
" Brengs3k! " umpat Armell saat wajahnya terkena pukulan. Ia menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Ujung bibirnya terasa perih.
" Sial. Gara-gara kamu si penjahat ubur-ubur, aku jadi mengumpat seseorang. Aku sudah menyalahi larangan ibuku. Huh ! " ucap Armell tidak terima karena laki-laki itu telah membuatnya mengumpat.
" Ha ..ha...ha..." laki-laki itu tertawa terbahak-bahak.
Bugh...Bugh...Bugh ..
Armell kembali menghajar si penjahat ubur-ubur habis-habisan. Ia semakin geram karena laki-laki itu telah membuat mulutnya menjadi kotor.
Di saat Armell sedang menghajar laki-laki itu tanpa ampun, tiba-tiba Armell di sekap dari belakang dan hidungnya di tutup dengan kain yang telah di beri obat bius. Dalam sekejap, Armell langsung tidak sadarkan diri.
" Sialan kalian. Kenapa lama sekali? " umpat si penjahat ubur-ubur ke teman-temannya.
" Dasar Cemen lo...Badan doang yang gede. Ngelawan cewek satu aja nggak bisa. " ejek temannya.
" Brengs3k kalian. Lo kira cewek ini cewek beneran? Dia ini cewek jadi-jadian. Dia jago beladiri b3go! " sahut si penjahat ubur-ubur.
" Udah, kalian ini. Ayo buruan kita bawa cewek ini ke mobil. Keburu ada yang lihat kita nyulik dia. " ucap teman yang lain.
Kemudian mereka segera menggendong tubuh armell dan memasukkannya ke dalam mobil. Dan segera membawa mobil itu pergi meninggalkan tempat itu. Di saat para penjahat itu mengangkat tubuh armell, tas yang sedari tadi di gendong Armell terlepas dari pundaknya.
...Di sebuah gudang kosong...
" Bagaimana? Kalian berhasil membawanya? " Tanya seseorang ke anak buahnya.
" Sudah tuan. Dia ada di dalam tapi masih belum sadar tuan. " jawab sang anak buah.
" Hmmm. " kemudian seseorang itu beranjak mendekati pintu gudang.
" Tuan..." panggil anak buahnya.
Orang itu menoleh sebelum ia masuk ke dalam gudang. " Ada apa? "
" Berhati-hatilah sama dia tuan. " anak buahnya memberitahu. Sang bos mengernyit mendengar peringatan dari anak buahnya.
" Dia perempuan yang cukup berbahaya. Dia jago beladiri. Lihat muka saya tuan. Di buat babak belur sama dia. " ucap sang anak buah yang ternyata adalah si penjahat ubur-ubur.
" Ha...ha...ha..." sang bos tertawa lepas. " Kamu kalah sama seorang perempuan? Preman macam apa kamu ini. Ha...ha...ha..." ucap sang bos.
Sang bos kemudian melangkah masuk ke dalam gudang kosong itu. Terlihat Armell di sekap di tengah gudang. Ia di dudukkan di sebuah kursi dengan mulut yang di sumpal dan kaki tangan yang terikat.
Sang bos mendekati Armell. Ia memandang wajah Armell dalam-dalam sambil mengusap-usap dagunya dan berkacak pinggang.
" Jadi ini istri polisi itu? Hmmmm.... lumayan cantik juga. Mulus kulitnya. Halus. " puji sang bos sambil mengelus pipi Armell.
" Eh, bangun! " teriak sang bos sambil menendang kursi yang di duduki Armell. Tapi Armell masih tetap diam dengan mata yang terpejam.
" Bangun! " teriak sang bos lagi lebih keras dan menendang kursi Armell lebih kencang.
" Mmmpt...." Armell mulai bergerak. Perlahan ia membuka matanya, lalu mengibas-ngibaskan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Kepalanya terasa berat dan berdenyut.
Setelah kesadarannya kembali, Armell mendongak dan menatap laki-laki paruh baya yang berusia sekitar 35 tahun berdiri sambil berkacak pinggang di depannya.
" Mmmmpptt...." teriak Armell dengan mulut yang tersumpal.
" Apa dia bilang? " canda sang bos ke anak buahnya.
" Mmmmpptt...." teriak Armell sambil melotot ke arah sang bos.
Sang bos mendekat ke Armell, kemudian melepas kain yang menutup mulut Armell.
" Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu. Kenapa kamu menculikku? " tanya Armell sembari berteriak.
