My Handsome Police

My Handsome Police
Sakitnya Seno



Setelah menempuh perjalanan selama dua jam, akhirnya mereka sampai di rumah Seno dengan selamat. Selama perjalanan, Armell tidak sedikitpun membuka matanya. Alif dan salah satu anak buah Seno yang sedari berangkat menyopiri mobil Alif, langsung berpamitan untuk pulang.


" Rez, menginaplah di sini. Hari sudah terlalu malam. " pinta Seno ke Rezky setelah Rezky membantunya membuka pintu rumah karena saat ini Seno sedang menggendong Armell.


Seno tidak berusaha membangunkan Armell karena Seno yakin saat ini Armell sedang butuh banyak istirahat.


" Tidak, terimakasih tuan. Saya langsung ke apartemen saja. " tolak Rezky.


" Kalau begitu, bawa saja mobilku. Di rumah masih ada mobil lain. Tinggalkan motormu di sini. Kau juga pasti lelah. Berbahaya kalau mengendarai motor. Lagian hari juga sudah terlalu malam. " sahut Seno.


" Terima kasih tuan. Tapi sa...." ucap Rezky yang terpotong oleh Seno.


" Jangan membantah dan jangan menolak. " tegas Seno.


" Baiklah tuan. " jawab Rezky pada akhirnya sambil menganggukkan kepalanya.


" Terima kasih banyak, Rez. " ucap Seno.


" Sama-sama tuan. Kalau begitu, saya permisi dulu." pamit Rezky.


" Iya. Hati-hati kamu. " jawab Seno Sambil kemudian masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah dengan kakinya.


Seno berjalan perlahan seraya sesekali mengamati wajah pucat istrinya. Seno membawa Armell masuk ke dalam kamarnya yang berada di lantai dua. Sedangkan baby Arvin ia biarkan bersama Lilik tidur di kamar tamu.


Saat tiba di dalam kamar, Seno merebahkan tubuh Armell perlahan. Lalu ia pergi ke kamar mandi untuk mengambil air dan washlap untuk membersihkan tubuh Armell.


Setelah mengambil air dalam baskom, Seno menghampiri Armell istrinya. Ia menyingkirkan rambut Armell yang berada menutupi wajah istrinya itu. Seno mencelupkan washlap ke dalam air, lalu memerasnya. Perlahan ia membasuh wajah Armell. Ia menyeka bekas darah yang sudah mengering di sudut bibir Armell.


" Ya Tuhan...Apa sebenarnya yang sudah mereka lakukan kepadamu baby? " gumam Seno.


Setelah membersihkan wajah Armell, Seno mengelus pelan pipi Armell. Memegang setiap lebam yang ada di pipi yang biasanya mulus tanpa noda itu. Kemudian ia mengecup kening Armell cukup lama.


Seno kini menatap baju yang di kenakan Armell. Baju itu nampak lusuh dan kotor. Kini dia di landa kebingungan. Tidak mungkin ia membiarkan Armell tetap memakai baju itu. Tubuh Armell juga pasti terasa tidak nyaman karena berkeringat dan kotor.


Seno beranjak dari duduknya kemudian membuka pintu kamar hendak memanggil Lilik. Tapi ia urungkan. Kalau dia memanggil Lilik, maka baby Arvin pasti akan terganggu tidurnya. Seno kembali menutup pintu dan menghampiri Armell. Ia memandang tubuh Armell sambil menggosok dagunya.


" Ah, dia tidak tahu ini. Sebaiknya aku ganti saja bajunya. Sekalian bersihin badannya. Besok aku bilang sama Lilik untuk bilang kalau dia yang mengganti bajunya. " tukas Seno.


Senopun pergi ke wardrobenya dan mengambil sebuah kemeja yang ia rasa bisa di pakai oleh Armell. Saat ini ia mengambil kemeja yang menurutnya cukup besar untuk di pakai Armell. Karena ia tidak mau berbuat mesum untuk yang kesekian kali terhadap istrinya karena ulahnya sendiri.


Seno kembali menghampiri Armell, kemudian membuka kancing kemejanya satu persatu. Kemudian setelah kancing kemejanya sudah terlepas semua, Seno sedikit memiringkan tubuh Armell untuk melepas kemejanya keseluruhan. Sambil berdoa dalam hati semoga istrinya itu tidak terbangun.


