My Handsome Police

My Handsome Police
Takut



" Halo, Mell..." sapa Ikke di seberang.


" Iya halo kak. " sapa Armell. " Ada apa kak? " tanyanya.


" Kamu sekarang lagi ada di mana? " tanya Ikke.


" Masih di kampus. " jawab Armell.


" Nanti pulang dari kampus, bisa mampir ke rumah kost sebentar? " tanya Ikke.


" Insyaallah bisa. Memang ada apa sih kak? Kok kayaknya penting banget gitu. " tanya Armell.


" Ntar aja kalau kamu sudah di kost kita bicarakan. " jawab Ikke.


" Ya udah kak. Nanti sekitar jam 2 Mell ke kost. " ujar Armell.


Kemudian panggilan di akhiri. Setelah selesai berteleponan dengan Ikke, kini Armell mencari kontak suaminya.


My Handsome Police is calling....📞📞📞


Pucuk di cinta, ulampun tiba. Baru saja Armell mau mengirimkan pesan untuk sang suami. Eh, sang suami sudah telpon duluan. Dan entah sejak kapan, Armell mengganti nama sang suami di ponselnya. Yang dulunya di simpan dengan nama ' polisi ngeselin ', sekarang berganti dengan ' My Handsome Police '.


" Assalamualaikum...." sapa Armell.


" Waalaikum salam...Kamu nanti mau di jemput jam berapa? " tanya Seno.


" Baru aja aku mau kirim pesan. Nanti mas jemput aku di rumah kost aja ya. Tadi kak Ikke telepon, katanya ada hal penting yang mau di bicarakan. Nggak tahu deh apaan. " jawab Armell.


" Sama siapa kamu ke kostnya? " tanya Seno.


" Ya sendiri lah. Biasanya dulu juga gitu. " jawab Armell.


" Ya udah, kamu mau ke kost jam berapa? Ntar aku anterin. " jawab Seno.


" Jam duaan. Mas kan masih jam kerja. Mell bisa lah kesana sendiri. Orang dekat juga dari kampus. " ucap Armell.


" Ya ntar aku minta ijin bentar, habis itu balik lagi ke kantor. Ntar sore baru aku jemput kamu lagi di kost." sahut Seno.


" Kantor polisi sama kampusku jauh loh. Udah, aku nggak pa- pa kok sendiri. " ujar armell.


" Aku tuh khawatir. Aku tahu kampus sama kost kamu dulu deket. Tapi apa nggak ingat, dulu kamu di culik juga pas pulang dari kampus ke kost kamu kan? " tukas Seno.


" Aku bisa jaga diri mas. Udah ah, jangan parno an mulu. Ntar malah jadi doa loh. Mas nggak usah khawatir. Mell bakal jaga diri. Mell bakalan baik-baik saja. Kalau mas masih khawatir, ya udah ntar Mell minta tolong di jemput sama anak kost deh. " ujar Armell.


" Ya udah kalau gitu. Tapi beneran jangan jalan sendiri. " tukas Seno.


" Iya...iya...Lebay deh. Nggak pantes tahu, polisi gagah gitu lebay. " ejek Armell.


" Siapa yang lebay? Orang suami khawatir malah di katain lebay. " protes Seno.


" Iya deh iya maaf, My handsome police...." ujar Armell sambil mengulum senyum karena ia telah berani menggoda suaminya. 'Norak banget sih kamu Mell....' batin Armell.


Seno juga tersenyum di seberang sana. " Ehm.." Seno berdehem. " Ntar sore aku jemput di kost. Jangan kemana-mana kalau belum aku jemput. " ucapnya.


" Siap, komandan. " jawab Armell menirukan gaya Seno saat sedang di kantor polisi.


Kemudian bunyi tawa tergelak di tempat masing-masing. Panggilan pun di akhiri. Armell segera pergi menemui dosen pembimbingnya. Hari ini ia ada janji ketemuan sama sang dosen. Sedangkan di tempat parkir, ada dua orang manusia yang sejak tadi memperhatikan Armell dari kejauhan. Bahkan mereka juga mengambil beberapa foto Armell.


💫💫💫


" Hai honey...." sapa seseorang saat Armell sedang menunggu ojol yang ia pesan untuk mengantarnya ke kost.


Armell mendongakkan kepalanya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang ada di depannya. Bohong jika ia tidak takut. Ia masih miris saat mengingat perkelahiannya dengan laki-laki itu. Armell mundur ke belakang beberapa langkah.


" Hai, kenapa tiba-tiba wajahmu memucat? Kau takut padaku? Common honey....dimana wajah garangmu yang dulu?? Kau tahu, aku suka wajahmu yang penuh dengan keberanian seperti dulu. " ucap Robert semakin mendekati Armell.


Jantung Armell berdetak kencang. Jujur, ia takut saat ini. Bukannya takut jika ia di sakiti. Tapi ia takut kalau ia di culik lagi dan di paksa melayani ***** laki-laki di depannya ini.


Tapi Armell memberanikan diri menatap sinis ke arah Robert. Dia tidak boleh takut. Dia tidak boleh kalah. Lagian di sini kondisi ramai. Tidak mungkin Robert menculiknya.


" Mau apa kamu? " tanya Armell.


" Ha ..ha ..ha ..Apa kamu lupa honey? Urusan kita belum selesai. Oh, sebenarnya bukan hanya urusan kita saja yang belum selesai. Urusanku dengan suamimu juga belum selesai. " tukas Robert.


