
Setelah malam perjumpaannya dengan Robert, Mariana kini menyusun rencana. Ia menaruh beberapa mata-mata untuk mengetahui apa saja yang terjadi di dalam hidup Armell. Semua kegiatannya, siapa saja yang berteman dengannya, siapa saja yang suka dengannya.
Setelah mengetahui beberapa hal mengenai Armell, ia mulai menyusun rencana. Ada rencana A, B, C, bahkan sampai rencana D.
Sampai akhirnya Mariana menemukan sesuatu. Ia mendapatkan informasi jika ada seorang laki-laki dari keluarga yang cukup ternama dan terpandang sedang menyukai Armell. Maka ia mulai melaksanakan rencananya.
Mariana menemukan jika ada seorang putra dari pengusaha ternama Wiradmaja. Yang juga adalah seorang anggota dewan pusat. Alex Wiradmaja adalah laki-laki itu.
Mariana mendapat informasi jika putra tuan Wiradmaja jatuh cinta sama istri dari pangerannya. Ia menyuruh anak buahnya untuk membuntuti Armell juga Alex jika mereka di kampus. Karena mereka yang satu jurusan dan sama-sama sedang dalam proses skripsi, maka mereka sering bertemu. Bahkan beberapa kali Armell diantar pulang oleh Alex.
Beberapa kali Mariana mendapatkan foto kebersamaan Armell dan Alex. Saat mereka sedang menunggu dosen pembimbing, saat mereka sedang berada di perpustakaan, bahkan saat mereka berada di kantin.
Karena merasa Alex selalu bermain aman, bahkan terkesan tidak ingin mendapatkan cinta Armell, Mariana menjadi geram. Akhirnya ia membuat janji dengan Alex untuk bertemu.
Alex yang memang sudah tahu Mariana karena beberapa kali ia bertemu Mariana saat ada pertemuan jamuan antara ayahnya dan ayah Mariana, tidak merasa curiga saat Mariana mengajaknya bertemu.
" Maaf, tuan Alex membuat anda menunggu lama. " sapa Mariana.
" Oh, tidak apa-apa nona Mariana. Silahkan duduk. " Alex mempersilahkan Mariana untuk duduk. Saat ini mereka sedang berada di sebuah cafe.
" Tumben sekali nona Mariana mengajak saya bertemu. Pasti ada hal penting yang mau anda sampaikan. " ujar Alex to the point. Alex orangnya memang tidak suka bertele-tele karena ia seorang yang pendiam.
" Oh, tuan Alex. Baru saja kita bertemu. Setidaknya berbasa basilah terlebih dahulu. Setidaknya, ijinkan saya memesan minuman terlebih dahulu. " sahut Mariana.
" Silahkan kalau anda ingin memesan minum. Tapi saya bukan orang yang senang untuk berbasa-basi. Bagi saya, time is money. " jawab Alex tegas.
" Oh, baiklah. " sahut Mariana. Kemudian ia memanggil seorang waiters dan memesan minuman.
Tak lama kemudian, sang waiters datang kembali dengan membawa minuman pesanan Mariana. Dalam selang waktu menunggu minuman, tidak ada percakapan yang terjadi antara Alex dan Mariana. Alex lebih memilih sibuk dengan ponselnya. Dan tentu saja Mariana menjadi sangat jengah.
" Silahkan anda berbicara, nona Mariana. Minuman anda sudah sampai. " ujar Alex sambil memangku satu kakinya di atas kaki yang lain .
Mariana menghela nafas jengah. Kesal dia semestinya. Tapi demi misinya, ia harus tetap berakting.
" Anda pasti mengenal seorang perempuan bernama Armell Lusinda tuan. Saya pikir anda malah mengenalnya dengan sangat baik. " Mariana memulai pembicaraan.
Mendengar nama Armell sang pujaan hati di sebut-sebut, Alex mengernyitkan dahinya.
" Ada apa dengan Armell, nona? Dia itu teman kuliah saya. " ucap Alex.
" Hanya teman kuliah, tuan? Anda yakin? " pancing Mariana.
Alex kembali mengernyitkan dahinya.
" Saya tahu semuanya, tuan. Anda mencintai gadis itu bukan? " lanjut Mariana .
" Sebaiknya nona tidak usah ikut campur dalam kehidupan pribadi saya. Kita tidak dalam hubungan yang dekat, nona. " sahut Alex ketus.
