
Tidak berselang lama ponselnya berdering, ia melihat layar ponselnya, ternyata daddy nya yang menelfon, ia lalu menjawab panggilan itu.
"halo kak" ucap pak will diseberang sana
"ya dad" jawab zayyan
"kau dimana nak?" tanya pak wil
"diapartemen ku dad" jawab zayyan
"bisa kau pulang sekarang?" ucap pak will
"ada apa dad?" tanya zayyan
"ada hal penting kak" jawab pak will
"aku akan datang" ucap zayyan
"secepatnya ya nak" ucap pak will
"ya 15menit lagi aku sampai dad" ucap zayyan sambil melirik jam tangannya
"baiklah hati hati dijalan nak" ucap pak will sebelum ia memutus sambungan telepon
zayyan merapikan kamejanya yang sempat ia buka. Lalu pergi dari apartemennya
"pak leon, anak saya sedang diperjalanan pulang" ucap pak will
"baiklah, kita tunggu zayyan dulu pak william" ucap pak leon dan diangguki oleh pak william
15menit kemudian, terdengar suara mobil zayyan memasuki pekarangan rumah.
"itu dia sudah datang" ucap bu bianca
"malam" ucap zayyan saat memasuki rumah
"nak duduklah dulu disini" pinta bu binca dan dipatuhi zayyan
zayyan sempat tersenyum pada pak leon sebagai tanda hormat sedangkan pada bu elen zayyan menatapnya sinis.
"kak, ini pak leonard smith dan bu selena, kau kenal mereka?" tanya pak will pada zayyan
"ya dad mereka orang tua dari kekasihku zivani smith" zayyan sengaja menekan nama zivani diakhir kalimatnya karena ia sudah tau maksud kedatangan kedua paruh baya itu
"hmm" pak leon berdehem untuk menetralkan keterkejutannya saat tau putri bungsunya menjalin hubungan dengan pria yang telah melecehkan putri sulungnya
"ayah aku sudah tau penyebab ayah datang kemari" zayyan menatap dalam mata pak leon
"maaf, kami kurang paham, ada baiknya agar dibicarakan dengan baik baik agar bisa lebih jelas" potong pak will saat melihat ada ketegangan antara anaknya dan pak leon
"kedatangan kami kesini untuk meminta pettanggung jawaban zayyan putramu karena sudah menghamili putri sulungku silviana agatha smith" jelas pak leon
"hah?" bu bia sangat kaget dengan pernyataan pak leon
"benarkah itu nak?" tanya bu bia pada zayyan
"itu fitnah mom" jawab zayyan dengan datarnya
"bagaimana bisa kau mengatakan itu fitnah, putriku benar benar sedang mengandung dan kau menolak mengakui anak itu" geram pak leon yang tersulut emosi
"ayah, silvi memang sedang hamil aku mengetahui itu tetapi dia tidak sedang mengandung benihku karena aku sama sekali tidak pernah melakukan hal menjijikkan seperti itu padanya" ucap zayyan tegas
"kau bilang bukan anakmu? sedangkan kau yang selalu datang menjemput putriku dirumahku, tidak ada pria lain yang selalu datang ke rumahku menjemput silvi selain kau, artinya putriku tidak pernah dekat dengan pria lain selain kau zayyan richard" geram pak leon
"tenang dulu pak leon, jangan emosi" ucap pak will menengahi
"bagaimana aku tidak emosi pak william, putriku telah ternodai dan pria yang menodainya tidak mau bertanggung jawab" ucap pak leon seakan merendahkan zayyan
"ayah, setahun terakhir ini aku menjalin hubungan dengan putri bungsumu zivani, lalu untuk apa aku melecehkan putri sulungmu? Jika aku mengingginkan hal tersebut aku bisa langsung menikahi zivani lalu untuk apa aku melakukan dosa yang ayah tuduhkan itu" jelas zayyan
"begini pak leon apa bapak sudah coba tanyakan siapa orang yang melakukan hal tidak senonoh itu pada silvi? Barang kali silvi punya kekasih dan pak leon tidak mengetahui hal tersebut, mengingat silvi adalah seorang wanita yang memimpin perusahaan keluarga tentu saja jangkauan silvi sangat luas dan siapapun akan tertarik padanya" bu bianca mencoba menenangkan suasana
"tentu aku sudah bertanya padanya, dia mengatakan bahwa ia mengandung anaknya zayyan maka dari itu aku datang meminta pertanggung jawaban dari putra kebanggaan kalian ini" ucap pak leon
"apa putri pak leon punya bukti untuk itu? maksudku bukti bahwa yang menghamilinya adalah zayyan?" tanya pak will
"yaampun pak william yang terhormat, anakku itu seorang wanita jika ia menyatakan ia telah dilecehkan apalagi sampai membuatnya hamil tentu saja itu adalah kenyataan yang benar adanya, lalu untuk apa pembuktian orang dia telah hamil kok, memangnya ia harus menunjukkan vidio rekaman bercintanya baru kalian akan percaya" pungkas bu elen.
"pak will kami datang bukan untuk mengemis pertanggung jawaban kalian, jika kalian tidak ingin bertanggung jawab tidak masalah, kami tidak kekurangan uang hanya untuk membesarkan bayi itu nanti, tetapi ingatlah jika nanti kalian menyadari bahwa anak itu adalah anak cucu kalian jangan berharap untuk bisa bertemu anak itu" ucap pak leon
"begini saja ayah, aku akan menikahi silvi jika ada hasil tes DNA" ucap zayyan
"tidak aku menolak syarat itu, melakukan tes itu saat bayi masih dalam kandungan sangat beresiko dan berbahaya" tolak bu elen
"kalau begitu kita tunggu saja sampai anak itu lahir" putus zayyan
"tidk bisa kak itu akan mencemari nama baik kedua keluarga" ucap pak will
"kalau begitu aku tidak mau ambil pusing dengan permasalahan ini" putus zayyan lalu meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya
"begini pak leon, kami akan bertanggung jawab atas semua ini tapi beri kami waktu untuk membujuk anak kami itu" ucap bu bianca
"baiklah, kami pergi dulu" ucap bu elen setelah mendapat angin segar