My Promise Is Your Happiness

My Promise Is Your Happiness
Tanggal pernikahan



Ziva menatap zayyan dengan mata yang membola, sedangkan zayyan malah mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda ziva dan sontak saja ziva menjadi salah tingkah lalu mengalihkan padangannya ke lain arah


"cie" vanya menyenggol lengan ziva yang berada dimeja makan untuk menggoda adiknya itu


"ish" ziva mendesis


"terima kasih banyak karena pak william dan keluarga masih bersedia membangun hubungan kekeluargaan dengan cara menjodohkan putra keluarga richard dan putri bungsu saya, saya sangat senang dan terharu namun keputusan ini saya kembalikan pada putri saya zivani untuk memberikan jawaban atas lamaran ini" ucap pak leon memberi isyarat pada ziva untuk buka suara


"hmm" ziva berdehem untuk menghilangkan kecanggungannya


"sebelumnya terima kasih untuk niat baiknya tuan zayyan richard, saya menerima lamaran ini" ucap ziva sambil mengerutuki dirinya yang terlalu formal dalam berbicara


"aah thankyou Mrs zivani aurelle smith, aku ingin pernikahan kita dipercepat setidaknya 3 hari kedepan" ucap zayyan dengan lepas.


Tanpa sadar ucapannya justru membuat semua orang disitu menjadi kaget sekaligus geli mendengarnya, terkecuali ziva yang langsung menegang karena malu


"crazy man" maki ziva dalam hati


"wow sepertinya kau sudah tidak sabaran" sindir silvi


"of course" jawab zayyan percaya diri


"hahaha" semua orang tertawa


ziva langsung saja menginjak kaki zayyan yang ada dibawa meja makan itu kebetulan posisi duduk mereka berhadapan


"aw sial" gerutu zayyan pelan dan tidak di dengar oleh orang lain


"pak leon maafkan putra saya ini memang orangnya seperti ini" ucap pak william setelah tawanya terhenti


"justru bagus pak will, dia pria yang humoris" puji pak leon


"karena nak zivani sudah menjawab dsn menerima lamaran anak kami, bagaimana kalau kita tentukan tanggal pernikahan mereka" lanjut bu bianca


"jangan terburu buru mom" sela ziva


"no sayang memang harus disegerakan" sahut zayyan


ziva melotot kearah zayyan, kenapa pria nya menjadi menyebalkan malam ini.


"tenanglah nak zayyan, kalian pasti akan menikah" ucap bu liza


"iya bun tapi aku tidak ingin berlama lama" jawab zayyan


"oh tuhan tolong sembunyikan aku dimana saja, sungguh aku sangat malu" ucap ziva dalam hati


"diamlah dulu kak" ucap bu bianca memukul tangan zayyan pelan


"bagaimana jika tanggal 25" ucap pak leon


"oh no ayah aku bilang setidaknya 3 hari kedepan kenapa malah 15 hari" sela zayyan


"tidak bisa ayah aku ingin segera" ucap zayyan tidak terima


"oke kalau begitu kita perpendek saja, bagaimana jika tanggal 20" ucap bu liza


"aku ingin tanggal 13" sela zayyan lagi


"tidak bisa kak semua butuh persiapan dan itu perlu waktu" ucap bu bianca


terjadilah perdebatan perihal tanggal pernikahan. Ziva menjadi sangat malu karena perbuatan zayyan yang bersikeras untuk mempercepat pernikahan mereka.


"pernikahan akan diselenggarakan pada tanggal 15, yang berarti 5hari kedepan" ziva buka suara setelah cukup lama diam


"apa tidak terburu buru nak?" tanya pak leon


"aku rasa tidak ayah, karena dia sendiri yang akan menghandle semuanya nanti" ucap ziva sembari menunjuk zayyan


"aku setuju" ucap zayyan


"oke baik jadi kita sepakati bersama ya" ucap pak william


Setelah makan malam itu, seluruh keluarga berbincang diruangan tamu, namun bukannya membahas tentang pernikahan zayyan dan ziva yang tinggal menghitung hari mereka malah lebih memilih membahas perihal bisnis keluarga, silvi yang juga sangat senang dengan bisnis ikut dalam perbincangan para orang tua itu, sedangkan vanya dan rayyan yang juga ada disana lebih memilih bermain ponsel masing masing.


Dan dimana ziva dan zayyab saat ini? Mereka memilih berduan ditaman dekat kolam renang.


"sayang kenapa wajahmu begitu?" tanya zayyan saat mereka duduk di bangku taman yang ada disana


"menurutmu?" ziva bertanya balik


"aku tidak tau makanya aku bertanya, hmm apa kau tidak senang menikah denganku?" tanya zayyan kembali


"iam happy, but.." ucap ziva tertahan


"but?" tanya zayyan penasaran


"you're really annoying" ucap ziva kesal


"why? What did I do wrong?" tanya zayyan kembali


"kenapa kau bersikeras mempercepat pernikahan kita? Kenapa kau tidak biarkan orang tua kita yang memutuskan? Kau tahu sikapmu tadi sungguh memalukan, menggelikan dan menjengkelkan, dengan kau bersikap seperti tadi semua orang berfikir kau sudah tidak sabar untuk kita... Oh yaampun mau taruh dimana wajahku" ziva mengeluarkan unek uneknya sambil meringis


"sayang, bicara yang jelas, memangnya mereka akan berfikir apa tentang kita?" tanya zayyan


"sudahlah, aku bingung kenapa disaat seperti ini otakmu jadi lemot" ucap ziva


"sayang aku ingin bertanya sesuatu?" ucap zayyan dengan wajah serius


"what?" melihat zayyan yang menjadi serius ziva memutar tubuhnya menghadap zayyan