My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Kedatangan Claree



Keesokan harinya...


"oke selesai, tinggal menunggu daddy menjemput kita" ucap bu bianca setelah merapikan barang barang sang putra


"apa daddy akan lama?" tanya zayyan


"kau kenapa sayang? Kau sudah tidak sabar bertemu istrimu ya?" tebak bu bianca


Zayyan hanya memutar bola matanya jengah tanpa membalas perkataan sang ibu.


Ya, hari ini zayyan diperbolehkan untuk pulang, setelah pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan dokter andrew yaitu selaku dokter yang menangani zayyan selama ini hasilnya tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, seluruhnya terpantau sangat stabil, luka luka ditubuh zayyan juga telah sembuh dan juga gips yang membalut lengan kanan zayyan juga sudah dilepas hanya saja lengan kanan zayyan disarankan untuk tidak dipergunakan melakukan aktivitas berat.


"mom, daddy sedang sibuk jadi aku yang akan menjemput kalian" ucap rayyan yang baru saja tiba


Bu bianca dan zayyan secara bersamaan melirik kearah datangnya rayyan namun perhatian mereka malah pada gadis cantik yang mengekor dibelakang rayyan.


"aunty, zay" sapa gadis itu sembari memamerkan senyum termanisnya


"Claree" sahut bu bianca dengan raut terkejut


"aunty apa kabar?" claree memeluk aunty kesayangannya itu


"aunty baik nak, kau bagaimana? apa kau datang bersama daddy atau mommymu?" bu bianca menghambur pertanyaan pada keponakannya itu


"no aunty, aku datang sendirian" sahut claree


"aah aunty sangat rindu padamu" bu bianca memeluk erat keponakannya itu yang sudah lama tidak bertemu


"aku juga aunty" tutur claree


"zay bagaimana keadaanmu?" tanya claree pada sepupunya sekaligus pria yang pernah menaungi dihatinya.


Zayyan tidak menjawab, ia hanya menatap claree dari atas hingga bawah dan tentu saja hal itu membuat claree salah tingkah, ia pikir zayyan begitu terkesima dengan penampilannya sekarang.


"mom ayo, setelah ini aku harus ke kantor" ucap rayyan


"baiklah ayo" ucap bu bianca


Di dalam mobil claree yang duduk dibelakang kursi pengemudi menatap dua pria yang saat ini duduk didepannya, yaitu rayyan yang sedang fokus mengemudi dan zayyan yang duduk disamping kursi pengemudi atau disamping rayyan.


"dua duanya sama sama tampan" gumam claree di dalam hatinya


Ia kemudian teringat pada foto pernikahan zayyan dan istrinya yang terpampang dikediaman richard sewaktu ia bertamu tadi, ia memang tidak datang sewaktu acara pernikahan sepupunya itu karena berbagai alasan, yang pertama ia begitu sibuk dengan pemotretannya sebab ia merupakan seorang model yang cukup terkenal dinegaranya dan alasan kedua, ia masih belum bisa mengikhlaskan pria yang dulu pernah menjalin hubungan spesial dengannya kini telah menikahi wanita lain.


Ya, walaupun mereka punya hubungan keluarga namun secara diam diam mereka malah menjalin hubungan spesial lainnya, hingga suatu hari keluarga mengetahui semuanya dan menentang hal itu lalu mereka memutuskan untuk berpisah.


"sayang, apa kau ada pekerjaan disini? Karena setahu aunty kau kan orang yang super sibuk, bahkan diacara pernikahan zayyan pun kau tidak hadir" ucap bu bianca


"iya aunty, aku ada pemotretan dibeberapa daerah yang ada diindonesia" jawab claree


"oh begitu, baiklah lalu kau akan tinggal dimana? Tinggal saja dirumah aunty ya" pinta bu bianca


"boleh jika tidak merepotkan" sahut claree dengan sopan


"oh yaampun, justru aunty sangat senang jika keponakan aunty yang cantik ini bersedia tinggal dirumah aunty" tutur bu bianca.


