
" Baby, bangun. " Seno mengelus pipi Armell membangunkannya. Ia berjongkok di depan Armell yang tertidur.
" Mmmmm......" Armell menggeliat. Lalu mulai membuka matanya perlahan.
" Ya ampun, aku ketiduran ya mas? " tanya Armell dengan nada suara khas bangun tidur.
Cup
Seno mengecup kening Armell. " Katanya mau lihatin aku kerja. Malah molor. "
" He...he...he... Nggak sengaja matanya pengen merem. " sahut Armell. Lalu Seno membantunya untuk duduk.
" Mau pulang sekarang, apa mau lanjut tidur aja disini? " tanya Seno bercanda.
" Pulang lah. Hoamm..." jawab Armell sambil menguap. " Emang kerjaan mas udah selesai? "
" Udah. Dari tadi. " jawab Seno sambil mengangguk.
" Terus ngapain kok nggak langsung bangunin aku?" tanya Armell.
" Karena aku mau menikmati keindahan dari ciptaan Tuhan yang berada di depan mataku. " ujar Seno.
Armell mengernyit karena tidak mengerti maksud ucapan Seno.
" Kamu, baby. " ucap Seno sambil mengecup sekilas bibir Armell. " Kamu, adalah ciptaan Tuhan yang paling indah yang Tuhan hadirkan untukku. "
Armell mencibirkan bibirnya. " Gombal terooooooozzzz....."
Seno tersenyum. Entah kenapa, dia juga tidak tahu kok semenjak ia jatuh cinta pada Armell, dia jadi suka dan pintar menggombal. Sungguh tidak cocok untuk seorang Seno yang pernah menjadi seorang polisi. Kalau sampai sahabatnya, Alif tahu dia yang sekarang, pasti dia di ledekin habis-habisan.
" Ya udah yuk, kita ke rumah mama sekarang. " Seno berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Armell berdiri dari duduknya di sofa.
Setelah Armell berdiri, Seno mengambil tas ransel milik Armell dan membawanya di bahunya. Armell mengamit lengan Seno. Baru kali ini Armell mau berinisiatif memeluk lengan suaminya saat sedang berjalan. Armell menjadi lebih berani sekarang.
Tapi Seno suka dengan Armell yang seperti itu. Lebih mengklaim kalau Seno adalah milik Armell.
" Mas, boleh nggak sebelum ke rumah mama, kita mampir di resto fast food? Beli burger atau apa kek. Mell laper soalnya. " pinta Armell.
" Kita makan dulu aja kalau gitu. " ajak Seno sambil membukakan pintu untuk mereka keluar.
Armell menggeleng. " Nanti mama pasti ngajakin makan di rumah. Kalau sekarang kita makan, pasti masih kenyang entar. Jadi nggak enak kan kalau nolak ajakan mama. "
" Iya deh. Apa sih, yang nggak buat kamu. " ucap Seno sambil mengecup pelipis Armell.
Pemandangan itu tak lepas dari mata tajam Desi. Ia semakin penasaran tentang siapa cewek yang bergelayut manja di lengan calon suaminya itu. Menurut Desi ya.
" Jaga mata kamu. " ancam Rezky yang tiba-tiba sudah ada di belakang Desi saat Seno dan Armell sudah berlalu.
" Tuan ini sukanya ngagetin aja. Kenapa sih, tuan selalu saja nggak suka kalau saya deketin tuan Seno? Jangan-jangan tuan naksir ya sama saya? " ujar Desi.
" Suka sama kamu? Hah! Mimpi...! Cewek saya jauh lebih dan lebih segalanya dari kamu. Saya cuma peringatkan kamu. Jangan suka bermimpi terlalu tinggi. Kalau jatuh itu sakit. " setelah berucap seperti itu, Rezki pun berlalu dari hadapan Desi.
💫💫💫
" Sayaaaang......." ujar Nyonya Ruth saat melihat Armell berada di hadapannya. Ia lalu merentangkan tangannya.
Armell sedikit berlari menghampiri sang mama mertua. Ia memeluk tubuh mertuanya.
" Kamu apa kabar, sayang? " tanya Nyonya Ruth saat mereka telah usai berpelukan.
" Alhamdulillah, Mell baik ma. " sahut Armell.
" Duduk dulu yuk. Dari tadi berdiri aja. " ajak sang mertua.
Lalu mereka duduk di ruang keluarga. Tak lama setelahnya, tuan Adiguna turun dari lantai dua.
" Wah, menantu kesayangan papa. Apa kabar kamu nak? " sapa tuan Adiguna terlihat sangat senang melihat Armell.
" Alhamdulillah, Mell baik pa. Papa apa kabar? " sahut Armell sambil menyalami mertuanya dan mencium punggung tangannya.
" Bener apa yang papa kamu bilang. Kami saangat senang kamu kembali nak. " ucap Nyonya Ruth sambil menggenggam tangan Armell.
" Pa, ma...Mell mau minta maaf. Karena Mell sudah bikin papa sama mama kecewa. Mell udah ngilangin calon cucu papa sama mama. Udah gitu, Mell dengan nggak tahu dirinya malah lari dari kenyataan. Lari dari keluarga ini. Karena Mell...Mell takut mendapati kenyataan kalau keluarga ini membenci Mell. " ucap Armell sambil menunduk.
