
Ditempat yang berbeda, zayyan yang sedang mengendarai mobilnya menuju perusahaan adik kembarnya tiba-tiba dikagetkan dengan seorang wanita yang nampak berantakan namun berusaha berlari sekuat tenaga.
zayyan merasa tidak asing dengan sosok tersebut, ia lalu melajukan mobilnya menjadi sejajar dengan wanita yang berlari dengan tertatih itu, zayyan menurunkan kaca mobilnya untuk melihat jelas wanita itu.
"silvi" teriak zayyan saat melihat jelas sosok wanita itu
"zayyan" silvi lalu mendekati mobil zayyan saat kecepatan mobil itu melambat
"silvi kau kenapa?" tanya zayyan saat silvi berdiri tepat disamping jendela mobilnya
"zayyan izinkan aku masuk dulu, aku di kejar seseorang" ucap silvi dengan nada gemetar
"masuklah" zayyan membuka pintu mobil disebelahnya
"ayo jalan" ucap silvi saat ia berhasil masuk ke mobil zayyan
"kau itu kenapa silvi? Kenapa kau berantakan begini?" tanya zayyab heran
"zayyan aku hamil" tagis silvi pecah
"what? hamil? Bersama siapa? Maksudku siapa ayah anak yang kau kandung itu?" tanya zayyan kaget
"Syaquel Fernando, dia kekasihku selama 4 tahun belakangan ini" ucap silvi masih dengan derai air mata
"lalu? Kau sudah katakan padanya?" tanya zayyan
"sudah yan, tetapi dia malah menuduhku yang tidak-tidak, ia bahkan tidak mau bertanggung jawab yan" ucap silvi frustasi
"bajingan" umpat zayyan
"kau ingin kemana zayyan?" tanya silvi saat sadar zayyan memutar balik arah perjalanan mereka
"aku akan menemua laki-laki pengecut itu" maki zayyan geram
"zayyan jangan lakukan itu, jangan membahayakan dirimu sendiri" mohon silvi
"aku justru yang akan membahayakan nyawanya itu, asal berbuat tidak tau bertanggung jawab menjijikkan" caci zayyan
"tidak zayyan aku mohon, kau tau aku saja tadi hampir dibunuhnya" ucap silvi terus terang
"apa? dia ingin membunuhmu hanya karena tidak ingin bertanggung jawab?" tanya zayyan dan dijawab angukan oleh silvi
"cih, benar-benar pecundang, pengecut, bajingan" maki zayyan
"kau yakin itu anaknya?" tanya zayyan memastikan
"tentu, aku hanya melakukan itu dengannya" jujur silvi
"dan bodohnya kau kenapa kau mau diajak seperti itu?" ucap zayyan geram
"zayyan dia kekasihku, sebagai orang dewasa itu sudah jadi hal yang lumrah" enteng silvi
"tetapi laki laki yang baik bukan malah merusak wanitanya" skak zayyan
Keduanya terdiam beberapa saat...
"jadi kau mau ku antar kemana?" tanya zayyan
"ke apartemenmu saja" jawab silvi
"kau lupa dulu kau yang menyuruhku untuk mengirimkan orang yang bisa membereskan apartemenmu" jawab silvi
"tapi untuk apa kau kesana? Kau kan punya rumah" ucap zayyan
"kau tidak lihat kondisiku, aku sangat acak acakan, aku ingin membersihkan diri dulu disana" jawab silvi
Zayyan nampak berfikir..
"ayolah yan kasihani ibu hamil ini" tambah silvi
"ya sudah jangan lama lama dan cepat pergi dari sana" zayyan juga memberikan kartu akses nya
"okey, terima kasih ya zayyan" ucap silvi
"iya sama-sama" sahut zayyan
setelah mengantarkan silvi di apartemennya, zayyan lalu melajukan mobilnya menuju rumah syaquel fernando
"pak maaf pak syaquel ada?" tanya zayyan pada penjaga gerbang disana
"baru saja pergi tuan" jawab penjaga gerbang itu
"oh iya terima masih ya pak" ucap zayyan sopan
Zayyan melajukan mobilnya ke perusahaan FE.Company. walaupun sudah lama bekerja sama dengan perusahan tersebut namun ini baru kedua kalinya zayyan menginjakkan kakinya ke perusahaan ini.
"bosmu ada?" tanya zayyan yang kebetulan bertemu dengan asisten syaquel
"ada diruangannya tuan" jawabnya
Tok tok tok
"masuk" jawab orang didalan sana
Zayyan lalu masuk dengar raut wajah dingin menahan amarahnya.
"wow tuan zayyan richard kau datang lagi bukannya aku sudah mengembalikan mobil kekasihmu yang pernah aku tahan itu" ucap syaquel
"aku datang kesini bukan untuk zivani, tetapi untuk silviana" ucap zayyab datar
syaquel melonggarkan sedikit dasinya, ia merasa tercekat saat mendengar nama silvi.
"oh ya, jadi benar kan kalian punya something buktinya kau datang untuk membahasnya" ucap syaquel dengan senyum sinisnya
"kau laki-laki bajingan yang pernah aku temui" ucap zayyan mencengkram kerah baju zayyan
"hey tuan zayyan jaga sikapmu, kau sedang ditempatku saat ini" ucap syaquel memperingati zayyan
"laki laki macam apa kau ini? Kau seenaknya menghamili wanita dan kau enggan untuk bertanggung jawab, cih memalukan" pungkas zayyan dengan meludahi lantai ruangan syaquel
"dengarkan aku baik baik tuan zayyan yang terhormat aku akui aku seorang cassanova dan aku sering melakukan hubungan intim bersama silvi tetapi aku selalu berhati hati dengan menggunakan pengaman karena dalam urusan perusahan kami adalah musuh jadi tentu saja orang tua kami menentang hubungan kita" syaquel menghentikan ucapannya saat melihat tangan zayyan terkepal kuat ia berpindah posisi yang menurutnya aman dari tonjokan zayyan
"dan aku tidak satu dua kali saja melihat kau dan silvi pergi berdua, jadi itulah alasan utamaku menentang kehamilan silvi" lanjut syaquel
"dasar bodoh" zayyan menggebrak meja kerja syaquel