My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Vanya dan Rayyan



Zayyan melihat raut kecewa diwajah ziva. Ia memutuskan akan mengantar ziva kebandung sore ini juga.


"bisa kau suapkan aku makanan, tadi aku melewatkan makan siangku?" ucap zayyan membuyarkan lamunan ziva


"boleh" ziva lalu menyuapi zayyan


"kita akan ke bandung sore ini, apa kau mau?" ucap zayyan


"hah? Tidak perlu kak aku akan menginap dihotel kak vanya saja" ucap ziva


"aku tidak keberatan" ucap zayyan


"tidak kak aku tidak ingin eyang melihat wajahku yang seperti ini" ucap ziva


" oke baiklah. Aku akan menemanimu ke hotel" putus zayyan


setelah makan dan zayyan menyelesaikan pekerjaannya. Mereka memutuskan pulang.


ziva dan zayyan mengendarai mobilnya masing-masing. Diperjalanan ziva sudah menelpon vanya agar ia menunggunya di lobi.


"kak" panggil ziva saat melihat vanya berdiri


zayyan mengikuti ziva dari belakang dan vanya datang menghampiri mereka.


"kau mau menginap disini?" tanya vanya


"iya kak hanya untuk semalam saja" ucap ziva


"bersama dia?" ucap vanya sambil menunjuk zayyan


"tidak kak, kak zayyan hanya mengantarku" ucap ziva


" ooouh sosweat nya" ucap vanya sambil mencubit pipi ziva"


"ish kak" keluh ziva


"ramai sekali hotelmu" ucap zayyan


"oh iya hari ini hotelku di booking salah satu perusahaan yang sedanh berulangtahun" ucap vanya


"waw pantas saja sangat ramai, perusahaan apa?" tanya zayyan


"humm kalau nggak salah Royal Group" ucap vanya


"what?" ucap zayyan kaget


"ada apa kak?" tanya ziva


"ah tidak-tidak" ucap zayyan


"oooh jadi ray membooking hotel mark, pantas saja mommy murung dari kemarin" batin zayyan


"ziva kalau begitu aku pamit ya" pamit zayyan


"iya kaka terima kasih sudah mengantarkanku sampai sini" ucap ziva


"oke sama-sama, jangan lupa makan dan minum obatmu" ucap zayyan mengingatkan ziva


" ya kak" ucap ziva


Zayyan pun pergi meninggalkan ziva dan vanya dilobi, setelah mobil zayyan menghilang dari penglihatan barulah ziva dan vanya masuk ke hotel dan membooking 1 kamar yang masih tersisa.


"bu" ucap manager saat sampai didepan vanya


"ada apa dea?" tanya vanya


"bu CEO perusahaan yang membooking hotel ini ngamuk, dia marah-marah karena ada seekor kecoa dikasurnya" lapor dea selaku manager


"lalu? Cleaning service sudah membersihkannya atau belum?"tanya vanya


"walau sudah dibersihkan ia tetap marah-marah dan ingin komplain langsung pada pemilik hotel" jawab dea


"pria apa wanita?" tanya vanya


"pria bu" jawab dea


"cih pria tapi takut kecoa memalukan" gerutu vanya


"ziva kamu kekamar saja, aku masih ada urusan sedikit" ucap vanya meninggalkan ziva


Vanya lalu melangkahkan kaki jenjangnya menuju lantai kamar presidential suite yang dipesan rayyan.


dari kejauhan vanya sudah melihat para stafnya yang sedang diomeli oleh rayyan.


"permisi, ini pemilik hotel mark" ucap manager dea


rayyan memperhatikan vanya dari atas sampai bawah. Wow sangat ideal ungkap rayyan dalam hati.


vanya lalu memberi kode pada para staf dan managernya untuk meninggalkannya disini dengan patuh mereka pun pergi meninggalkan vanya tersisa rayyan, rio dan vanya sendiri


"ada yang harus saya bantu, saya dengar anda ingin bertemu saya" ucap vanya membuyarkan lamunan rayyan


"cih jangan sombong nona, hotelmu ini menjijikkan" hina rayyan


Seketika emosi vanya mendidih, kiranya mereka akan berbicara dengan baik-baik namun ia justru mendapat hinaan seperti ini.


"pak silahkan kemasi barang-barang anda jika anda merasa hotel ini menjijikkan. Saya tidak rugi" ucap vanya dengan arrogant


"apa kau bilang ha? tidak rugi hahaha, aku datang kesini membawa seluruh staf kantorku dan kau bilang tidak rugi jika kami tinggalkan hotel ini hahaha" tawa rayyan mengejek


"jangan lupa bapak yang terhormat, anda sudah melakukan pembayaran diawal, dan tentu saja tetap ada kerugian tapi itu adalah anda sendiri" pungkas vanya tidak kalah mengejek


"sial wanita ini" batin rayyan


"lagi pula hanya masalah satu kecoa anda membuatnya jadi rumit, para staf ku kan sudah membereskan itu semua, dan dengan berbaik hati managerku menawarkan kamar yang baru untuk anda tempati, saya akui itu kesalahan dari kami semua disini, tapi kami sudah berusaha menyelesaikannya dan anda tetap marah-marah tidak jelas, seperti bencong" hina vanya menjatuhkan harkat martabat seorang rayyan smith


"hey nona jaga mulut sialanmu itu" suara rayyan meninggi


"wow, anda membenarkan dugaanku, ternyata dibalik penampilanmu yang maskulin itu terdapat jiwa feminim didiri anda, lihatlah kau sangat senang bertengkar dengan wanita" serang vanya


"kau" tunjuk rayyan geram


"rio pergi kau dari sini" usir rayyan


lalu roy pergi menghilang dari tempat itu. Rayyan lalu menyeret vanya masuk kedalam kamarnya, pikiran jernihnya hilang karena dikuasai emosi.


"hey apa yang anda lakukan" berontak vanya saat ia dimasukkan ke dalam kamar.


rayyan langsung memperlihatkan senyum mengerikannya.


Yuk mampir guys