My Handsome Police

My Handsome Police
Ketemu ayah kandung Arvin



" Sudah kalian dapatkan informasi siapa ibu dari anakku? " tanya Robert ke anak buahnya.


" Sudah bos. Dia anak dari salah satu pengusaha yang cukup ternama di kota ini. " jawab anak buahnya.


" Siapa? " tanya Robert.


" Putri dari keluarga Abraham bos. Namanya Leora Abraham. " jawab sang anak buah.


Robert manggut-manggut. " Aku sangat merindukan putraku. Aku ingin menemuinya. Ayo kita ke rumah keluarga Abraham. " ucapnya.


Si anak buah langsung membelalakkan matanya. " Serius bos mau kesana sekarang? "


Robert mengangguk.


" Tapi bos, bos kan tidak mengenal keluarga Abraham sebelumnya. Kalau tiba-tiba anda kesana, apa mereka akan percaya? " tanya anak buahnya.


" Itu urusanku. Kau cukup mengantarku kesana. " sahut Robert sambil berdiri dari duduknya. Dan mau tidak mau, si anak buah hanya bisa mengikutinya.


Setengah jam kemudian.


Robert telah sampai di depan rumah yang cukup besar.


" Sebentar ya bos. Saya bilang ke satpam rumahnya dulu. Biar di bukakan gerbangnya. " ucap si anak buah.


" Kau tahu apa yang harus kau katakan supaya mereka mengijinkan kita masuk kan? " tanya Robert dan si anak buah mengangguk.


Lalu si anak buah pergi ke pos satpam yang ada di depan gerbang. Setelah beberapa saat, entah apa yang di katakan oleh anak buah Robert, anak buah Robert itu kembali dengan senyuman. Tak berselang lama, gerbang di buka oleh satpam dan anak buah Robert segera menjalankan mobilnya kembali dan masuk ke dalam pekarangan rumah.


Setelah mobil terparkir rapi, Robert keluar dari dalam mobil. Ia mengancingkan kancing jasnya, kemudian berjalan dengan gagahnya menuju pintu dan mengetuk pintu.


Tok ..tok. tok .. ( bunyi pintu di ketuk )


" Cari siapa tuan? " tanya ART yang membukakan pintu.


" Bisa saya bertemu dengan nona Leora? " tanya Robert.


" Maaf, anda siapa ya? " tanya ART itu.


" Saya teman nona Leora. " jawab Robert.


" Oh, silahkan masuk tuan. Saya panggilkan nona Leora dulu. " ucap si ART.


" Terimakasih. "


Lalu Robert masuk dan duduk di sofa ruang tamu rumah itu. Tak lama kemudian, Leora datang menghampiri Robert di ruang tamu.


" Tuan, anda mau bertemu saya? " tanya Leora.


Robert yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, mendengar suara Leora, langsung menengadahkan kepalanya sambil menyimpan kembali ponsel ke saku jasnya.


' Cantik. ' gumam Robert dalam hati.


Robert berdiri lalu mengulurkan tangannya. " Hai. " sapanya.


Leora menerima jabat tangan Robert dengan sedikit keraguan.


" Silahkan duduk, tuan. " Leora mempersilahkan Robert untuk duduk kembali.


" Saya akan langsung bicara saja tujuan saya kemari nona Leora. " ujar Robert. " Nona, apa kau tidak mengingatku? Atau mungkin mengenaliku? " tanyanya.


Leora nampak mengingat-ingat. Lalu ia menggeleng, " Maaf, tuan. Bukan maksud saya tidak sopan. Tapi saya tidak mengenal anda. "


Robert tersenyum tipis. " Baik, kalau begitu, saya akan memperkenalkan diri saya. Saya adalah Robert. Robert Downey. "


Mendengar nama itu, wajah Leora langsung memucat.


Bibir Leora terasa kelu. Ia tidak bisa berkata apa-apa.


" Saya kemari, karena saya sangat merindukan putraku. Boleh saya bertemu dengannya? " ucap Robert kembali.


" Ma-maaf tuan. Saya tidak tahu apa yang anda maksud. Saya tidak tahu siapa putra anda. " jawab Leora gugup.


" Tidak usah berpura-pura nona. Dari wajah dan nada bicaramu, saya tahu kalau anda tahu siapa ayah kandung dari anak anda. Cuma sayangnya, anda tidak tahu wajahnya seperti apa. " ujar Robert. " Dan, inilah wajah ayah kandung dari anak anda. " tambah Robert sambil menunjuk wajahnya sendiri. " Wajah inilah yang telah menghabiskan malam indah dengan nona sehingga lahirlah seorang bayi laki-laki. " ujarnya.