" Kamu salah jika berpikiran seperti itu. Papa, sama mama sama sekali nggak pernah mempunyai pikiran untuk membenci kamu. Kami menyayangimu dengan tulus. Bukan karena kami semata menginginkan cucu dari kamu. Tapi kami menyayangimu, karena kamu adalah putri kami. " ujar tuan Adiguna.
" Jangan pernah mempunyai pemikiran yang seperti itu lagi ya sayang. Anak, jodoh, rejeki itu Tuhan yang mengatur. Kita sebagai manusia tinggal menjalani. Kalau Tuhan memberikan kita anak, jodoh, dan rejeki, maka kita harus mensyukuri. Tapi jika kita belum di percaya untuk memperoleh semua itu, maka kita harus bisa berlapang dada dan bersabar dalam menjalaninya. " tambah Nyonya Ruth.
" Terimakasih, ma. " ucap Armell sambil memeluk sang mama mertua. " Terima kasih, pa. Papa sama mama sudah menerima Mell apa adanya."
" Sama-sama. " jawab papa dan mama mertua Armell bersamaan.
" Sayang, ngomong-ngomong, kapan kamu kembali kemari? Apa bareng dengan El? " tanya Nyonya Ruth.
Armell menggeleng, " Tidak ma. Mas Seno kembali habis subuh tadi. Dan Mell baru kembali saat matahari sudah bersinar. "
" Loh, kok bisa? Kalau sama-sama kembali hari ini, kenapa nggak barengan? " tanya Nyonya Ruth.
" Mas Seno aja baliknya nggak bilang-bilang...Ya Mell nggak tahu ma. " ucap Armell sambil tersenyum dan melirik suaminya.
" Kamu ya. Aduin terus....Oke ..aku terus deh yang salah. " ucap Seno sambil pura-pura marah.
Armell tersenyum lalu memeluk Seno yang duduk di sebelahnya. " Yee....marah nih ceritanya. " goda Armell.
" Nggak kok ma. Mas Seno emang nggak bilang ke Mell kalau mau balik kesini. Soalnya, Mell juga yang kebangetan. Selama mas Seno di sana, Mell cuekin dia terus. Jadi tadi saat Mell menyadari kalau Mell udah sangat berdosa karena udah nyuekin suami, Mell berniat minta maaf. Eh, nggak tahunya mas Seno udah pulang. Ya udah, Mell langsung ke terminal, naik bus kesini. " ujar Armell.
" Karena rindu ma..Makanya dia nyariin El. " sahut Seno.
" Iya, rindu. Tapi tadi sampai kantor, malah ketemu...siapa tadi mas? Big pump? "
Seno mengangguk.
" Siapa itu sayang kok big pump? " tanya nyonya Ruth. Sedangkan tuan Adiguna hanya tersenyum. Karena sudah pasti beliau tahu siaa yang di maksud oleh Armell.
" Itu ma. Sekretarisnya mas Seno. Yang ngaku-ngaku mau jadi Nyonya Seno. " jawab Armell.
" What? Sekretaris El, suka sama El? Kok? " tanya nyonya Ruth bingung. " Siapa sih sekretaris kamu El? "
" Desi ma. Yang ininya gede itu. Sampai jijik El lihat kelakuannya. " jawab Seno sambil menunjuk dadanya.
" Astaga....Papa????" panggil Nyonya Ruth geram. " Kok bisa-bisanya papa kasih El sekretaris macam si Desong itu? Papa tahu kan, kelakuan dia kayak apa? " lanjut Nyonya Ruth marah dengan suaminya.
Tuan Adiguna malah tertawa. " Ma, papa cuma pengen lihat, si El bisa nggak ngadepin sekretaris model dia. Kerayu nggak anak kamu itu? Kalau nggak, berarti anak kamu ini masih waras. " sahut tuan Adiguna masih sambil tertawa ringan.
" Ck. " nyonya Ruth berdecak.
" Sayang, udah biarin. Besok mama lengser dia. Biar di pindahin ke bagian office girl. " ujar mama mertua Armell
" Mending sekarang kamu istirahat sana ke kamar. Kamu pasti capek. Belum sempat pulang kan? "
" Ini, kita mau pulang ma. " jawab Seno.
" Ettt...ettt... nggak... nggak boleh pulang. Malam ini, kalian nginep di sini. Kita makan malam di luar nanti. Sambil kita mau ketemu seseorang dan bicara hal yang penting. " ucap sang mama.
" Ma..."
" El .. Tidak ada protes. Kamu mau pulang sendiri, silahkan. Tapi putri mama, akan tetap disini. Kamu tinggal pilih. Ikhlas nginep disini, maka malam ini kamu tetap bisa satu kamar sama istri kamu, atau kamu tetep ngeyel mau bawa istri kamu pulang? Mama pastikan, malam ini akan bawa istri kamu ke kamar mama. " ancam mamanya.
" Hizzz mama. Pilihan macam apa itu. " sahut Seno sambil berdiri dan menarik tangan Armell dan di ajak berjalan menuju kamarnya di rumah itu.
Kalah lagi deh si Seno kalau sama mamanya. Ha...ha...ha...
***
bersambung