My Handsome Police

My Handsome Police
Unboxing



" Mas, kamu mengajakku menikah waktu itu karena ingin mengadopsi baby Arvin kan? Terus sekarang.... sekarang... kalau baby Arvin sudah tidak bersama kita, kamu pasti akan menceraikan aku kan? Aku akan jadi janda muda...Masak iya aku jadi janda ting-ting? Huaa........" ucap Armell terbata-bata sambil menangis meraung-raung.


Seno di buat bengong dengan ucapan Armell. Ia terdiam. Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Tapi beberapa saat kemudian, Seno tertawa terbahak-bahak.


Mendengar Seno tertawa, Armell menjadi malu dengan ucapannya. Ia menunduk sambil masih terisak. Seno kembali menangkup wajah Armell.


" Baby, look at me. Mau ada baby Arvin ataupun nggak, kamu tetap istriku. Sampai kapanpun. Memang di awal, aku menikahimu karena aku kasihan sama baby Arvin dan kamu tentunya. Saat itu kamu menangis, bersedih, memikirkan baby Arvin jika ia berada di panti. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menikahimu supaya kita bisa mengadopsi baby Arvin. But it' just past. Not for now. Now and future, I will always be with you. Aku tidak akan pernah menceraikanmu untuk alasan apapun. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Dan aku sudah menemukan gadis yang tepat untukku. So, aku tidak akan melepaskanmu. " ucap Seno panjang lebar.


Armell menatap dalam-dalam manik mata Seno. Ia mencoba meresapi setiap ucapan suaminya itu. Senopun menatap mata Armell dalam-dalam. Memberikan keyakinan kepada Armell tentang ucapannya.


" Baby, aku mau tanya. Apa itu janda ting-ting? Setahuku, kalau perawan ting-ting memang ada. Tapi kalau janda ting-ting baru denger loh aku. " tanya Seno sambil menyeka air mata Armell.


" Kalau perawan ting-ting kan memang dia belum pernah menikah, dan tentunya masih perawan. Lah kalau janda ting-ting kan berarti udah nikah, tapi di tinggalin sama suaminya, dan masih perawan pula." jelas Armell sambil menyeka air matanya yang tersisa setelah Seno menyekanya terlebih dahulu.


" Ha...ha...ha... Ada-ada saja kamu, baby..." sahut Seno sambil tertawa terbahak-bahak.


Melihat Seno yang tertawa terbahak-bahak, Armell jadi cemberut karena merasa Seno menertawainya.


" Kalau kamu jadi janda ting-ting, berarti aku jadi duda ting-ting dong baby. Kan kita sama-sama belum unboxing. " lanjut Seno.


" Dikata barang belanjaan online....Pakai unboxing. " protes Armell.


Cup


Seno mengecup sekilas bibir Armell yang cemberut. " Gemes tahu kalau kamu lagi cemberut gitu. " ucap Seno sambil tersenyum. Armell mengelap bibirnya yang di kecup Seno.


Cup


Seno kembali mengecup bibir Armell.


" Ihhhh....kok nyosor lagi. " protes Armell sambil kembali mengelap bibirnya.


Cup


" Maas...." protes Armell dengan suara meninggi. Ia kembali mengelap bibirnya.


Cup


Lagi-lagi Seno mengecup bibir Armell sambil tersenyum tipis.


" Makanya jangan di lap mulu. " jawab Seno dengan menyeringai.


Armell tidak mengindahkan ucapan Seno. Ia kembali mengelap bibirnya dan semakin cemberut. Membuat Seno semakin gemas. Di tariknya tengkuk Armell, daaannn......


Seno mencium bibir Armell. Tidak lagi mengecupnya. Ia ******* habis bibir tipis milik istrinya. Armell tidak menolak seperti biasanya. Ia juga tidak membalasnya. Ia hanya terdiam. Meresapi rasa yang ada di hatinya. Benarkah ia mulai mencintai suaminya ini?


Tidak mendapat penolakan dari Armell seperti biasanya, Seno semakin gencar ******* bibir Armell. Menyesapnya dalam-dalam. Ia membuka matanya sebentar dan melihat jika Armell menutup matanya. Kini ia memberanikan diri untuk menggigit bibir bawah Armell. Sehingga Armell membuka sedikit bibirnya karena terkejut. Seno tidak menyia-nyiakan kesempatan itu begitu saja. Ia melesatkan lidahnya masuk ke dalam mulut Armell. Mengeksplor seluruh isi mulut Armell.


Merasa kalau Armell kehabisan nafas karena ia menahan nafasnya dari awal, Seno melepas ciumannya.


" Hosh...hosh...hosh...." Armell kembali bernafas.


