My Handsome Police

My Handsome Police
Kebingungan Seno



Seno sedang berjalan mondar-mandir di ruang tengah rumahnya dengan memegang ponselnya. Ia terlihat khawatir. Sudah semenjak sore tadi ia berusaha menghubungi istrinya, tapi panggilannya tidak tersambung. Ponsel Armell sedang tidak aktif sedari tadi.


" Kemana kamu Armell? Kenapa ponsel kamu tidak bisa aku hubungi? " gumam Seno sambil mendial nomer telpon Armell.


Lagi-lagi hanya sang operator yang berbicara. Ponsel Armell masih tidak bisa di hubungi. Karena hatinya sudah tidak tenang, ia memutuskan untuk mendatangi rumah kost Armell.


Seno mengambil kunci mobil, kemudian masuk ke mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selama perjalanan, Seno masih terus berusaha menghubungi istrinya.


Setelah 30 menit perjalanan, Seno sampai di depan rumah kost Armell. Ia turun dari mobil, kemudian memencet bel yang ada di atas gerbang. Seorang gadis keluar menemuinya.


" Cari siapa kak? " tanya gadis itu.


" Apa Armell ada di kost? " tanya Seno.


" Kakak siapanya ya? " tanya gadis itu. Ia memang belum pernah bertemu Seno karena ia penghuni baru rumah kost itu.


" Mmmm.....Saya temannya. Teman baiknya. " jawab Seno.


" Sebentar ya kak, saya lihatkan dulu..Armell ada apa tidak. Soalnya saya juga baru pulang. " jawab gadis itu. Di jawab anggukan oleh Seno. Lalu gadis itu masuk ke dalam.


Setelah beberapa saat, keluarlah Ikke dari dalam.


" Kakak suaminya Armell kan? " tanya Ikke tapi buru-buru ia menutup mulutnya karena keceplosan.


" Hah?" Seno terkejut mendengar pertanyaan Ikke.


" Oh, maaf kak. Saya sudah tahu hubungan kakak sama Armell. Armell sudah menceritakan semuanya sama saya. Kebetulan kakak kesini. Dari tadi bingung harus menghubungi siapa dan minta tolong sama siapa. " ucap Ikke.


" Maksudnya apa? Memang ada apa sama istri saya? " tanya Seno panik.


" Armell sampai sekarang belum pulang. Kami sudah mencoba mencari di kampus, tapi kami tidak menemukannya. Baby Arvin tiba-tiba rewel semenjak sore tadi. Padahal biasanya tidak seperti itu. Kami jadi khawatir terjadi sesuatu sama Armell." cerita Ikke.


" Lalu sekarang dimana Arvin? Apa dia masih rewel?" tanya Seno.


" Iya. Dia menangis terus. " jawab ikke.


" Bisa kamu bawa kesini Arvin nya? Siapa tahu melihat saya dia mau diam. " ucap Seno.


Ikke mengangguk. " Sebentar ya kak. " ucap Ikke.


Ikke masuk ke dalam dan beberapa saat kemudian, Ikke kembali dengan baby Arvin di gendongannya. Arvin masih merengek dan menangis.


" Halo, sayang. Anak Daddy kenapa menangis??" ucap Seno sambil mengambil alih Seno dari Ikke.


" Cup...cup...cup...." Seno mencoba menenangkan baby Arvin sambil mengelus-elus punggungnya. " Daddy di sini sayang. Kamu kangen sama mommy ya? " ucap Seno. Baby Arvin mengalungkan kedua tangannya ke leher Seno. Tangisnya mulai mereda. Sedikit demi sedikit, matanya mulai tertutup.


" Sepertinya baby Arvin menjadi lebih tenang saat melihat Daddy-nya. Ia langsung tertidur. " ucap Ikke.


" Kira-kira kemana Armell pergi? Apa mungkin dia punya teman yang biasa ia datangi? Mungkin mengerjakan tugas atau apa. " tanya Seno kembali.


" Sepertinya tidak kak. Tadi saat kami mencarinya ke kampus, satpam memberikan tas Armell yang tadi pagi di bawanya kuliah. Satpam itu bilang, ada mahasiswa yang menemukan tas Armell di jalan. Kemudian kami mendatangi mahasiswa yang menemukan tas Armell itu. Dia menjawab katanya dia menemukan tas Armell di jalan yang biasa Armell lewati ketika pulang dari kampus. Tas itu tergeletak di tanah begitu saja. " cerita Ikke. Seno masih setia mendengarkan cerita itu dengan sungguh-sungguh


" Awalnya kami berpikir mungkin Armell di jambret atau bagaimana. Tapi saat kami membuka tasnya, isinya masih utuh. Dompet, ponsel, masih ada semua. " lanjut Ikke.


