
đŠ Mas, aku sama baby Arvin jalan-jalan boleh? tanya Armell ke Seno lewat pesan.
Tak berapa lama, pesan balasan masuk.
đŠ Mau jalan-jalan kemana? tanya Seno.
đŠ Paling ke mall. Besok kan baby Arvin mau di jemput mamanya. Aku pengen ngabisin hari ini buat ajak baby Arvin jalan-jalan. jawab Armell.
Beberapa menit Armell menunggu, tidak ada balasan dari Seno.
đŠ Mas??? Armell mengirim pesan lagi.
đŠ Tunggu aku pulang kerja. Nanti kita jalan-jalan sama-sama. balas Seno.
đŠ Kelamaan mas. Kalau nanti nunggu mas pulang, jalan-jalannya cuma bentar. Baby Arvin keburu mengantuk. Boleh ya mas? Aku nggak sendiri juga perginya. Aku sama kak Ikke. balas Armell lagi.
đŠ Ck! Kamu ini. Ya udah, tapi kalian nggak boleh pergi sendiri. Biar aku suruh Rezky nemenin kalian. jawab Seno.
đŠ Ih, kok sama bang Rezky sih. Ntar yang ada aku sama baby Arvin jadi obat nyamuk dong. Nganterin mereka kencan namanya.âšī¸âšī¸
đŠ Mau di temenin sama Rezky, apa Ndak usah pergi? ancam Seno
đŠ Iya deh iya. Sama bang Rezky.đ¤
đŠ Gitu dong. Sekali-sekali kalau di bilangin suami itu nurut gitu kek. Ntar sepulang kerja, aku langsung samperin kalian di mall. Biar kamu nggak cuma ngeliatin Rezky sama temen kamu pacaran. Ntar kita juga pacaran.
đŠđ¤đ¤ bisa bae kamu mas. Ya udah kalau gitu, aku mau menghubungi kak Ikke dulu, terus siap-siap.
...Di mall...
Armell, Ikke, dan baby Arvin berjalan berdampingan. ( Baby Arvin di dalam stroller ya guys, bukan berjalan sendiri đ). Sedangkan Rezky berjalan di belakang mereka bak seorang bodyguard.
" Berasa jadi bodyguard gue. Sial. Gue pikir tadi asyik bisa jalan-jalan sama cewek gue. Eh, malah jadinya gue cuekin gini. " protes Rezky dalam hati karena ia kesal.
Mereka terus berkeliling. Armell membelikan baby Arvin beberapa mainan. Kemudian membelikannya beberapa potong baju juga.
Setelah puas berbelanja, Armell dan Ikke mengajak baby Arvin bermain di area bermain anak-anak. Arvin yang sekarang sudah berusia 8 bulan, sudah mengerti jika di ajak bermain. Ia terlihat begitu antusias dan bahagia. Sedangkan dari kejauhan, ada sepasang mata yang sedang serius memperhatikan mereka.
" Mell, Rezky pamit keluar dulu sebentar. Katanya ada anak buahnya yang mau memberikan berkas penting gitu." ucap Ikke memberitahu.
" Iya kak. Nggak pa-pa. Lagian disini kan aman. Siapa lagi yang mau berbuat jahat di tempat ramai kayak gini. " jawab Armell.
" Tapi, aku kebelet banget nih. Pengen ke toilet. " ucap Ikke sambil meringis menahan pipis.
" Ya udah sana kak. Ntar kalau di tahan malah jadi sakit loh perutnya. " jawab Armell.
" Tapi nggak pa-pa kamu aku tinggal sendirian? " tanya Ikke memastikan.
" Nggak pa-pa kak. Kalau ada yang mau macam-macam ntar aku tinggal teriak aja. " sahut Armell.
" Oke deh kalau gitu. Aku ke toilet bentar ya. " pamit Ikke. Dan di jawabi anggukan oleh Armell.
Lalu Ikke buru-buru keluar dari area bermain. Tinggallah sekarang Armell berdua dengan baby Arvin.
Seseorang yang sedari tadi memantau gerak-gerik mereka, tersenyum smirk saat melihat kini Armell sedang sendirian. Ia berjalan memasuki area bermain dan mendekati Armell.
" Hai honey. " sapa orang itu.
Armell mendongakkan kepalanya karena saat itu ia sedang berbicara dengan baby Arvin. Armell begitu terkejut dengan kedatangan orang itu.
" Robert? " ucap Armell.
" Kita bertemu lagi, honey. " ucap Robert sambil mendudukkan dirinya di sebelah baby Arvin.
" Mau apa lagi kamu? " tanya Armell tanpa melihat ke arah Robert.
" Aku merindukanmu, honey. Sangat merindukanmu. Entahlah kenapa aku begitu merindukanmu. Beberapa kali aku menghubungimu, selalu kau abaikan. Pesanku pun hanya kau baca, honey. Dan itu membuatku frustasi. " ucap Robert.
Armell memejamkan matanya sesaat.
