
" Mau pesen apa kamu sayang? " tanya Nyonya Ruth ke Armell.
Saat ini mereka sudah berada di sebuah restoran ternama di ibukota. Mereka berempat sedang makan malam.
" Apa aja deh ma. Mell ngikut aja. " jawab Armell yang memang tidak mengerti dengan nama-nama makanan yang ada di daftar menu.
" Kok apa aja beb? Ayo pilih.. " ucap Seno.
Armell mendekat ke Seno. " Aku nggak ngerti sama menu yang ada di sini. Nggak ngerti bahasanya. " bisik Armell ke Seno. Karena mereka sekarang sedang berada di restoran Italia.
" Pfffttt..." Seno menahan tawanya melihat tingkah lucu istrinya. " Ya udah, aku yang pilihin. " bisik Seno ganti. Armell mengangguk.
" Ma, Mell biar samaan kayak El aja. Mau Gnocchi buat appetizernya. Terus sama yang ini. Minumnya ini aja. " ucap Seno sambil menunjuk ke buku menu.
( Maaf ya guys, author juga nggak paham sama menu Itali..😄😄😄🤫🤫)
" Oke. Mbak...." panggil Nyonya Ruth ke pelayan restoran. Lalu beliau mengatakan semua menu yang mereka pesan.
Tak berselang lama, datang seorang perempuan anggun menghampiri mereka.
" Halo, nyonya dan tuan Adiguna. Maaf, saya terlambat. " ucapnya sambil menyalami Nyonya Ruth dan tuan Adiguna.
" Halo, Miss Wang. It's oke. Kami juga baru sampai. Silahkan duduk. " ucap Nyonya Ruth.
Lalu perempuan yang di panggil Miss Wang oleh Nyonya Ruth duduk di antara mereka.
" Miss Wang, perkenalkan, ini putra saya satu-satunya, dan ini menantu saya satu-satunya. " lanjut Nyonya Ruth.
" Halo, tuan muda. Halo, nona. " sapa Miss Wang sambil menganggukkan kepalanya.
Armell dan Seno pun menjawab salam Miss Wang. Sebenarnya Seno sudah tahu siapa itu Miss Wang. Karena dia cukup terkenal di kalangan atas. Dia adalah seorang wedding organizer. Tapi yang Seno bingung kan, kenapa Miss Wang ada bersama mereka malam ini.
" Lusi, El, kalian pasti bingung kenapa papa sama mama mengajak kalian makan malam bersama Miss Wang. El pasti sudah tahu siapa Miss Wang. Tapi Lusi mungkin belum mengenalnya. " ujar tuan Adiguna. " Lus, Miss Wang ini adalah seorang pemilik wedding organizer yang terkenal di kota ini. " lanjut tuan Adiguna.
" Papa sama mama mengundangnya kemari, supaya kalian bisa mengatakan kepadanya, konsep pernikahan seperti apa yang kalian inginkan. " ujar tuan Adiguna melanjutkan penjelasannya.
Seno dan Armell di buat terkejut. " Pernikahan? " ucap mereka bersamaan.
" Kami sudah menikah, papa. Papa nggak usah macem-macem lah. " protes Seno.
" Papa tahu kalian sudah menikah. Tapi apa kamu tidak ingin memberikan pesta pernikahan yang biasanya di idam-idamkan banyak perempuan kepada istrimu? Apa kamu hanya ingin memberikan pernikahan seperti yang sudah kamu berikan untuknya dulu? " tanya tuan Adiguna.
" Mell nggak ingin pesta pernikahan yang mewah seperti selebritis pa. Asalkan udah sah, halal, udah cukup buat Mell. " sahut Armell. Karena dia memang tidak menginginkan sebuah pesta pernikahan yang mewah.
" Sayang, ijinkan kami memberikan kebahagiaan ini. Pernikahan adalah prosesi sakral dan istimewa yang seseorang jalani sekali seumur hidup. Jadi, ijinkan kami sebagai orang tuamu, memberikan yang terbaik buat anak-anak kami. " ucap Nyonya Ruth sambil membelai rambut Armell.
" Bahkan kamu ini El, cincin pernikahan aja tidak punya. Istrimu tidak kamu kasih cincin kan? " tanya tuan Adiguna.
" Papa jangan menghina El ya. El memberikan istri El seperangkat perhiasan sebagai mahar pernikahan. Baby, kamu pakai cincin pernikahan kita kan? Tunjukkan ke papa. Biar papa lihat, kalau gini-gini, suamimu memberimu cincin pernikahan. " tandas Seno tidak terima dengan ejekan papanya.
" Nggak aku pakai. " sahut Armell sambil menunjukkan jari-jarinya yang kosong tanpa perhiasan.
" Kok? " Seno melihat jari istrinya yang kosong.
" Kan emang dari dulu nggak pernah Mell pakai mas. Mas juga kan nggak pernah pakai. " jawab Armell polos.
Tuan Adiguna dan istrinya menahan tawanya.
