
"eh kalian sudah datang?" suara bu liza mengagetkan kedua pasangan yang sedang traveling itu
"sudah bunda" jawab zayyan melihat bu liza turun dari tangga
"bagaimana terapimu hari ini nak?" tanya bu liza pada ziva
"lancar bun, dan aku sudah bisa berdiri" ucap ziva antusias
"baguslah kalau begitu, semoga secepatnya kau bisa berjalan normal ya sayang" ucap bu liza
"amin" ucap ziva dan zayyan bersamaan
"kalau begitu aku langsung ke kantor dulu ya" pamit zayyan
"eh sebentar zayyan bunda ambilkan dulu" bu liza pergi berlalu kearah dapur
melihat bundanya pergi ke dapur, ziva pelan pelan menarik ujung jas zayyan meminta agar zayyan menunduk sedikit
"ada apa hum? Kau mau dicium lagi" goda zayyan sambil berbisik setelah ia membungkukkan tubuhnya sedikit
"ih kak, otak kakak itu dibersihkan dulu biar nggak mesum terus" gerutu ziva
"hahaha itu kan normal sayang" ucap zayyan dengan kedipan menggoda
"sudahlah kak, ambil ini" ziva memberikan kamera kecil ke tangan zayyan
"untuk apa ini?" tanya zayyan heran
"taruh disamping kemudimu" ucap ziva
"oh yaampun pacarku ini memang sangat posesif" gemas zayyan sambil mencubit pipi ziva
"ya terserah apa katamu" ucap ziva padahal ia sudah sangat malu telah memperlihatkan sisi agresifnya
"ya baiklah nyonya zayyan richard akan ku lakukan sesuai perintahmu" ucap zayyan patuh lalu kembali berdiri tegak, ia juga memasukkan kamera kecil itu ke dalam saku jas nya
"hmm tapi boleh aku tau satu hal, apa ini terhubung ke ponselmu?" tanya zayyan dan dijawab anggukan oleh ziva
"tapi ziva aku sering ganti pakaian dimobil, jadi tidak apa yah matamu sedikit ternodai" bohong zayyan
"what? kenapa kau punya kebiasaan seburuk itu kak, bagaimana kalau ada yang mengintip dari luar " kesal ziva
"haha aku bercanda sayangku" zayyan tertawa puas setelah berhasil menjahili ziva
"nah ini bawalah untuk makan siangmu" bu liza memberikan 2 kotak makanan pada zayyan
"yaampun bunda tidak perlu repot repot seperti ini" ucap zayyan setelah menerima bekal dari bu liza
"ahaha untuk calon mantu sama sekali tidak merepotkan" ucap bu liza sambil menyentuh otot lengan zayyan
Ziva memutar bola matanya malas, sungguh menggelikan bagi ziva.
"yasudah terimakasih ya bunda, sayang aku pamit ke kantor ya" pamit zayyan tanpa rasa malu
"ya jangan lupakan yang itu" ziva kembali mengingatkan kamera yang ia beri itu
"iya sayang akan selalu ku ingat sama seperti aku yang selalu memikirkanmu" gombal zayyan dan berlalu pergi
ziva langsung bergelidik ngeri mendengar gombalan zayyan.
"haha dasar anak muda" tawa bu liza
Hari berganti hari, bulan berganti bulan tidak terasa ziva telah lulus kuliah dengan predikat mahasiswi terbaik. Ziva juga sudah sembuh dari kelumpuhannya, sekarang ia sudah bisa beraktivitas secara normal, seperti yang saat ini ia lakukan di butik yang berhasil ia dirikan seminggu yang lalu.
"greis tolong cek gaun pesanan nyonya bianca, sebentar lagi dia akan datang untuk jemput" ucap ziva pada karyawan kepercayaannya atau tangan kanannya.
"iya kak" jawab greis dan langsung melakukan apa yang disuruh oleh sang atasan
"halo kak" ucap ziva menjawab panggilan zayyan
"sayang kau sibuk?" tanya zayyan
"cukup sibuk kak, ada apa?" jawab ziva
"tidak ada apa-apa sayang aku hanya ingin bilang kata rayyan dia punya kenalan seorang model" ucap zayyan
"benarkah? Kalau begitu katakan saja pada rayyan untuk mengatur pertemuanku dengan model kenalannya itu ya kak" ucap ziva antusias
"iya akan ku katakan padanya, lanjutkan lah pekerjaanmu" ucap zayyan
"iya, miss you" ucap ziva
"love you uummchh" ucap zayyan lalu memutus sambungan teleponnya
tok..tok..tok
"kak diluar sudah ada nyonya bianca" lapor greis
"oke baiklah" jawab ziva lalu pergi menemui bu bianca
"hai sayang" sapa bu bianca
"halo mommy, maaf sudah buat mommy menunggu" ucap ziva.
"oh no no no sayang mommy baru saja datang kok" ucap bu bianca
"oh iya mom duduk dulu" ziva mempersilahkan bu bianca untuk duduk
"greis tolong bawa gaunnya ya" pinta ziva pada karyawan kepercayaannya itu
"iya kak" patuh greis
"gimana kamu udah nemuin model yang mau kerja sama bareng kamu?" tanya bu bianca
"tadi kata kak zayyan, ray punya kenalan model ini kita baru mau ngatur waktu untuk ketemuan"jawab ziva
"oh ya? Mommy baru tau anak nakal itu punya kenalan model" ucap bu bianca
"ini gaunnya" greis memberikan gaun itu pada ziva
"mau di coba dulu mom?" tanya ziva
"boleh" bu bianca mengambil gaun tersebut dan membawanya ke ruang ganti
"waw luar biasa ziva, ini sangat perfect" puji bu bianca setelah ia mencoba gaunnya
"ah terima kasih mommy" ucap ziva tersipu
setelah bu bianca melepas gaun itu ziva langsung menyuruh greis mempacking gaun tersebut untuk dibawa pulang.
"mommy terima kasih sudah berlangganan di butik ziva yang sederhana ini" ucap ziva sebelum bu bianca pergi
"astaga sayang, kamu kan baru seminggu lalu meresmikan butikmu ini sebentar lagi pasti pelangganmu akan semakin bertambah semakin banyak pula rezekimu" nasihat bu bianca
"iya mom" jawab ziva
"yasudah mommy pulang dulu ya, oh iya mommy juga sudah promosikan butikmu ke anggota organisasi mommy, grup sosialita mommy, juga teman-teman ariasan mommy. siap-siap saja butikmu akan di serbu haha" ucap bu bianca dengan girang
"terima kasih mommy, hati-hati di jalan" ucap ziva sambil melambaikan tangannya.
Ditempat yang berbeda, zayyan yang sedang mengendarai mobilnya menuju perusahaan adik kembarnya tiba-tiba dikagetkan dengan seorang wanita yang nampak berantakan namun berusaha berlari sekuat tenaga.