My Handsome Police

My Handsome Police
Dejavu



Seno dan Armell telah sampai rumah. Siti langsung membawa Arvin ke kamarnya karena Arvin sudah tertidur. Mungkin dia capek habis jalan-jalan. Sementara Seno dan Armell langsung masuk kamar. Seno mandi, dan Armell mengganti bajunya.


" Baby, sekarang ceritakan padaku, apa yang di mau oleh Robert? " pinta Seno saat ia selesai mandi.


Mereka duduk di tepi ranjang berdampingan sekarang.


" Kamu pasti terkejut jika aku mengatakannya mas." ucap Armell.


Seno mengernyit, " Ada apa? "


" Bule kampret itu bilang, kalau baby Arvin adalah anaknya. " ucap Armell dengan jelas.


" What? " Seno sangat terkejut. " Semakin gila saja itu orang. Heh...." lanjutnya sambil tersenyum mengejek.


" Aku awalnya juga nggak percaya mas. Aku juga mikir dia itu udah gila. Sampai dia akhirnya menunjukkan hasil lab tes DNA miliknya dan Arvin. Dan setelah aku baca, memang benar. Hasilnya 99,99% cocok. Fix, baby Arvin adalah anak kandungnya. " jelas Armell.


" Ya Tuhan... Kenyataan macam apa ini? Kenapa aku harus selalu berhubungan dengan laki-laki itu. " ucap Seno sambil mengusap wajahnya kasar.


" Berarti laki-laki one night stand kak Leora adalah dia. Si bule kampret mas. " ujar Armell.


Seno mengambil nafas dalam-dalam. " Iya. " jawabnya.


" Ada satu hal lagi yang gila. Bahkan akupun bisa ikut gila. " ujar Armell.


Seno kembali mengernyitkan dahinya. Tadi saja sudah hal gila baginya. Sekarang ada hal gila apa lagi yang di lakukan oleh Robert. Pikir Seno.


" Bule kampret itu menyangka kalau aku adalah ibu kandung baby Arvin. Jadi menurut dia, akulah perempuan yang bersama dengannya di hotel malam itu." ungkap Armell.


" Hah? Apa? " Seno terkejut bukan main.


" Sepertinya dia juga tidak dalam keadaan sadar malam itu. Jadi karena ia tahunya aku adalah ibu Arvin, maka ia menyimpulkan kalau aku adalah perempuan di malam itu. Dia pikir dia yang unboxing aku. Aku menyangkalnya, tapi ia terus ngotot kalau aku adalah perempuan itu. Ia tidak percaya kalau aku mengadopsi baby Arvin. Ia mengira, karena aku malu telah hamil di luar nikah, aku membuangnya, lalu aku pura-pura menemukannya, kemudian mengadopsinya. " jelas Armell panjang lebar.


Seno terdiam sambil mengepalkan tangannya. Ia geram. Lagi-lagi ia harus berhadapan dengan Robert. Pria yang sudah mencuri cinta pertamanya dulu. Hanya dengan iming-iming uang yang banyak, ia kehilangan perempuan yang ia cintai sejak awal masuk sekolah menengah.


" Dia juga bilang kalau dia akan mangambilku dari kamu. Ia bilang Arvin dan aku adalah miliknya. Gila nggak sih? Akhirnya aku bilang ke dia kalau aku pertama kali melakukannya hanya dengan suamiku. Dan hanya suamiku yang akan memiliki aku. " lanjut Armell kembali masih bercerita.


Kini Seno jadi Dejavu. Saat ini ia di hadapkan dengan hal yang sama. Perempuan yang ia cintai saat ini, akan diambil kembali oleh laki-laki yang sama. Apakah perempuan yang ia cintai sekarang sama dengan perempuan yang dulu pernah ia cintai? Apakah perempuan di sampingnya ini juga akan meninggalkannya dan lari ke pelukan Robert? Akankah Armell juga akan lebih memilih harta daripada dirinya?


Berbagai pertanyaan berkeliaran di pikirannya. Ia tidak bisa berpikir jernih. Ia khawatir. Ia takut Armell akan meninggalkannya.


" Mas...." panggil Armell sambil memegang tangan Seno.


" Hem? " Seno sedikit terkejut.


Armell menghadap ke Seno. " Kenapa? Kenapa mas malah diam dan melamun? Apa yang mas pikirkan? Hem? Jangan bilang mas meragukanku. "


" Kamu ini bilang apa? " sahut Seno sambil menunduk sebentar.


" Mas...." pekik Armell. " Jangan bilang mas sekarang berpikir kalau aku pernah melakukan dengan bule kampret itu. Sumpah demi Tuhan mas, kamu yang pertama. Aku tidak pernah melakukannya dengan laki-laki lain sebelumnya. " ungkap Armell yang merasa seperti di diamkan oleh Seno.


Seno tersenyum tipis, kemudian menaruh tangannya di atas kepala Armell. " Aku tidak pernah meragukanmu. Aku tahu baby, kalau akulah yang pertama untukmu. Aku...aku hanya takut dan khawatir saja. " Seno memotong omongannya. Ia kembali menunduk.