" Em,nggak perlu ma. Nggak usah. Mas Seno beneran udah kasih Mell cincin kawin kok. Bagus cincinnya. Tapi karena dulu kita nikahnya yang gitu, jadi Mell nggak pernah pakai. Lagian, Mell nggak begitu suka pakai perhiasan. " sahut Armell.
" Ya udah, terserah kamu sayang. Sekarang kalian pilih aja konsep pernikahan yang kalian mau seperti apa. " ujar Nyonya Ruth.
" Emang harus ya ma pakai pesta? Lagian kita nikahnya juga udah hampir satu tahun. " sahut Armell.
" Papa mau mengenalkan menantu dari keluarga Adiguna ke semua orang. Biar tidak ada pelakor atau pebinor dalam rumah tangga kalian. Juga biar orang-orang yang melihat kalian saat bersama, tidak ada yang berpikiran nggak-nggak. " jawab tuan Adiguna.
" Sudah lah beb. Kita ikuti saja. Papa sama mama anaknya cuma satu. Kalau tidak aku yang mereka buatkan pesta pernikahan yang mewah dan meriah, kapan lagi mereka akan menyelenggarakan pesta pernikahan. Lagian, duit papa banyak. Mending kita pilih konsep pernikahan yang paling mewah. " ujar Seno.
" Kamu pikir papamu ini akan habis duitnya, meskipun kamu pilih pesta yang paling mahal sekalipun. Paling nggak habis seperempat dari kekayaan keluarga Adiguna. " sahut tuan Adiguna menyombongkan dirinya ke putranya.
" Satu lagi, meskipun kamu itu anak kami satu-satunya, kalau bukan Lusi yang menjadi menantu kami, papa sama mama juga nggak akan mau membuatkan pesta pernikahan buat kamu. " tambahnya.
Armell tersenyum dan merasa sangat bahagia mendengar ucapan papa mertuanya.
" Kita makan dulu, setelah itu kalian pilih konsepnya. Biar Miss Wang bisa segera mempersiapkan. Karena waktu kita sudah mepet. " tambah sang mama mertua.
" Emang rencananya kapan ma pestanya? " tanya Armell.
" Tiga minggu lagi. " jawab mama mertua.
" Kok, cepet banget ma? "
Nyonya Ruth memegang tangan Armell, " Sayang, sebenarnya kami merencanakan ini sudah lama. Kami menentukan waktunya juga sudah lama. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menimpa kamu. Menimpa kalian. Dan kamu memilih untuk pulang ke rumah ibu kamu. Dan sekarang, saat kamu sudah kembali, kami tidak ingin menundanya lagi. "
Armell menjadi semakin terharu ke mertuanya. Tanpa sadar, matanya kini berkaca-kaca. Nyonya Ruth tersenyum dan membelai pipi Armell.
" Kita makan sekarang. Keburu makanannya dingin. " ajak Nyonya Ruth.
Semua mengangguk dan mulai menikmati hidangan yang telah tersaji di hadapan mereka masing-masing.
Setelah acara makan, Miss Wang memperlihatkan berbagai macam jenis konsep pernikahan mewah ke Armell dan juga Seno.
Setelah melihat berbagai macam konsep pernikahan, Armell lebih menyukai konsep pernikahan garden party dengan nuansa Korea. Tapi Seno lebih menyukai konsep pernikahan indoor dengan gaya Eropa yang elegan. Sedikit perseteruan pun terjadi.
" Mell lebih suka yang ini mas. " ucap Armell sambil menunjuk-nunjuk ke gambar yang ia sukai dengan suara sedikit merajuk.
" Bagus yang ini, beb. Lebih kelihatan mewah. Lagian, disini sedang musim hujan. Kalau kita ambil konsep outdoor, takutnya hujan deras turun. Jadi berantakan semua kan. " sahut Seno.
" Ck. Tapi Mell nggak suka gaya kayak gitu. Kesannya kurang seger. Terlalu serius. Kurang asyik mas. " Armell tetap ngeyel dengan apa yang ia mau.
" Udah gini aja. Kalau kalian debat terus entar malah nggak jadi. Mama punya ide, kita padukan konsep yang di sukai Lusi, sama konsep yang kamu sukai , El. Tapi untuk tempat, memang lebih baik indoor. Gimana Miss, apa bisa di gabungin dua konsep itu? " usul Nyonya Ruth.
" Bisa, Nyonya. Kita buat pernikahan di indoor, tapi dengan penataan ruang seperti outdoor. Seperti kalau garden party. Lalu kalau nona muda ingin konsep Korea, kita bisa menggunakan pohon sakura untuk memberikan kesan outdoor nya. Sedangkan untuk aksen Eropa, kita akan selipkan pernak pernik dengan warna gold. Untuk pelaminan, kita berikan aksen Eropa dan Korea sekaligus. Aksen Eropa, kita berikan di baju pengantinnya. Dan aksen Korea, kita berikan di dekorasi. Untuk hiasan, sedikit kita selipkan aksen Eropanya. " jelas Miss Wang.
" Bagaimana? Apa kalian setuju? " tanya Nyonya Ruth.
Armell langsung mengangguk. " Mama emang the best. "
" El juga setuju. "
***
bersambung