My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
kelicikan



Keesokan harinya, seluruh keluarga Richard sedang menikmati sarapan. Diantara keheningan bu bianca akhirnya buka suara.


"kak, kami akan menyiapkan pernikahan kalian dalam waktu dekat ini" tekan bu bianca


"wah kau akan menikah dengan ziva kak" ucap rayyan antusias


"kau salah dek, kakakmu akan menikah dengan kakaknya ziva yaitu silvi" ucap bu bianca


"dan itu tidak akan terjadi" ucap zayyan dengan menyunggingkan bibirnya


"akan terjadi" tekan bu bianca


"aku bersumpah tidak akan menikahinya mom, jika itu sampai terjadi saat itu juga nyawaku akan hilang dihadapan kalian semua" kecam zayyan dengan raut membunuhnya


"tapi.." ucapan bu bianca terpotong


"cukum mom jangan merusak suasana sarapan kita" pak will menghentikan perdebatan itu


semua terdiam dan melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda


"aku berangkat" zayyan berdiri dari duduknya sambil mengelap bibirnya dengan tisu


"berhati hatilah mengendarai mobil nak" ucap pak will dan diangguki oleh zayyan


baru saja sedetik zayyan pergi, rayyan ikut berpamitan ke kantor


"dad mom aku berangkat" ucap rayyan memakai jasnya


"iya hati hati ya sayang" ucap bu bianca diangguki oleh rayyan


sesampainya dikantor, dengan langkah lebar zayyan menuju ruangannya didampingi sang asisten yaitu Defri. Namun mood nya langsung berantakan karena netranya menangkap keberadaan silvi yang sedang berbicara dengan sekertarisnya. Zayyan terus berjalan dengan acuh tanpa memperdulikan ucapan silvi.


"zayyan tunggu sebentar" ucap silvi menyeimbangkan langkahnnya dengan zayyan


"zayyan dengar aku dulu" ucap silvi lagi tetapi zayyan tetap acuh.


"zayyan" pekik silvi menahan tangan zayyan


"jangan sentuh aku" bentak zayyan saat mereka sudah dalam ruangannya


"zayyan" silvi mulai meneteskan air matanya karena mendapat bentakan zayyan


"keluar def" ucap zayyan pelan diiringi dengan kode tangannya


defri menunduk patuh lalu keluar dari ruangan atasannya itu.


"sudahi sandiwaramu itu silvi, kau bukan saja menghancurkan hubunganku dengan ziva, tapi kau menghancurkan hidupku, semua hancur karena kau, kau yang terlalu murahan" bentak zayyan disertai makiannya


"kalau kau mencintainya seharusnya kau meminta pertanggung jawabannya, bukan malah menyeret orang lain silviana agatha" zayyan meninggikan suaranya lebih dari sebelumnya


"zayyan aku hanya meminta pertolonganmu, kau hanya perlu menikahiku saja tidak perlu menganggap kita sebagai suami istri tidak perlu zayyan, aku hanya ingin menyelamatkan nama baik keluargaku" ucap silvi dengan air mata yang deras


tok..tok..tok


"maaf, apa aku mengganggu?" tanya rayyan dengan hanya memperlihatkan kepalanya dibalik pintu


"masuklah dan diam disitu" ucap zayyan


rayyan masuk dan mendaratkan bokongnya disofa, ia menyadari raut wajah zayyan yang sangat marah dan silvi yang menangis frustasi.


"kau terus saja meminta tolong silvi sampai kau jadi tidak tahu diri, karena terus saja aku tolong kau malah menyalah gunakan kebaikanku, kau mengambil keuntungan dari persahabatan ini silvi, waw sangat licik, kau patut diapresiasi" ucap zayyan dengan amarahnya yang memuncak


"zayyan aku tidak berniat seperti itu, aku..aku sangat trauma untuk datang pada el meminta dia bertanggung jawab, kau tau kan dia hampir saja membunuhku zayyan, aku mohon padamu kasihani baayiku dia tidak berdosa zayyan dia berhak hidup dan melihat dunia" silvi berlutut dilantai untuk mendapatkan pertolongan dari zayyan


Zayyan tidak menjawab apapun ia malah berbalik membelakangi silvi yang sedang berlutut padanya. Sejujurnya ia tidak tega melihat silvi seperti itu tetapi permintaannya sangat keterlaluan.


"rayyan ray, tolong tolong bujuk dia tolong ray" silvi berdiri menuju tempat rayyan duduk.


"sil kalau kau meminta kami untuk membuat kekasihmu bertanggung jawab mungkin bisa kami usahakan tetapi dengan membuat zayyan menikahimu itu jalan yang sangat salah" ucap rayyan


"tidak tidak ini sudah benar, jalan yang ku pilih ini sudah benar, zayyan kau kau harus tetap menikahiku apapun caranya akan aku lakukan, aku aku tidak peduli aku akan kehilangan apa saja demi anakku aku akan melakukan apapun bahkan jika hubungan persaudaraanku dengan ziva akan berakhir aku tidak peduli " ucap silvi dengan penuh kelicikannya


"kau" sentak zayyan dan hampir saja mencekik silvi namun dicegat oleh rayyan


"zayyan tahan" pekik rayyan tanpa embel embel kakak


"apa yang kau lakukan kak, dia sedang hamil dan kau ingin melakukan kekerasan fisik" ucap rayyan dengan suara yang cukup tinggi


"aku memang ingin membunuhnya, karena dia terus saja membebani hidupku" bentak zayyan dengan amarah yang mendidih


"jaga batasanmu kak" tunjuk rayyan dihadapan zayyan membuat zayyan menenangkan dirinya sendiri


"ayo sil kita pergi" rayyan menarim tangan silvi


"kita mau kemana?" tanya silvi menahan langkahnya


"kita temui brensek itu, cih dasar laki laki pengecut" ucap rayyan sambil meludah


Rayyan lalu membawa silvi menuju kantor syaquel fernando.


"silvi kau datang, aku merindukanmu" ucap syaquel merentangkan tangannya hendak memeluk silvi namun langsung didorong oleh rayyan