
"yasudah aku pergi, dan kakak ipar siap siap saja kau menjadi trending topik nanti didalam" goda rayyan sebelum akhirnya ia masuk kedalam mobilnya
Zayyan dan ziva melangkah dengan pelan masuk kedalam rumah dan benar saja didalam sana sedang berbincang sambil menikmati beberapa cemilan
"wow putriku sudah tiba" pekik bu bianca dia langsung berdiri menghampiri ziva lalu memeluknya
bu bianca sangat senang akhirnya dia memiliki seorang putri saat ini walaupun status ziva seorang menantu namun ia menganggap ziva adalah putrinya sendiri.
"kak kau lihatlah, dulu kau sering mengejekku karena tidak punya seorang putri dan sekarang aku memilikinya" ucap bu bianca pada kakaknya Berend
"yayaya kau pemenangnya" ucap pak Berend pada adiknya.
Pak Jacobus dan bu Rebecca mereka hanya memiliki 2 anak, yaitu sang putra berend lourens dan sang putri bianca lourens. Berend sering kali mengejek adiknya karena dia punya sepasang anak putra dan putri sedangkan adiknya hanya memiliki dua putra dan tidak memiliki putri, ia selalu mengatakan jika hidup tidak akan lengkap jika tidak punya seorang putri membuat bianca kesal dengan ejekan kakaknya itu.
"hey apa kau akan membiarkan menantumu bediri terus?" ucap pak jacobus ayah dari bu bianca (kakek zayyan)
" ah dad benar" bu bianca tersadar
"ayo nak kita duduk disana" bu bianca mengajak ziva kesofa namun langkah bu bianca terlalu cepat hingga ziva merasakan nyeri dibagian intinya karena terlalu cepat berjalan.
"ouuh" ringis ziva pelan namun terdengar oleh bu bianca
"ada apa sayang? Kau kesakitan?" tanya bu bianca cemas saat ziva tiba tiba menghentikan langkahnya
"ah tidak mom tidak apa apa" ziva kembali melanjutkan langkahnya dan mendaratkan bokong disofa
"apa kalian sudah makan siang?" zayyan membuka suaranya karena saat ini dia sudah begitu lapar
"pelayan sedang menyiapkan makan siang kak" ucap bu bianca
"sepertinya kak zayyan sudah kelaparan karena mendengar perutnya yang tidak berhenti berbunyi" ejek Emelly diiringi gelak tawa yang lainnya
"hey kau" zayyan langsung menarik hidung mancung adik sepupunya itu karena telah berani mengejeknya
"oh my god kak calvin sakit sekali" Emelly sigadis manja akan selalu melapor pada kakaknya calvin.
"coba ku lihat" calvin pun selalu menjakan adiknya itu.
"sepertinya tidak apa apa" tambah calvin sembari mengelus hidung emelly yang terlihat merah
Emelly mempunyai kembaran bernama evelyn namun berbeda dengan emelly yang selalu manja evelyn gadis yang sangat serius dan tangguh ia tidak pernah mengeluh dan bermanja pada kakak sulung mereka calvin seperti yang dilakukan oleh emelly adiknya yang hanya berbeda beberapa menit saja, mereka bertiga merupakan putri dari jhon richard adik kembar dari william richard.
Tidak hanya memiliki putra kembar yaitu william dan jhon, pak Darius richard dan bu Meylani memiliki putri bungsu bernama Catrin richard dia menikah dengan pengusaha kaya di amerika bernama Louwis jackson dan memiliki seorang putra bernama Daniel jackson dan seorang putri Daisy jackson namun keluarga Jackson ini berhalangan hadir diacara pernikahan Zayyan dan ziva.
Setelah berbincang bincang diiringi canda tawa, akhirnya seorang pelayan datang untuk mengatakan bahwa makan siang telah dihidangkan. Seluruh keluarga langsung menuju ruang makan dan menyantap makan siang.
Setelah makan siang semuanya bubar ada yang masuk kedalam kamar untuk beristirahat ada juga yang membereskan barang barang karena sore ini mereka akan kembali ke negara mereka masing masing keluarga richard ke Ingris dan keluarga lourens ke belanda, ada juga yang memilih bersantai dikolam renang dan taman.
.
.
.
.
sementara dijalanan yang cukup sunyi vanya tidak henti hentinya memaki mobilnya saat ia diperjalanan pulang dari hotel ke rumahnya tiba tiba mobilnya mogok bahkan mesinnya pun sedikit mengeluarkan asap dan juga ban mobilnya kempes.
"oh sialnya hariku" vanya menendang ban mobilnya
"dan kenapa jalanan ini jadi sangat sunyi saat aku butuh pertolongan" vanya sangat kesal jalanan itu menjadi sunyi padahal masih sore hanya ada beberapa motor yang lalu lalang tapi tidak mau berhenti.
"sial sial sial" vanya berteriak dipinggir mobilnya saat melihat ponselnya ternyata lowbat
Dari kejauhan rayyan yang sedang mengedarai mobilnya yang juga hendak akan pulang kerumah dapat melihat mobil yang berhenti dipinggir jalan dan seorang wanita berdiri disamping mobil itu
rayyan memfokuskan penglihatannya jangan sampai ia salah orang namun semakin dekat semakin jelas dan benar dugaan rayyan bahwa wanita itu zivanya. Dengan segera ia menepikan mobil dan langsung keluar mendekati vanya.
"hey kau kenap... wow" rayyan menghentikan ucapannya karena kaget dengan asap yang keluar dari mesin mobil vanya
"kau membakar mobilmu?" ucap rayyan sembari berjalan dan melihat ada apa dengan mesin mobil vanya dan langsung keluar asap yang cukup banyak dari mesin itu membuat rayyan terbatuk batuk
"uhuk uhuk" rayyan mengibas ngibaskan tangannya didepan wajahnya untuk menghilangkan asap itu.
"kau gila ya tidak mungkin aku membakar mobilku" jawab vanya dengan ketus sebenarnya ia menyimpan kekesalan dihatinya pada rayyan saat pertama kali mereka bertemu.
"aku rasa kerusakannya sangat parah, kau harus memanggil ahlinya" zayyan menutup kembali kap mesin mobil vanya
"oh my god" ucap vanya frustasi
"ambil barang barangmu aku akan antar kau pulang" ucap rayyan
"terima kasih aku akan naik taksi saja" ucap vanya angkuh
"Ck mau sampai kapan kau berdiri disini? Tidak akan ada taksi yang lewat dijalanan ini" ucap rayyan
Benar juga karena memang jalanan ini terlihat sangat sepi. Vanya menimang-nimang bantuan dari rayyan tapi ia takut pria ini akan berbuat mesum lagi terhadapnya seperti pertama kali mereka bertemu.
"mau tidak? kalau tidak aku akan pergi" tanya rayyan lagi namun vanya terlihat tidak bergeming
"yasudah" rayyan hendak melangkah menuju mobilnya tapi vanya menahannya