Leora semakin mencengkeram ujung gaunnya. Matanya juga sudah memanas.


" Sekarang saya mau tanya kepada anda tuan Downey. Yang anda mau apa sekarang? Kenapa anda harus menunjukkan wajah anda kepada saya?" tanya Leora dengan suara yang bergetar.


" Tenang saja nona. Saya tidak mau macam-macam. Saya hanya mau bertemu dengan putra saya. Untuk saat ini. " ujar Robert penuh penekanan.


" Maaf tuan. Anak saya sedang tidak di rumah. " sahut Leora tak kalah tegas.


Robert mengusap wajahnya kasar. " Tidak usah berbohong nona. "


" Saya tidak berbohong, tuan. Kalau tuan tidak percaya, silahkan cari di seluruh rumah ini. " ujar Leora.


" Nona, anda jangan main-main sama saya. Saya bisa mengambil alih hak asuh baby Arvin dengan mudah. " ancam Robert.


" Tidak! Tidak akan kubiarkan. " pekik Leora.


" Saya tahu, papa anda punya kedudukan. Begitupun saya nona. Bukan hal yang sulit bagi saya untuk mengambil anak saya. Anak kandung saya. " ujar Robert penuh penekanan.


Leora terdiam.


" Nona, saya kesini bermaksud baik. Saya tidak tujuan buruk atau apa. Saya hanya ingin bertemu dengan baby Arvin. Itu saja. Jadi nona, jangan membuatnya menjadi sulit. " ujar Robert.


" Sudah saya katakan tuan, baby Arvin tidak ada di rumah. Dia sedang ikut mom'nya. " jawab Leora.


" Siapa mom'nya? " tanya Robert.


" Silahkan anda cari tahu sendiri siapa mom'nya baby Arvin, tuan. Bukankah Anda bilang bisa melakukan apapun? " tantang Leora.


" Tidak masalah nona. " jawab Robert ringan. " Oh iya nona, mumpung kita sudah bertemu. Saya mau bilang kepada anda. Saya tidak akan menuntut hak asuh baby Arvin jatuh ke tangan saya, asalkan anda mau bekerja sama dengan saya mengijinkan saya bertemu dengan baby Arvin semau saya. Jadi, kita punya hak yang sama nona. " ujar Robert.


" Apa? Tuan..."


" Saya sedang tidak bernegosiasi nona. Saya menyampaikan kemauan saya. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, anda harus menyetujuinya. " sahut Robert.


" Oh, satu lagi. Jangan pernah anda meminta saya untuk bertanggung jawab. Karena saya sama sekali tidak tertarik dengan pernikahan. Dan saya juga tidak tertarik dengan anda, nona. " lanjut Robert.


" Cih! Siapa juga yang mau menikah dengan anda? Saya juga tidak Sudi. " jawab Leora tegas.


" Bagus, nona. Berarti kita sudah sepakat. Tapi saya siap memberikan nama saya kepada baby Arvin. Anda harus memakai nama Downey di nama belakang Arvin. " ucap Robert.


" Maaf, tuan. Anda sudah terlambat. Nama anda sudah tidak bisa di gunakan untuk baby Arvin. Karena Akte kelahiran baby Arvin sudah jadi. Dan di sana tertera namanya adalah Arvin Leonard Abraham. " jawab Leora.


" Saya tadi bilang sama anda nona, tidak ada yang tidak mungkin jika saya menginginkannya. Saya akan merubah akte kelahiran baby Arvin dan menambahkan nama Downey di belakang Abraham. Dan tentu saja, saya akan menaruh nama saya sebagai ayah dari baby Arvin. " ucap Robert tak terbantahkan.


Ia kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu hendak keluar. Kemudian saat sampai di depan pintu, ia membalikkan badannya dan berkata, " Nona, tolong kabari saya jika baby Arvin sudah kembali. Saya akan mengirimi anda pesan melalui ponsel saya. Dan jangan lupa, simpan nomor saya "


Robert lalu berlalu meninggalkan leora yang hanya bisa terdiam mematung saja.


***


bersambung


Di part ini, 100% author membahas tentang Robert dan Leora ya guys....dan tidak ada Armell maupun Seno di part ini...Jadi jangan di cari dulu mereka berdua... Mereka sedang bersiap untuk acara wisuda Armell 😊😊


Di next episode, insyaallah Armell dan Seno akan muncul kembali