My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Playboy akut



Ziva lalu memarkirkan mobil dipekarangan rumahnya, ia hanya ingin mengantarkan silvi pulang tanpa mampir dulu karena ia harus segera pulang mungkin saja suaminya sudah dirumah saat ini.


Ia melihat ibu mertua dan saudara iparnya sedamg bersantai diruang keluarga sambil menonton tv sedangkan rayyan berkutat dengan laptopnya.


"sore guys" sapa ziva saat ia telah memasuki rumah suaminya


"sore kakak ipar" jawab rayyan tanpa menoleh


"sore girl" jawab bu bianca


"mom apa suamiku sudah pulang?" tanya ziva


"iya sayang baru saja mungkin dia masih dikamar" ucap bu bianca


"oke mom" ziva langsung menaiki tangga menuju kamarnya yang berada dilantai atas


"suamiku" panggil ziva sambil membuka pintu kamarnya


"ya istriku" jawab zayyan sembari mengenakan CD nya.


melihat suaminya baru habis mandi dan baru memakai CD ziva langsung memeluknya dari belakang.


"sorry suamiku" ziva memejamkan matanya memghirup dalam dalam aroma tubuh suamimya


"it's okay sayangku" zayyan memutar tubuhnya agar dapat melihat jelas istrinya itu


"sayang sebaiknya kau mandi dulu sana" ucap zayyan sambil mengecup pucuk rambut istrinya


"aku ingin dimandikan" ucap ziva dengan manja


"oh my god, lets go baby" tanpa pikir panjang zayyan langsung menggendong istrinya menuju kamar mandi


Dan tentunya tidak hanya mandi saja zayyan tanpa permisi langsung menggempur istrinya didalam sana, hingga mereka mengerang nikmat bersama sama.


"suamiku tadi kami bertemu syaquel dimall" ucap ziva


saat ini ia sedang merias dimeja riasnya dengan dibantu oleh suaminya untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


"hm lalu?" tanya zayyan


"dia mengajak kakak untuk menikah" jawab ziva


"really?" tanya zayyan lagi


"ya suamiku dan aku tidak suka akan hal itu" ucap ziva


"why? Bukannya itu hal yang sangat bagus? Berarti dia mau bertanggung jawab" ucap zayyan


"entahlah suamiku, aku takut bila pada akhirnya kakak malah dikecewakan lagi" ucap ziva sendu


"bagaimana pendapat silvi?" tanya zayyan


"kakak pun sepemikiran denganmu" jawab ziva


"kalau begitu biarkan mereka menikah, apapun yang kita rasakan saat ini, silvi lah yang paling berhak atas hidupnya dan bayi yang dikandungnya" ucap zayyan


Tetap saja ziva merasa khawatir jika kakaknya bersedia menikah dengan syaquel, ia seperti punya firasat yang buruk.


"baiklah sayangku jangan dipikirkan, lebih baik kita segera makan malam lalu setelah itu kita akan membuat anak lagi" goda zayyan dan malah mendapat cubitan dari istrinya


"dasar mesum" ucap ziva


Mereka lalu turun dan makan malam bersama...


"hmm ziva sayang mommy ingin bertanya sesuatu" ucap bu bianca


"katakan saja mom" sahut ziva


"hmm kakakmu zivanya apa dia sudah punya kekasih?" tanya bu bianca


"setahuku ada mom, tapi aku tidak tau apa masih berlanjut hingga sekarang" jawab ziva


"iya mom, memangnya kenapa dengannya?" tanya ziva penasaran


"oh itu mommy berencana menjodohkan zivana dengan ray" jawab bu bianca dengan santai


Namun berbeda dengan rayyan saking kagetnya ia langsung menyemburkan jus yang baru saja diminumnya hingga mengenai zayyan yang ada didepannya


"ray" zayyan mengeram marah


"oh maaf kak maaf aku tidak sengaja" ucap rayyan mengambil tisu dan memberikannya pada ziva


"mommy lain kali jangan mengagetkan aku" tambah rayyan


"mommy jodohkan saja dia dengan vanya, aku sangat setuju" zayyan mengompori


"hey kak jangan begitu kau" protes rayyan


"memangnya kenapa? Daddy rasa zivanya anak yang baik, dan daddy setuju jika kalian dijodohkan" ucap pak will ikut menimpali


"kau dengar itu ray, belum apa apa sudah dapat 2 suara" ucap bu bianca dengan girang


"mommy aku sudah punya pacar, untuk apa menjodohkanku dengan serigala betina" ucap rayyan kesal


"tapi serigala itu bisa dijinakkan jika kau bersedia menjadi pawangnya" ucap ziva sambil mengunyah


"ah mom aku tetap tidak mau" tolak rayyan


"oh ya mom apa mom masih ingat tidak dengan pertemuan pertama kita?" tanya ziva basa basi


"tentu sayang kita bertemu dimall dan saat itu mommy sedang mengalami insiden" jawab bu bianca


"apa mommy masih ingat dengan wanita yang terlibat pertengkaran dengan mommy waktu itu?" tanya ziva lagi


"iya sayang wanita berambut pirang itu kan yang katanya model terkenal tapi sayang tidak beretika sama sekali" ucap bu bianca


"mommy wanita itulah kekasihnya rayyan, iya kan ray?" ucap ziva


Uhuk..uhuk


rayyan tersedak sesuatu saat ziva mengatakan jika angel adalah kekasihnya


"what? " bu bianca kaget bukan main


"oh iya mom aku juga pernah memergoki mereka berciuman dikantor"tambah zayyan


"oh my god daddy lihatlah anakmu" rengek bu bianca


"mommy dengarkan aku, dia bkan kekasihku dia hanya simpananku" ucap rayyan fruatasi


"what?" pekik bu bianca


"ray sepertinya darahku mengalir deras ditubuhmu" ucap pak will dengan sedikit terkekeh


"dasar kalian playboy akut" ucap bu bianca


"ray berhenti bermain main, menikah itu nikmat" ucap zayyan sembari mengecup pipi istrinya dan jangan tanyakan bagaimana dengan reaksi ziva tentu saja salah tingkah.


"ish" rayyan melempar potongan ketimun kearah zayyan karena kesal


"begini saja ray, besok ajak dia kesini untuk makan malam, kita akan lihat reaksinya" ucap pak will


"oh dad aku tidak setuju" protes bu bianca


"mommy ayolah, dikesempatan inilah dia akan meminta maaf atas ketidaksopanannya" bujuk pak william


"iya mom daddy benar" imbuh ziva


"aku setuju" tambah zayyan


"oh tuhan buatlah makan malam besok menjadi tentram" rayyan berbicara dalam hatinya karena ia tidak bisa membayangkan bagaimana saat angel bertemu dengan mommynya.