" Wuah, galak juga ternyata. Jangan galak-galak nona. Oh iya, kita belum berkenalan. Kita kenalan dulu saja. Kenalkan, namaku Robert Downey. Panggil saja Robert. " ucap Robert sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
" Ups. Maaf aku lupa kalau tangan kamu terikat. " lanjutnya sambil tersenyum meledek.
" Kenapa kamu menculikku? Ada masalah apa aku sama kamu? " tanya Armell sinis.
" Honey, kamu tadi bilang ingin berkenalan. Aku bahkan sudah menyebutkan namaku. Paling tidak sebutkan namamu dulu. " goda Robert.
" Cih. Nggak Sudi. " Armell berdecih.
" Menarik. Cantik, galak, aku suka. Wah, aku jadi ingin merebutmu dari suamimu. " ujar Robert.
" Suamiku? Kau mengenal suamiku? " tanya Armell sambil mengerutkan dahinya.
" Yups. Sangat mengenalnya. Suamimu , Seno Gael Adiguna. Benar kan? " ulas Robert.
" Siapa kamu? Bagaimana kamu bisa mengenal suamiku? " tanya Armell.
" Kami teman lama. Kami telah mengenal cukup lama. Ya.... mungkin dari semenjak ia masih berada di luar negeri. " jelas Robert.
' Luar negeri? Suamiku pernah tinggal di luar negeri? Oh, ya Tuhan... sepertinya aku memang terlalu cuek dengan suamiku. Aku bahkan tidak tahu siapa dia sebenarnya. ' batin armell.
" Tapi sayang. Semenjak suamimu menjadi polisi, dia menjadi musuhku. Ha...ha...ha..." lanjut Robert.
" Itu kan urusanmu sama dia. Kenapa kamu malah menculikku? Seharusnya yang kamu culik itu dia. Bukannya aku. " teriak armell kesal.
" Ha...ha...ha... karena kamu istrinya honey. Kamu akan menjadi umpanku untuk mengambil kembali barangku yang di sita suamimu. " jelas Robert.
" Hah! Pengecut. Pakai umpan. Kalau kamu memang laki-laki, kenapa harus memakai umpan? Tidak berani bertemu dan meminta langsung ke suamiku? " ledek armell. " Beraninya sama perempuan. Oh, bahkan anak buahmu saja beraninya keroyokan. Pakai bius lagi. Cuma sama perempuan saja cemen. Apalagi sama suamiku. Iya kan? " tambah Armell.
" Double ****. " umpat Robert. " Shut up your mouth baby. " ancam Robert tersinggung dengan ledekan armell.
" Jangan memanggilku ' baby ' ! Cuma suamiku yang boleh memanggilku ' baby'. Heh, kau tidak terima dengan ucapanku? Kalau kalian semua itu b@nci! " ledek Armell kembali.
" Diam! Sekali lagi kamu bicara, aku akan melenyapkanmu. " bentak Robert.
Robert mendekati Armell, kemudian memegang wajah Armell dengan telapak tangannya. " Tapi aku suka perempuan seperti kamu. Menantang. Pasti juga galak di ranjang. Ha...ha ..ha..." ucap Robert sambil melepas wajah Armell kasar.
" Lepas ikatannya. Aku ingin melihat seberapa hebat dia. Apa cuma mulutnya saja yang hebat. " Robert menyuruh anak buahnya melepas ikatan Armell.
" Baik bos. " jawab sang anak buah. Kemudian ia melepas semua ikatan Armell. Armell memegangi pergelangan tangannya yang terasa kebas saat ikatannya telah di lepas.
" Ayo kita bermain honey. Kalau kamu menang, aku akan melepaskanmu dan akan menemui suamimu tanpa menjadikanmu umpan. Tapi kalau aku yang menang, kau harus menemaniku malam ini. Melayaniku dengan mesra nanti malam. Menghabiskan malam panjang bersamaku, dan lupakan suamimu. " ucap Robert.
Armell merasa geram oleh ucapan Robert. Armell mengepal tangannya.
Apa kamu bilang? Kau pikir aku perempuan malam yang dengan senang hati melayani ***** gajahmu?" jawab Armell.
" Ha .ha .ha ..Di sini aku yang berkuasa honey. Aku yang membuat peraturan. Jadi kalau kau tidak ingin menjadi pel@curku malam ini, berusahalah dengan baik supaya tidak kalah. " kelakar Robert sambil melepas jasnya, kemudian menggulung lengan kemejanya sampai ke siku.
***
bersambung
...Hari ini up 2 episode lagi ya kak....semoga kakak-kakak pada puas dan happy.......
...Selamat membaca, dan jangan lupa beri dukungan kalian yah......