Seno mengusap bibir Armell yang basah karena dirinya.


" Bernafas baby, jika aku menciummu. Kamu bisa pingsan jika menahan nafas seperti tadi. " ucap Seno sambil mengusap bibir Armell.


Wajah Armell terlihat memerah karena malu. Ia menundukkan kepalanya.


" Baby, bagaimana kalau kita unboxing sekarang. Biar kamu tidak menjadi janda ting-ting, dan aku tidak menjadi duda ting-ting. " bisik Seno di telinga Armell sambil tersenyum smirk.


Bugh


Armell memukul Seno dengan bantal sofa, kemudian berlari menuju lantai dua dan ke kamar baby Arvin. Seno tertawa sambil terus memandang Armell sampai Armell menghilang di balik pintu kamar baby Arvin.


💫💫💫


Satu minggu kemudian


" Mas, semalam kak Ikke menghubungiku. Dia bilang, orang yang mencari baby Arvin datang lagi ke kost. Mereka meminta kita untuk bertemu. " ucap Armell saat mereka selesai sarapan dan Seno akan berangkat bekerja.


" Kamu bagaimana? Sudah siap bertemu mereka? Kalau kamu sudah siap, kita temui mereka. " jawab Seno.


Armell menghela nafas panjang.


" Mell udah siap. " jawab Armell lirih.


" Baiklah. Kita temui mereka nanti malam? " tanya Seno kembali. Armell mengangguk.


" Kalau gitu, kamu hubungi mereka, dan ajak mereka untuk bertemu nanti malam. " ujar Seno. Armell kembali mengangguk.


" Kamu beneran hari ini mau di rumah aja? Nggak ke kampus? " tanya Seno kembali.


Armell menggeleng, lalu berkata, " Lagi mager mas. Kemarin Mell mengajukan bab 4 ke dosen pembimbing, tapi yang di coret banyak banget. Belum sempat merevisi. "


Seno tersenyum. " Jangan patah semangat. Dosen Corat coret itu biasa. Kalau dia tidak coret-coret dia nggak kerja dong. " canda Seno.


Armell ikut tersenyum. " Ya udah, mas cepetan berangkat. Nanti kesiangan. " ucap Armell.


Seno mengangguk, kemudian mereka bangkit dari duduk setelah sarapan. Ia berjalan ke teras belakang untuk melihat baby Arvin.


" Sayang, Daddy berangkat kerja dulu. Jangan nakal di rumah yah. " ucap Seno kemudian mengecup kening baby Arvin.


" Dada sayang ..." pamit Seno sambil menggoyang-goyangkan tangannya ke kiri dan ke kanan. Membuat baby Arvin terkekeh.


Lalu Seno berjalan keluar dari rumah dengan diikuti Armell dari belakang.


Sampai di dekat mobil, Seno berbalik. Armell menyalami Seno dan mencium punggung tangannya, kemudian Seno memberikannya kecupan di kening. Hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka semenjak Armell tinggal di rumah itu.


" Aku berangkat dulu. " pamit Seno.


Armell mengangguk kemudian berkata, " Hati-hati di jalan. "


Seno mengangguk. Ia berjalan mendekati mobil. Membuka pintu mobil bagian kemudi. Saat pintu sudah terbuka, Seno tidak lekas masuk.


" Baby..." panggil Seno.


" Kenapa mas? Ada yang ketinggalan? " tanya Armell sambil berjalan mendekati Seno.


" Kapan kita bisa unboxing? " bisik Seno menggoda Armell.


" Ihh ...." Armell mencubit lengan Seno.


" Aw...aw...sakit baby. " keluh Seno.


" Besok, tahun depan. " jawab Armell sekenanya karena ia kesal sang suami sangat suka menggodanya. Kemudian ia segera berlalu masuk ke dalam rumah karena ia merasa pipinya terasa panas.


" Beneran tahun depan ya? " teriak Seno dari mobil. Ia sudah masuk ke dalam mobil dan membuka kaca jendelanya. Ia tersenyum menyeringai. Tahun depan? Oh, sepertinya Armell tidak menyadari ucapannya. Dua minggu lagi, tahun sudah berganti.


***


bersambung


Hai kak, yang pada menunggu Armell sama Seno unboxing....cie...cie.... unboxing...belah duren....MP...atau apalah itu...di tunggu ya guys... sepertinya si Seno juga udah nggak tahan....Apalagi Martinez....Di tunggu saja ya guys.... siap-siap hati dan pikiran... sebentar lagi area dewasa....🤭🤭.... Tunggu beberapa episode lagi yah....Biar Armell mempersiapkan mental nya dulu...