"thanks aunty" ucap claree


"mom, kata ziva dia akan pulang kerumah diantar supir keluarganya, jadi kita tidak perlu menjemputnya" lapor rayyan


"baiklah jika begitu" sahut bu bianca


Sesampainya dirumah, zayyan mengedarkan pandangannya bagaikan seorang tamu yang hendak memasuki rumah orang. Ia juga menatap satu persatu vigura yang terpampang dirumah itu.


"nak ayo biar mommy antarkan ke kamarmu" ucap bu bianca


"ya mom" zayyan mengangguk dan mengekor dibelakang ibunya


"sebentar ya cantik" ucap bu bianca, meminta claree untuk menunggunya sebentar


ia mulai dibuat bingung oleh tingkah zayyan, sewaktu dirumah sakit pria itu sama sekali tidak menggubrisnya, bahkan saat dalam perjalanan pulang zayyan tidak mengeluarkan sepatah katapun, sekarang saat tiba dirumah zayyan seperti orang baru yang menatap rumahnya sendiri dengan kagum. sebenarnya apa yang terjadi pada zay? Pikir claree


"saat ziva datang, mommy akan langsung menyuruhnya menemuimu" ucap bu bianca dan dijawab anggukan


Bu bianca pun keluar dari kamar zayyan dan kembali menemui keponakannya yang sedang menunggunya dibawah


"aunty aku ingin bertanya sesuatu, apa boleh?" izin claree


"tentu saja sayang, katakan saja" jawab bu bianca


"apa zay sakit parah? dia tidak seperti dulu lagi sekarang dia sangat irit bicara" tanya claree


bu bianca tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh claree, sangatlah wajar jika wanita yang merupakan keponakannya itu bertanya demikian karena zayyan memang lebih banyak diam dan tidak mau berinteraksi dengan orang yang belum ia kenal sebab ingatannya yang terganggu.


"begini sayang, zayyan mengalami kecelakaan beberapa minggu lalu apa kau sudah tau itu?" tutur bu bianca


"aku sudah tahu dari ray" jawab claree


"akibat dari kecelakaan itu, fungsi otak zayyan terganggu dan membuatnya hilang ingatan" ucap bu bianca dengan sendu


"oh begitu" claree cukup syok dengan berita itu


"pantas saja dia diam saja tadi saat aku menyapanya" lanjutnya


"maaf ya sayang" ucap bu bianca sembari mengelus rambut panjang ponakannya


"aku bisa mengerti aunty, dan itu pasti sangat berat untuk kalian semua" ucap claree merasa iba


"mommy" sapa ziva yang kebetulan sudah tiba dikediaman richard.


"ziva sayang kau sudah datang?" bu bianca memeluk menantunya


"hai cucu oma" bu bianca beralih menciumi sang cucu yang berasa di stroller bayi


Ziva kemudian melirik pada wanita yang duduk disofa, walaupun ziva belum mengenal wanita itu namun ziva tetap menampilkan senyum manisnya. Sedangkan claree menatap ziva dengan angkuh dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Claree kemarilah" bu bianca memanggil keponakannya


Claree pun mendekati dua wanita itu dan memaksakan tersenyum


"claree sayang ini ziva istrinya zayyan, dan ziva nak ini claree sepupunya zayyan dan rayyan" bu bianca memperkenalkan mereka satu per satu


"hai claree senang bisa bertemu denganmu" ucap ziva dengan ramah


"iya, aku juga" sahut claree


"ziva kau ingat kan dengan om berend, dialah putrinya" ucap bu bianca


ziva mengangguk menanggapi ucapan mertuanya


"dia seorang model dan untuk 2 minggu kedepan dia ada job diindonesia jadi mommy memintanya untuk tinggal dirumah kita" lanjut bu bianca


Setelah sesi perkenalan tadi, ziva pun melangkahkan kakinya menuju kamar sang putra yang telah dipersiapkannya disebelah kamar mereka, ziva menidurkan nio di box bayinya lalu ia menuju kamar dimana suaminya berada.


"hay" ziva t



Claree valerie Brown


26 tahun


seorang model


putri pak berend brown dan bu cesiee van cooper