
Zayyan pun mengendarai mobilnya menuju perusahaan FE.company.
"wow luar biasa, ada apa sepasang kekasih ini datang jauh jauh ke kantorku?" sambut syaquel melihat zayyan dan ziva yang duduk di sofa nya dengan raut wajah tegang
"hai nona zivani, lama tidak bertemu kau tambah cantik saja" gombal syaquel membuat amarah zayyan semakin mendidih
"aku to the point saja syaquel exel fernando, kami sekali lagi meminta itikad baikmu atas kehamilan silviana" ucap zayyan dengan dingin
"hahaha silviana, sijalang itu lagi yang kau sebut" ejek syaquel yang langsung mendapat tamparan dari ziva
"ow nona zivani jangan kotori tangan mulusmu itu" ucap syaquel mengelus pipinya yang terasa panas akibat tamparan ziva
"ya seharusnya tanganku tidak menyentuh barang kotor sepertimu tuan syaquel" ucap ziva geram
"tuan zayyan richard jika kedatanganmu untuk membahas selingkuhanmu silviana seharusnya kau tidak membawa kekasihmu kemari yakan" ucap syaquel sengaja memprovokasi ziva
"jaga ucapanmu brensek" zayyan meremas kerah baju syaquel
"haha ini sudah kedua kalinya kau datang kekantor ku demi silviana, sangat jelas bahwa wanita itu sangat istimewah bagimu" ucap syaquel dengan nada meledek.
Baru saja zayyan akan melayangkan bogemnya kewajah syaquel, namun suara ziva menghentikan tindakannya.
"kak hentikan, aku datang kesini bukan untuk menonton kalian ribut" ucap ziva membuat zayyan melepaskan cengkramannya dikerah syaquel
"aku butuh kejujuranmu tuan syaquel" ucap ziva yang kembali duduk di sofa
"ya untukmu aku akan sangat bersungguh sungguh" syaquel juga ikut duduk di sisi kiri ziva sementara zayyan masih tetap berdiri disisi kanan ziva
"apa kau pernah melakukan hubungan intim bersama kakakku? aku perjelas, kakakku silviana agatha smith" tanya ziva dengan tatapan tajamnya
"ya pernah" jawab syaquel
"haha kau sudah seperti polisi saja" syaquel menetralkan ketegangannya karena ziva menatapnya intens
"tapi akan ku jawab, hmm aku lupa sudah berapa kali yang jelas lebih dari 3 kali" jawab syaquel
Melihat ziva terus menatap syaquel membuat zayyan panas namun zayyan tidak bisa berbuat apa apa, karena ia tau ziva sedang mencari kebenaran ucapan syaquel lewat mata syaquel.
"lalu jika kalian sering melakukan hubungan intim, apa alasanmu menolak mengakui anak yang dikandung kakakku?" tanya ziva lagi
"tentu aku menolak, karena setiap berhubungan dengannya aku selalu berhati hati juga selalu menggunakan pengaman. dan aku tidak bisa menjamin jika dia hanya melakukannya bersamaku karena aku sering melihatnya pergi dengan beberapa pria, salah satunya pacarmu ini" jawab syaquel
"apa kau tau apa alasan atau tujuan kak silvi pergi bersama beberapa pria yang kau maksud itu?" tanya ziva
"untuk apa menanyakan lagi, dia pergi bersama pria berjas bukan hanya makan bersama bahkan dia juga pernah masuk ke hotel dengan pacarmu ini, apalagi namanya kalau bukan ******" jawab syaquel dengan suara meninggi
"tahan emosimu tuan syaquel" ucap ziva menghentikan ucapannya
"apa saat pertama kali kalian berhubungan kakakku sudah tidak suci atau perawan?" tanya ziva lagi
"masih, aku yang pertama" jawab syaquel bersungguh sungguh
"apa kalian tidak terikat suaru hubungan? Maksudku apa kalian tidak sedang berpacaran? Apa hubungan diantara hanya sebatas pemuas nafsu?" tanya ziva lagi
"kami berpacaran sudah 4 tahun" jawab syaquel
"berarti sudah sangat jelas, kakakku dengan berani menyerahkan kehormatannya padamu atas dasar dia sangat amat mencintaimu dan kau meragukan anak yang ia kandung itu hanya karena kau beberapa kali melihat dia dengan laki laki tanpa tau kebenarannya" ucap ziva
"dan jika kau pikir kakakku adalah seorang wanita yang memperjual belikan tubuhnya atau kasarnya pelacur, kau salah besar tuan syaquel yang terhormat, keluarga besarku adalah keluarga smith dan aku ingatkan wanita yang sering kau tiduri itu merupakan putri keluarga smith, dia juga pewaris perusahaan keluarga smith, dan kami sama sekali tidak krisis ekonomi sampai kakakku harus menjual tubuhnya demi uang camkan itu" sentak ziva dengan tatapan membunuhnya