa nona ziva ada dikantor ini" usul defri
"ya, kau cek CCTV dari parkiran siapa tahu bukan ziva yang mengendarai mobilnya" feelling zayyan
"baik pak saya undur diri" defri lalu keluar dari ruangan zayyan dan menuju ruangan operator CCTV.
Visual
SYAQUEL EXEL FERNANDO
28 tahun
Anak kedua keluarga Fernando
Ceo perusahaan FE.Company