" Sebaiknya cepat katakan. Saya tidak punya banyak waktu. " ujar Alex yang sudah mulai jengah dengan Mariana.
" Jadi begini tuan. Saya tahu, anda menyukai Armell sejak lama. Sebelum saya memberikan informasi kepada anda tuan, saya ingin bertanya dulu. Jika anda sangat mencintai Armell, kenapa anda tidak berusaha memilikinya tuan? " tanya Mariana.
" Maaf, nona. Saya bukan seorang pebinor. Saya tidak akan merusak rumah tangga orang lain. Apalagi jika itu adalah rumah tangga orang yang saya cintai. " jawab Alex tegas.
Mariana terlihat manggut-manggut. " Tapi apa anda juga akan diam saja jika rumah tangga orang yang anda cintai tidak bahagia? "
" Maksud anda apa nona? " tanya Alex mulai terpancing.
" Gadis yang anda cintai, dia tidak bahagia tuan. Ia tidak bahagia dengan pernikahannya. " jawab Mariana. " Apa anda mengetahui cerita awal mula kenapa Armell bisa menikah begitu cepat? "
Alex menggeleng, " Saya tidak tahu nona. Setahu saya, ia hanya sudah menikah. "
" Saya akan memberitahu anda tuan. Nona Armell, sebenarnya terpaksa menikah dengan suaminya, karena dia ingin mengadopsi seorang bayi. Bayi yang ia temukan di depan rumah kostnya. Tapi sekarang, bayi itu sudah di ambil kembali oleh ibu kandungnya. Jadi secara otomatis, pengikat Armell dan suaminya, sudah tidak ada. Kalau anda perhatikan, apa sekarang Armell pernah di antar atau di jemput oleh suaminya saat ke kampus? " Mariana mulai bercerita.
Alex mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
" Sebenarnya tuan, suami Armell adalah teman kerja saya. Ia adalah seorang polisi, sama seperti saya. Kami bahkan satu tim. Jadi dia sering bercerita banyak kepada saya. " lanjut Mariana.
" Mereka tidak saling mencintai. Hanya surat nikah saja yang ada di antara mereka. Armell tidak bahagia, tuan. Dia menderita. Suaminya mempunyai perempuan lain di luar. Bahkan suaminya itu sudah bertunangan dengan kekasihnya. Apa anda akam membiarkan perempuan yang anda cintai menderita seperti itu? " pancing Mariana.
" Anda jangan mengada-ada nona. Kalau anda tidak memiliki buktinya. " sahut Alex yang sebetulnya hatinya sudah mulai terbakar.
" Saya memiliki buktinya tuan. Saya akan mengirimi anda foto-foto kebersamaan suami Armell dengan kekasihnya. " jawab Mariana.
Ia lalu mengambil ponselnya, dan mencari sebuah file foto, lalu mengirimkannya ke Alex.
Tring...tring ..tring .. beberapa foto terkirim di ponsel Alex. Alex lalu membukanya. Setelah melihat gambar-gambar itu, ia mengepalkan tangannya menahan emosinya.
" Bagaimana tuan? Anda percaya sekarang? " tanya Mariana sambil tersenyum smirk melihat perubahan raut wajah Alex.
" Apa anda akan tetap membiarkan Armell hidup dengan laki-laki seperti itu? Kalau saya menjadi anda, saya tidak akan membiarkannya tuan. Meskipun ia tidak mencintai saya, tapi setidaknya saya tidak akan menyakitinya. Saya akan berusaha membahagiakannya. " pancing Mariana kembali.
Alex mencengkeram ponselnya dengan erat. ' Aku tidak akan membiarkanmu tersakiti seperti ini, Armell. Aku tidak akan membiarkannya. Sudah cukup aku mengalah dan berdiam diri. ' gumam Alex dalam hati.
' Bagus, sepertinya Alex sudah terpancing. Tinggal melaksanakan rencana selanjutnya. Kau lihat saja Robert, tanpamu, aku bisa mengambil pangeranku sendiri. ' batin Mariana sambil tersenyum licik.
***
bersambung
...Hai kak, kira-kira siapa gadis yang ada di foto yang di kirimkan Mariana ke Alex? Dan foto seperti apakah itu? Hingga membuat Alex marah....