" Tapi saat ini, sekarang ini, aku mau menyelesaikan urusan kita, honey. Kau tahu, aku sangat penasaran bagaimana rasa dari dirimu. Sehingga Seno bersedia menikahimu. Sedangkan setahuku, dia anti untuk urusan wanita. Ah, aku memang selalu penasaran dengan wanita miliknya. Wanitanya yang dulu, aku juga merasakannya. Tapi ya begitulah. Biasa saja menurutku. Dan sekarang, aku penasaran denganmu, honey. " ucap Robert sambil berusaha menyentuh pipi Armell. Tapi Armell segera menghindar.


" Pergi kamu dari sini. Aku tidak akan pernah sudi di sentuh oleh tangan kotormu. " sahut Armell kasar


Armell mengarahkan pukulannya ke wajah Robert. Tapi dengan gerakan cepat, Robert menghindar. Bahkan sekarang, tangan Armell yang tadi di pakai untuk memukul, kini berada dalam genggaman Robert.


Robert tersenyum menyeringai.


" Br3ngs3k.... Lepaskan tanganku. " umpat Armell.


Tapi bukannya melepas, Robert justru mengelus telapak tangan Armell. " Halus. Tangan yang halus. Kau sungguh perempuan yang menarik. Tangan halus, wajah cantik, jago berkelahi, dan buas. Ha...ha...ha..." ucap Robert.


Armell menarik tangannya kasar. " Pergi kamu dari sini. Atau aku akan berteriak. " usir Armell.


" Slow down, honey. Don't be mad. Or I will want you more and more. " bisik Robert di dekat Armell.


" Bagaimana kalau kita pergi ke hotel saja sekarang? Setelah urusan kita selesai, aku akan mengantarmu pulang ke rumah suamimu dengan senang hati. " ucap Robert.


" Sialan! " umpat Armell kembali. " Lepas! " kini tangan Armell di tarik paksa oleh Robert.


Di saat genting, datanglah seseorang diantara mereka.


" Armell? " panggil orang itu.


Robert dan Armell seketika menoleh ke arah orang itu.


" Alex? " panggil Armell.


Pegangan Robert melonggar. Kesempatan itu Armell gunakan untuk melepaskan diri dari Robert. Ia mendekati Alex, teman sekampusnya.


" Sedang apa kamu di sini Mell? Menunggu jemputan? " tanya Alex.


" Ti-tidak. Aku mau ke rumah temanku dan aku sedang menunggu ojol. Tapi ojolnya tidak datang-datang. " jawab Armell gugup.


" Oh, bagaimana jika aku saja yang mengantar ke rumah temanmu? " tawar Alex.


" Boleh? " tanya Armell.


" Tentu saja boleh. " jawab Alex.


" Ya sudah, ayok. " ajak Armell buru-buru dengan menarik tangan Alex.


Robert melihatnya sambil tersenyum menyeringai. " Aku pastikan, akan mendapatkanmu, honey. " gumamnya.


Alex adalah teman Armell satu jurusan. Sebenarnya Alex ini sudah menyukai Armell sejak lama. Tapi ia hanya bisa memendamnya karena ia tahu kalau Armell pasti tidak akan menerimanya. Armell tidak pernah memikirkan tentang pacaran tentu saja. Alex yang bernama panjang Alexander Wiratmadja adalah seorang anak pengusaha. Bahkan saat magang dulu, Armell ia ajak untuk magang di perusahaan keluarganya, tapi Armell menolak.


Hosh....hosh....hosh ... bunyi nafas Armell saat kini mereka sudah berada di dalam mobil Alex.


" Sebenarnya apa yang terjadi Mell? Siapa dia? " tanya Alex.


" Ceritanya panjang Lex. Yang pasti laki-laki itu jahat. Dia pernah menculikku. Dan tadi dia hampir menculikku kembali. Untunglah kamu datang, Alex. Terimakasih banyak. " jawab Armell.


Karena merasa Armell yang enggan menceritakannya, Alex tidak bertanya lebih lanjut lagi.


" Kamu mau ke rumah teman kamu yang mana sekarang? Aku antar. " tanya Alex.


" Oh, ya ampun. Sebentar. Aku gagalkan pesanan ojolku. Semoga saja dia masih jauh dari sini. " ucap Armell sambil menepuk jidatnya. Ia mengeluarkan ponselnya, kemudian mengeklik gambar ikon ojol.


" Wah, untung saja dia masih jauh. Jadi bisa aku cancel. " ucap Armell.


Alex menatap Armell tanpa berkedip. Baru kali ini ia berkesempatan berada sedekat ini dengan gadis yang ia sukai. Hatinya terasa berbunga-bunga.


" Tolong antarkan aku ke rumah kost ku saja sekarang. " ucap Armell sambil sibuk memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. Tidak ada jawaban dari sebelah.


" Halo...Alex...." Armell melambaikan tangannya di depan wajah Alex karena ternyata saking senangnya dirinya sampai tidak mendengar kata-kata Armell.


" I-iya...Kamu bilang apa barusan? " tanya Alex gelagapan.


" Jangan banyak melamun. Masih muda. Nanti jadi cepat tua loh. He...he...he..." sahut Armell. Dan Alex juga ikut tersenyum gabut sambil menggaruk kepalanya. yang tidak gatal.


" Antarkan aku ke rumah kost ku. " lanjut Armell.


" Oke. " jawab Alex sambil mulai menjalankan mobilnya.


***


bersambung


Semoga cerita author yang hari ini tidak gabut seperti yang kemarin ya guys....Maaf kalau cerita yang kemarin kurang menarik... Soalnya kemarin author capek banget, jadi nggak ada ide...🙏🙏