
Roy tidak berani bertanya lebih lanjut lagi, saat ini ia cukup tahu betapa besar rasa cinta bosnya itu kepada nona silvi, namun sang bos tidak pernah mau menyadarinya.
Semenjak mendengar silvi membatalkan pernikahannya dengan zayyan, syaquel langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu mengenai kebenaran berita itu dengan pasti. dan setelah mengetahui kebenarannya hari hari yang dilalui syaquel mulai membaik, sebelumnya menjadi tidak fokus dalam bekerja, mudah emosi, dan pekerjaan yang ia kerjakan selalu berantakan namun sekarang ia menjadi lebih rajin dalam bekerja, sudah tidak cepat tersulut emosi, dan tidak ada pekerjaan yang menumpuk semua selalu beres tepat waktu itulah perubahan perubahan yang roy amati akhir akhir ini.
Roy sangat yakin bahwa silvi lah yang membawa hal positif itu dalam diri bosnya, namun sayang nya syaquel menutup hatinya, ia selalu berfikiran negatif jika menyangkut silvi, ia selalu berfikir silvi adalah seorang ****** yang pernah singgah dihatinya.
Resepsi pernikahan Zayyan dan Zivani, aula mark hotel telah disulap menjadi istana megah nan mewah, semua mata tertuju pada sang raja dan ratu yang duduk di singgasana. berjuta tamu yang datang untuk memberi ucapan selamat tidak lupa juga mereka berfoto dengan pengantin.
"kenapa tamunya bisa sebanyak ini?" tanya ziva berbisik pada zayyan
"sayang kau lupa siapa keluarga kita, Richard dan Smith adalah keluarga yang cukup terpandang dan terkenal jadi jelas banyak orang yang harus diundang" jawab zayyan yang juga berbisik
"aku lelah kak" ucap ziva merasa kewalahan melayani tamu yang datang untuk berfoto dan memberi ucapan selamat atas pernikahan mereka
"kalau begitu duduk dulu sayang" zayyan membantu ziva untuk duduk
Disisi lain syaquel telah sampai di acara resepsi zayyan dan zivani, ia begitu kagum dengan kemegahan acara ini namun ia tidak heran karena ia sadar keluarga Smith dan Richard sangat pantas jika membuat acara semewah ini
"bos mari kita duduk disana" roy menunjuk meja bundar yang masih kosong
Syaquel mengangguk dan mereka menuju ke meja yang ditunjuk roy tadi.
"bos apa anda ingin minum biar aku ambilkan?" tanya roy
"boleh" jawab syaquel
Roy pergi meninggalkan syaquel untuk mengambil minum, syaquel mengedarkan pandangannya ia melihat kedua pengantin yang terlihat sangat serasi. Tiba tiba ia disapa oleh salah satu kolega bisnisnya yang juga turut di undang
"tuan syaquel fernando" sapa salah satu koleganya
"ya tuan jhonson" sahut syaquel dan mereka berjabatan tangan
"anda sendirian?" tanya tuan jhonson
"ah tidak, bersama dengan asisten pribadi saya" ucap syaquel
"oh ya, kenalkan ini istri saya" ucap tuan jhonson memperkenalkam istrinya
"salam kenal nyonya jhonson" ucap syaquel
Sedang asik berbincang dengan koleganya yaitu tuan jhonson tiba tiba penglihatannya menangkap wanita yang saat ini ia sangat rindukan dalam hatinya.
Tidak ingin kehilangan jejak wanita itu syaquel segera pamit pada tuan jhonson, lalu ia segera mengejar wanita tersebut.
"sil" syaquel menahan tangan silvi membuat ia harus menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang
"El" silvi berusaha menarik tangannya yang digenggam syaquel namun pria dihadapannya sangat erat memegangi tangannya.
"aku ingin bicara sebentar apakah boleh?" pinta syquel
"maaf el aku tidak punya waktu" silvi terlihat ketakutan ia berusaha menarik tangannya dari genggaman syaquel
syaquel melihat silvi dari atas sampai bawah, ia tertuju pada perut silvi yang nampak mulai kelihatan, ia merasa ada sesuatu yang menjalar dalam tubuhnya ingin sekali ia menyentuh perut silvi
"bisa aku menyentuhnya?" ucap syaquel spontan membuat silvi langsung mundur beberapa langkah sambil menggeleng kepalanya
"sudah berapa usia kandunganmu?" syaquel mengalihkan pembicaraan karena ia cukup tau lewat mata silvi bahwa ia tidak diizinkan menyentuh perut silvi yang terlihat membuncit itu.
"9 minggu" jawab silvi singkat, ia nampak gugup dan takut saat berbicara dengan syaquel, ia juga memegangi perutnya yang mulai membuncit itu.
"maaf aku pergi dulu" sambung silvi dan dengan segera ia berjalan setengah berlari untuk menjauhi syaquel
"cih, dasar ******" maki syaquel merasa kesal karena silvi bersikap jual mahal padanya
Setelah menikmati acara pernikahan zivani dan zayyan, syaquel akhirnya berinisiatif untuk naik ke atas pelaminan untuk memberi ucapan pada pengantin.
"wow tuan syaquel fernando kau datang? Tapi aku merasa tidak mengundangmu" ucap ziva sengaja bersikap seperti itu karena ia memang tidak suka pada syaquel semenjak ia menelantarkan anak dan ibu dari anaknya itu.
"ah iya nyonya richard, aku diundang oleh suamimu" ucap syaquel
Ziva langsung menyenggol lengan suaminya, untuk apa zayyan mengundangnya pikir ziva.
"sayang dia kan masih rekan kerjaku diperusahaan jadi aku mengundangnya" jelas zayyan
"nikmati saja pesta ini tuan syaquel" ucap ziva dengan sinis
"terima kasih aku sangat menikmatinya nyonya richard, aku bahkan bertemu kakakmu tadi" ucap syaquel sengaja memanasi ziva dan benar saja ziva langsung melotot kearahnya