Setelah melepas kemeja Armell, kini tangan Seno beranjak ke bawah, membuka kancing celana jeans milik Armell. Melihat keindahan ciptaan Tuhan ini, lagi-lagi Seno harus menahan perkututnya agar tidak bersiul.


Berulang kali Seno memperingatkan dirinya kalau kondisi Armell saat ini sedang sakit. Jangan sampai dia macam-macam.


Setelah celana Armell juga terlepas, kini Seno mulai membersihkan tubuh Armell menggunakan washlap yang ia gunakan tadi untuk membersihkan wajah Armell.


Perlahan ia mulai mengelap bagian atas tubuh Armell. Sampai ketika tangannya berada di atas dada Armell, ia memejamkan matanya, mengambil nafas dalam-dalam mencoba menjinakkan gairahnya.


" Huh! " Seno menghembuskan nafasnya kasar.


Lalu ia melanjutkan untuk membersihkan tubuh Armell. Kini tangannya mengelap bagian perut. Saat tangannya mau mengelap pinggang Armell, ternyata ada luka di sana. Pinggang Armell tampak membiru. Kemudian ia melihat pinggang Armell yang sebelah kiri. Di situ juga terdapat lebam. Kemudian ia juga melihat warna biru di hampir seluruh paha dan *@**** Armell.


Seno menitikkan air matanya. Pasti sangat sakit apa yang Armell rasakan. Ia yang seorang laki-laki saja ketika harus berantem dengan penjahat, dan mendapatkan luka seperti itu, rasanya di badan seperti tulang-tulangnya remuk.


Seno menyeka air matanya. Ia mengepalkan tangannya. Ia merasa sakit hatinya melihat istrinya mengalami ini semua. Hatinya berdenyut nyeri. Ia seakan tidak rela gadis itu terluka. Saat ini ia menyadari, mengapa ia bisa merasa sesakit ini. Yah, cinta... Itulah yang Seno rasakan untuk Armell.


Seno kembali mengelap tubuh Armell. Ia mengelap kaki Armell sambil terus berucap, " Maaf. Maafkan aku, baby,.."


Setelah selesai membersihkan seluruh tubuh Armell, Seno memakaikan kemejanya ke badan Armell perlahan takut jika gerakannya menambah luka di tubuh istrinya.


Lalu ia menutup tubuh Armell dengan selimut supaya tubuh Armell tidak terlalu merasa dingin karena terpaan AC. Seno pergi ke kamar mandi untuk mengembalikan baskom dan untuk mandi sebentar.


Hanya sepuluh menit saja Seno melakukan ritual mandinya. Yang biasanya ia lakukan selama setengah jam lebih. Kali ini ia begitu enggan meninggalkan Armell sendirian.


Selesai mandi, Seno ikut naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya miring menghadap Armell. Ia menopang kepalanya dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi menggenggam tangan Armell. Mengecup tangan itu berkali-kali.


" Maaf sayang. Karena aku, kamu harus mengalami ini semua. Aku pastikan akan membalas mereka yang telah menyakitimu. " ucap Seno, lalu ia menyisir rambut Armell dengan jari-jarinya.


" Armell, aku berjanji padamu, aku akan selalu membuatmu bahagia. Aku mencintaimu....Aku mencintaimu...." ungkap Seno kemudian ia mengecup pipi Armell.


" Aku juga akan membuatmu mencintaiku. Hanya mencintaiku. Dan kita akan menjaga pernikahan kita bersama-sama. Kita akan terus bersama, selamanya. I love you, baby...." lanjut Seno lalu ia mengecup kening Armell cukup lama.


Hampir semalaman Seno tidak menutup matanya. Ia mengamati dan memandang Armell selalu. Sampai ia mendapati pergerakan dari tubuh Armell...


" Hmmm....." Armell mulai bergumam.


***


bersambung


Maaf ya kak, part kali ini tidak sepanjang yang biasanya. Part yang tadi siang kan udah panjang, jadi author agak capek tangannya karena harus mengetik ....maaf ya.... insyaallah besok author nulis lagi kelanjutannya...