" Sebenarnya apa maumu? Kau menginginkan senjatamu yang di sita suamiku kan? Aku yang akan memintakannya. Lalu setelah itu, jangan pernah menggangguku lagi. " ucap Armell.
" No, honey. I didn't want it again. But I want you. Aku sudah tidak peduli lagi dengan senjata-senjata itu. Karena aku masih bisa membelinya lagi. Yang aku inginkan sekarang adalah dirimu. Hanya dirimu, honey. " jawab Robert.
" Jangan gila kamu. " umpat Armell.
" Ya, honey. Aku tergila-gila padamu. " sahut Robert.
" Aku sudah menikah. Aku sudah punya suami. Akupun sudah mempunyai seorang anak. Pergi, dan carilah gadis yang masih sendiri sana. " usir Armell dengan suara tegas.
" Tapi hanya kamu yang aku inginkan. Aku tidak tertarik dengan perempuan lain. Dan anak? Kau punya anak? Come on honey... Don't make me laugh. Dimana buktinya? Mana anak kamu ? " tanya Robert sambil tertawa.
" Dia anakku. " jawab Armell sambil menunjuk baby Arvin yang sedang duduk di depannya.
Robert menatap dalam-dalam baby Arvin. Tiba-tiba hatinya tercubit. Hatinya berdesir aneh. Perasaan yang belum pernah ia miliki. Ia menarik kedua sudut bibirnya saat baby Arvin tersenyum kepadanya. Senyuman baby Arvin menghangatkan hatinya. Tangannya terulur untuk menyentuh wajah baby Arvin. Matanya tiba-tiba memanas dan berkaca-kaca.
Armell segera menarik baby Arvin ke dalam dekapannya saat melihat Robert hendak menggendong baby Arvin.
" Jangan sentuh anakku dengan tangan kotormu. " ucap Armell.
Robert kemudian tersadar dari perasaannya yang berkecamuk. Ia kembali menatap Armell yang sedang menatapnya tajam.
" Aku hanya ingin menyentuhnya sedikit, honey. Dia sangat menggemaskan. " ucap Robert. " But, wait....Aku tidak yakin kalau dia adalah anak kamu. Kau menikah dengan teman lamaku belum ada satu tahun bukan? And see ...dia sudah besar. " lanjutnya sambil menunjuk baby Arvin.
" Dia anakku. Kau dengar itu? " pekik Armell.
" Hei, just calm down, honey. Oke, never mind jika memang dia anak kamu. Maka aku tak masalah jika harus menganggapnya anakku juga. " ucap Robert.
" Dasar gila. " umpat Armell sambil membereskan barang-barang baby Arvin karena ia harus segera meninggalkan tempat itu. Meninggalkan laki-laki gila yang ada di sebelahnya.
" Mell, sorr.....ry..." Ikke datang dengan terburu-buru dan langsung di kagetkan dengan keberadaan laki-laki bule di sana.
" Kita pergi dari sini sekarang kak. " ajak Armell.
Masih dengan kebingungannya, Ikke membantu Armell membawa barang belanjaan dan mendorong stroller baby Arvin. Dan Armell menggendong baby Arvin dengan membawa tasnya.
Robert tersenyum penuh makna memandang kepergian Armell dan sebentar menatap baby Arvin yang sedari tadi memandangnya sambil tersenyum.
Sampai di depan pintu keluar area bermain, Armell dan Ikke bertemu dengan Rezky. Ia yang melihat Armell dan Ikke yang berjalan di belakang Armell sedang berjalan dengan terburu-buru, berusaha bertanya dengan sang kekasih. Tapi Ikke hanya mengendikkan bahunya sambil terus mengikuti Armell dari belakang.
Sampai di area food court, Armell belok dan masuk, kemudian duduk di salah satu kursi sambil menata nafasnya.
" Bang, pesenin Mell minum. Mell haus. " pinta Armell. Rezky yang masih belum tahu apa yang terjadi, hanya mengikuti permintaan istri dari tuannya. Ia berjalan menuju ke kasir dan meminta menu. Kemudian ia memesan minuman dan makanan untuk Armell, Ikke, juga dirinya.
" Nona, ada apa sebenarnya? Kenapa anda terlihat begitu panik? " tanya Rezky saat dirinya sudah kembali diantara mereka dengan membawa minuman dan di sodorkan ke Armell.
Armell meneguk juice yang di berikan oleh Rezky tersebut sampai habis.
" Tadi Robert tiba-tiba datang nyamperin aku. " jawab Armell.
" Robert? Robert Downey? " tanya Rezky memastikan. Dan Armell mengangguk.
' Sial. Gue kecolongan. Bisa kena semprot bos ini nanti. ' batin Rezky.
Kemudian ia berdiri dan dengan terburu-buru meninggalkan Armell dan Ikke untuk mencari Robert di tempat bermain tadi.
Sedangkan di food court, Ikke meminta Armell untuk bercerita.
***
bersambung