Armell mengambil sebelah tangannya Seno dan menggenggamnya. " Tidak ada yang perlu mas takutkan. Bule kampret itu akan berani macam-macam sama aku. Mas sudah lihat sendiri kan aku bisa melawan bule kampret itu. Aku ini jago bela diri kalau mas lupa. " ucapnya.


Armell melepas pelukan Seno. " Mas pikir aku akan pergi dari kamu dan ikut dengan bule kampret itu? Jangan bercanda kamu mas. Jangan berpikiran aneh-aneh. Siapa juga yang mau meninggalkan suami yang gantengnya nauzubillah ini dan malah kabur sama bule kampret dan gila itu. " ucap Armell.


Seno kembali memeluk Armell. " Janji ya? Apapun yang terjadi, jangan pernah pergi dariku. "


" Eits. " Armell kembali melepas pelukan Seno. " Tunggu dulu...Aku nggak mau berjanji seperti itu. "


Seno mengernyit.


" Kalau mas selingkuh, aku nggak mau tetap di sisi mas. Aku pasti akan pergi. " ralat Armell.


" Aku tidak akan selingkuh. Aku akan selalu setia sama istriku. Tapi sekarang aku mau menagih janjimu yang kemarin. " ucap Seno.


" Janji apaan? " tanya Armell yang sepertinya lupa dengan janjinya.


" Sudah delapan hari kan? Berarti lampunya sudah hijau dong? " ucap Seno sambil mengerlingkan matanya.


" Wah, iya kasihan baby Arvin tidur sendirian. " ucap Armell berpura-pura tidak mendengar omongan Seno dan malah berdiri hendak keluar dari kamar.


Terkadang Armell masih suka takut jika mengingat betapa kekar dan perkasanya si Martinez. Ia masih agak takut karena pengalaman pertamanya masih sering teringat. Ia ingat kalau rasa sakitnya baru benar-benar hilang setelah dua hari.


" Baby, mau kemana kamu? " tanya Seno sambil menarik tangan Armell. Membuat tubuh Armell terhuyung ke belakang dan naasnya, ia malah terjatuh di pangkuan suaminya.


Armell cepat-cepat akan berdiri tapi Seno lebih cepat. Ia melingkarkan kedua tangannya di perut Armell. Ia mengunci tubuh Armell dalam pangkuannya.


" Aku sangat merindukanmu, baby. " bisik Seno. " Kamu bisa merasakan kan, Martinez juga sangat merindukanmu. " godanya.


Karena Seno saat ini hanya mengenakan bathrope, jadi Armell yang sedang ada di atas pangkuannya, bisa merasakan jika Martinez telah terbangun.


Seno mulai menciumi punggung Armell yang saat ini sedang memakai kaos Stretch yang lumayan tipis. Merasa Armell sudah tidak berontak ingin pergi, Seno melepas pelukannya dan menaikkan tangannya hingga menggapai dada Armell.


" Ahhh....Ssshhh..." Armell mulai bersuara dengan seksinya.


Melihat sang istri telah mengikuti permainannya, Seno segera mengangkat tubuh Armell dan merebahkannya di atas tempat tidur. Ia langsung membuka bathrope nya dan segera menindih tubuh Armell.


Senangnya si Martinez. Setelah puasa delapan hari, akhirnya ia berbuka juga. Buka puasa yang nikmat. Seno mengabsen setiap inci tubuh istrinya. Ia tidak pernah memperlakukan Armell dengan sesuka hatinya. Ia begitu pengertian dengan sang istri. Ia selalu melakukannya dengan penuh kelembutan.


Dan akhirnya malam itu menjadi malam yang panjang kembali buat keduanya. Saling melepas kerinduan mereka. Saling mengungkapkan rasa cinta mereka lewat perlakuan dan perbuatan. Meskipun diantara mereka berdua belum pernah saling mengatakan cinta lewat mulut.


Bahagia. Begitulah rasa yang mereka berdua rasakan saat ini. Di akhir malam yang panjang tersebut, terdengar lenguhan panjang dari keduanya. Kecebong Martinez berenang ke seluruh rahim Armell, mencari pasangan yang cocok.


Sedangkan di tempat lain, seorang laki-laki tengah mengamuk. Memukul semua anak buahnya yang di anggap tidak bisa bekerja. Ia marah karena merasa telah di bodohi. Dan telah dianggap bodoh oleh perempuan yang telah mengisi kekosongan hatinya selama ini.


Ia juga melampiaskan kemarahannya juga kekecewaannya terhadap seorang perempuan yang dulu ia rebut dari Seno. Ia memperlakukan perempuan itu dengan sangat kasar. Sampai-sampai perempuan itu berteriak dan menangis meminta berhenti. Tapi sang laki-laki tidak mengindahkan permintaannya.


***


bersambung


Sekian dulu ya kak .. author mau cari inspirasi untuk episode yang selanjutnya. Apa yang mau author tulis...