My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Angel



Zayyan menatap angel dari atas sampai bawah berkali-kali.


"cantik tapi tak secantik ziva" batin zayyan


"duduklah dulu baby" ucap rayyan


"kenalkan ini kakakku, tepatnya saudara kembarku hanya saja dia lahir lebih dulu sebelum aku" tambah rayyan memperkenalkan zayyan


"angel veronika" ucap angel mengulurkan tangannya untuk berkenalan


"zayyan richard" zayyan menyambut uluran tangan dari angel


"begini baby, beberapa hari lalu aku kan pernah membicarakan perihal temanku yang punya butik dan sedang mencari model untuk jadi brand ambassador. Kau ingat kan beb?" tanya rayyan


"ah iya aku ingat, terus?" ucap engel agar rayyan meneruskan pembicaraannya


"temanku itu meminta waktu untuk dapat bertemu membicarakan pekerjaan ini" ucap rayyan


"okey, kapan sayang?" tanya angel


"hari ini apa kau punya waktu?" tanya rayyan


"boleh, lets go" ucap angel tidak sabaran


"kalau begitu sebentar aku hubungi ziva dulu" ucap zayyan dan diangguki oleh rayyan dan angel


"halo sayang" ucap zayyan saat ziva menjawab panggilannya


"iya kak" jawab ziva dari seberang sana


"hari ini kau punya waktu? Modelnya rayyan ingin bertemu sekarang" ucap zayyan


"baiklah, mau bertemu dimana?" tanya ziva


"terserah padamu" ucap zayyan


"kalau begitu direstoran bunda saja ya" ucap ziva


"iya kalau begitu kami akan segera kesana" ucap zayyan


"iya aku juga akan pergi" ucap ziva


"hati hati ya sayang" ucap zayyan sebelum mengakhiri panggilannya.


"kata ziva ketemuan di restoran steakhouse aja" ucap zayyan kembali memasukkan ponselnya ke saku jas


"oke yuk" ajak rayyan


Mereka pun berangkat ke restoran steakhouse, zayyan mengendarai mobilnya sendiri sedangkan rayyan semobil dengan angel


ziva berjalan memasuki restoran milik bundanya, ia melihat lihat meja yang sudah terisi siapa tau rayyan dan lainnya sudah sampai lebih dulu, dan benar saja ia melihat sosok yang ia rindukan seharian ini siapa lagi kalau bukan sang kekasih zayyan richard.


"hai, maaf sudah lama menunggu" ucap ziva sopan dan langsung mendaratkan bokongnya disamping zayyan


"kau sendiri saja sayang?" tanya zayyan


"iya kak aku sendirian" jawab ziva lalu mengalihkan tatapannya pada rayyan dan wanita disampingnya


"ziva ini model nya, kenalkan.." ucapan rayyan terputus saat angel lebih dulu mengulurkan tangannya


"angel veronika" perkenalan angel sambil mengulurkan tangannya


"zivani smith, hmm maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya? Tany ziva merasa tidak asing dengan sosok angel


"OMG" kedunya tersentak kaget secara bersamaan setelah mengingat kejadian di mall itu


"ada apa sayang?" tanya zayyan bingung melihat raut wajah ziva dan angel


"kau" ziva menunjuk angel


"hey turunkan tanganmu itu" angel tidak terima


"baby ada apa ini?" rayyan masih tidak paham dengan yang terjadi


"sayang dia itu.." ucapab angel terhenti karena dipotonf oleh ziva


"kau diam dan aku yang akan menceritakan pada mereka" kecam ziva


"kak, wanita ini pernah bertabrakan dengan mommy di mall dan dengan tidak sopannya wanita ini marah marah pada mommy juga menyuruh untuk mengumpulkan barang barang nya yang tercecer. Sangat kurang ajar bukan?" ziva berusaha memprovokasi zayyan dan rayyan


"baby benar kau berbuat itu pada mommyku?" tanya rayyan


"sebentar sayang, maksudmu ibu ibu yang aku tabrak itu mommy mu?" tanya angel


"ya ziva mengenali mommyku" ucap rayyan


"belum jadi menantunya saja kau sudah kurang ajar, putuskan saja dia ray" ucap ziva


"hey jaga mulutmu" sentak angel yang tidak mau diputuskan oleh rayyan


"sayang tenangkan dirimu, lihat semua orang menyaksikan pertengkaran kalian" zayyan berusaha menenangkan ziva


"kak kau tidak marah padanya?" tanya ziva


"iya sayang aku tidak senang dengan tindakannya tapi aku lebih malu dilihati banyak orang seperti ini" zayyan berusaha mendudukkan kembali ziva dikursi karena tadi sempat beradu mulut dengan angel


"dan ray aku tidak ingin bekerja sama dengannya sangat sangat tidak ingin" tolak ziva dengan keras


"aku juga tidak mau dasar sombong" gerutu angel lalu pergi begitu saja dari tempat itu


Tersisa rayyan, zayyan dan ziva yang ada ditempat.


"rayyan kau itu kenapa tidak pandai memilih wanita" ucap ziva geram


"ziva dia itu model, dia sangat cantik, bodinya wow dan penampilannya oke jelas aku tertarik" ucap rayyan


"kau hanya mementingkan fisik saja" ucap ziva


"yang penting kan indah untuk dipandang, daripada wajah cantik tetapi bodinya kurus dan penampilannya tidak beraturan kan merusak mata yang melihatnya" ucap rayyan


"siapa yang kau bicarakan" ziva merasa tersindir, sebenarnya penampilannya cukup baik walau tidak semodis angel tetapi kalau bicara bodi kurus ia merasa demikian


"kak" rengek ziva merasa rayyan menyindirnya


"tidak sayang rayyan tidak membicarakanmu" zayyan berusaha membela ziva


"dia bilang bodiku kurus kak" rengek ziva


"ray kau itu menambah masalah baru" gerutu zayyan dengan tatapan tajamnya


"sayang kau itu sangat cantik, daripada wanita nya rayyan tadi yanfg seperti pelangi dari atas sampai bawah berwarna warni" ucap zayyan


"benarkah?" tanya ziva


"ya tentu dan kau sama sekali tidak kurus, bodimu ideal" ucap zayyan menenangkan hati ziva


"makasih sayangku i love you" ucap ziva bermanja manja


"i love you to sayang" zayyan mendekatkan wajahnya hendak mencium ziva namun ditepis oleh rayyan


"kau itu kak tahan nafsumu" ucap rayyan


"nak kalian disini" sapa bu liza saat tau ziva dan lainnya ada direstorannya


"iya bunda sedang ada yang dibicarakan tadi" ucap ziva


"oh ya nak tadi ayahmu telfon katanya dia meminta kita berdua menginap dirumahnya untuk malam ini saja" ucap bu liza


"lalu?" ucap ziva


"ya bunda iyakan saja, kan hanya untuk satu malam" ucap bu liza santai


"tapi disana kan ada mama, bunda yakin?" tanya ziva lagi


"kau tenang saja sayang bunda akan urus wanita itu kalau dia macam macam" ucap bu liza


Angel veronika


25 tahun


Seorang model