
"sudahlah suamiku nanti kau terlambat" ziva mengandeng lengan suaminya lalu turun kebawah untuk sarapan
"oh sayangku, manisnya dirimu" ucap zayyan membuat ziva tersipu
Saat sarapan ziva dengan telaten melayani suaminya, bu bianca tersenyum puas akhirnya putra sulungnya menikah dengan wanita yang sangat tepat.
"hmm apa kalian sudah merencanakan honeymoon?" bu bianca buka suara
Ziva menatap zayyan, ia tidak dapat menjawab pertanyaan ini karena mereka memang belum mendiskusikan mengenai honeymoon.
"kami belum membahasnya mom, tapi kami pasti akan pergi untuk itu" ucap zayyan
"oh ya tentu kalian harus pergi honeymoon, dan jika kau ingin segera daddy akan menggantikanmu dikantor selama kau pergi" ucap pak william menimpali
"thank you dad" ucap zayyan
"dengan senang hati aku akan melakukan apapun demi pertumbuhan cucuku" ucap pak william
"oh tenang saja dad" ucap zayyan dengan santainya sedangkan ziva tersipu malu karena percakapan anak dan ayah ini
"hmm ngomong ngomong kalian harus mencoba cake buatan ziva" ucap bu bianca melirik cake yang dibuat ziva tadi pagi
"oh ya? Memangnya kau bangun jam berapa tadi sayang? " tanya zayyan
"dia bangun dari subuh dan membantu pelayan membuat seluruh sarapan ini" bukannya ziva yang menjawab malah bu bianca yang lebih dulu buka suara
"wow this is so delicious" puji rayyan yang saat ini sedang mencicipi cake buatan ziva
"thank you ray" ucap ziva
"oke aku sudah selesai, dad mom aku berangkat" rayyan menciumi pipi bu bianca lalu pergi
"hati hati ya sayangku" teriak bu bianca pada rayyan yang sudah berlalu pergi
"aku tahu apapun yang kau buat tidak perlu diragukan lagi" ucap zayyan menikmati cake itu
"ah kau bisa saja" ucap ziva dengan malu
"ziva lain kali mommy harus banyak belajar darimu" ucap bu bianca
"aku juga masih banyak belajar mom" ucap ziva merendah
"aku berangkat ya mom dad" pamit zayyan
"sayang nanti siang bisakah kau bawakan makan siang untukku?" tanya zayyan sembari merapikan jasnya
"tentu saja suamiku" jawab ziva
"thank you sayang" ucap zayyan mengelus kepala ziva
"ayo aku antar kedepan" ziva dan zayyan meninggalkan bu bianca dan pak william yang masih menikmati sarapan pagi
sebelum pergi tidak lupa zayyan mengecup kening dan bibir istrinya sedangkan ziva mencium punggung tangan suaminya.
setelah zayyan berangkat, ziva berbincang bincang dengan ibu mertuanya, hari ini ia belum pergi ke butik ia ingin menikmati hari pertamanya dirumah mertua.
Saat ini mereka sedang duduk bersantai didekat kolam berenang menikmati angin sepoi sepoi.
"sayang bagaimana apa kalian sudah mencetak cucu untuk kami?" tanya bu bianca sembari menyeruput jus wortelnya
Mata ziva seketika melebar mendengat pertanyaan ibu mertuanya yang begitu spontan.
"mom kenapa bertanya begitu" jawab ziva
"mommy ingin tahu saja, jangan sampai kalian malah ingin menunda momongan" ucap bu bianca
"tentu tidak mom" ucap ziva sembari melihat lihat majalah yang dipengangnya
"jadi sudah?" tanya bu bianca lagi
"menabur benih" goda bu bianca
"astaga mommy" ziva menggelengkan kepalanya sambil tersenyum malu
"mommy anggap sudah" ucap bu bianca dengan semangat
"he'eum" jawab ziva dengan malu
"jadi bagaimana?" tanya bu bianca
"bagaimana apanya?" tanya ziva heran, pasalnya ibu mertuanya itu berbicara kurang jelas
"bagaimana rasanya?" tanya bu bianca
"menurut mommy?" ziva bertanya balik
"tentu saja nikmat" jawab bu bianca
"mommy mesum" ucap ziva diringi gelak tawa keduanya
"hey sayang lalu berapa jam kalian bercinta? Apa anak itu bisa tahan lama?" tanya bu bianca dengan penasaran
"hmmm.. bahkan kami baru bisa tidur saat sudah subuh" jawab ziva tanpa ragu dan memang itu keanyataannya
"wow hebat juga dia" puji bu bianca
"lalu sayang.." ucap bu bianca terhenti karena ziva memotong pembicaraan mereka
"mommy aku harus menyiapkan makan siang untuk suamiku jangan sampai aku telat kekantornya" ucap ziva lalu bangkit berdiri
"yasudah, nanti kita berbincang lagi ya mommy juga mau luluran dulu" ucap bu bianca
"iya mommy" ucap ziva
Ia lalu mulai melihat lihat bahan bahan makanan di kulkas untuk ia olah menjadi makan siang yang lezat.
Sementara di kantor zayyan memijit pelipisnya saat melihat laporan keuangan yang diserahkan padanya tidak sesuai seperti yang ia inginkan.
"kenapa laporan keuangan dibulan ini berbeda dengan bulan kemarin? Banyak salahnya" tanya zayyan pada asistennya
"maaf tuan, kepala divisi keuangan yang lama sudah pensiun dan yang membuat laporan ini adalah kepala divisi yang baru" jawab defri
"seharusnya dia masih perlu banyak belajar" ucap zayyan dan diangguki oleh defri
"pangilkan dia" ucap zayyan
"kepala divisi keuangan yang baru?" tanya defri memastikan
"ya" jawab zayyan singkat
"baiklah tuan" defri langsung pamit undur diri
Sesampainya ia diruangan divisi keuangan ia langsung memanggil wanita yang dimaksud bosnya itu
"nona yurita" panggil defri didepan pintu ruangan
yuri yang merasa dipanggil ia langsung melenggang mendekati defri yang berdiri disana
"anda dipanggil ke ruangan CEO" ucap defri diangguki oleh yuri
Yuri mengikuti defri dari belakang, ia kadang berlari kecil untuk menyesuaikan dengan langkah lebar defri yang terkesan buru buru. Sesampainya di ruangan defri hanya membukakan pintu lalu meninggalkannya yang telah masuk ke ruangan CEO.
"maaf tuan ada apa anda memanggil saya?" yuri membuka suaranya agar zayyan menengok padanya karena sedari tadi zayyan terus sibuk dengan komputernya dan belum sadar jika dia sudah ada disana
zayyan mengangkat pandangannya melihat yuri dari atas sampai bawah. Ia cukup terganggu dengan penampilan karyawannya itu namun ia berusaha tidak memperdulikan hal demikian yang menjadi masalah saat ini adalah laporan keuangan yang dibuat yuri.