" Apa ponselnya mati? Saya hubungi dari tadi tidak bisa. " tanya Seno.


" Iya kak. Baterainya habis. Ini masih saya cash. Belum saya hidupkan. " jawab Ikke.


" Apa mungkin ini penculikan? Apa armell mempunyai musuh?" tanya Seno.


" Setahu saya kok tidak ya kak. Armell sering mengikuti turnamen karate sudah sejak lama. Dia sering mengalahkan musuhnya. Tapi selama ini tidak ada yang menyimpan dendam atau semacamnya. Mereka malah justru berteman baik." jawab Ikke.


Seno nampak berpikir. Ia terdiam sebentar.


" Bisa minta tolong, siapkan keperluan Arvin? Saya akan membawanya ke rumah saya. " pinta Seno.


" Sekalian ponsel armell. Saya akan membawanya dan mencoba mencari tahu. " pinta Seno kembali. Dan di jawab anggukan oleh Ikke.


Kemudian Ikke masuk kembali ke dalam untuk mengambil keperluan baby Arvin.


Sambil menunggu Ikke, Seno menghubungi asistennya.


" Halo Rez. Datang ke rumah sekarang. " ucap Seno saat panggilan sudah terhubung.


" Iya tuan. " jawab Rezky.


" Istriku menghilang. Kita harus mencarinya. " ucap Seno.


" Iya tuan. Baik. Saya segera kesana. " jawab Rezky.


Panggilan langsung di akhiri. Kemudian Seno menghubungi seseorang lagi.


" Halo, Lif. Sorry ganggu. " ucap Seno.


" Nggak papa. Santai aja. Ada apa nih kok nada suara lo serius gitu? " tanya Alif sang atasan saat di kantor.


" Istri gue menghilang. Gue curiga, dia di culik. " Seno memberikan informasi.


" Apa? Kok bisa? " tanya Alif terkejut.


" Lo bisa ke rumah gue sekarang kan? Bantu gue cari tahu. " pinta Seno.


" Oke. Gue langsung meluncur ke rumah Lo. " sahut Alif.


" Thanks bro " jawab Seno.


Panggilan di akhiri. Pas ketika panggilan itu berakhir, Ikke datang dengan membawa tas milik baby Arvin di tangan kanannya, dan ponsel armell di tangan kirinya.


" Ini kak keperluan baby Arvin. Dan ini ponsel Armell. " tunjuk Ikke.


" Bisa minta tolong masukkan tas baby Arvin di jok belakang? " pinta Seno sambil membuka kunci pintu mobil menggunakan remote.


Ikke mengangguk dan segera memasukkan tas Arvin di sana.


" Sekalian ambilkan kursi khusus Arvin yang ada di sana dan taruh di jok depan. " pinta Seno kembali.


Ikke mengangguk dan melakukan apa yang di minta Seno.


" Terima kasih banyak. " ucap Seno saat kursi khusus Arvin sudah terpasang di jok depan.


" Sama-sama kak. " jawab Ikke.


Lalu Seno memasukkan baby Arvin ke mobil, menidurkannya di kursi khusus bayi itu. Menatanya supaya baby Arvin merasa nyaman. Setelah beres, Seno mengeluarkan kembali sebagian tubuhnya yang tadi ikut masuk ke dalam mobil. Menutup pintu mobil, kemudian menghampiri Ikke yang berada di sebelah mobilnya.


" Tolong, kalau ada kabar, secepatnya kasih tahu saya ya. " pinta Seno sambil mengambil ponsel armell yang masih di tangan Ikke.


" Tentu kak. Kakak juga. Kalau dapat kabar tentang armell, tolong kabari kami. Kami juga sangat mengkhawatirkannya. " pinta Ikke balik.


Kemudian Seno mengangguk dan meminta nomor ponsel Ikke dan iapun memberikan nomor ponselnya supaya nanti bisa saling bertukar informasi.


Setelah itu, Seno segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ada baby Arvin di sana yang harus ia jaga juga.


***


bersambung


Segini dulu ya kak....otw episode yang selanjutnya... insyaallah nanti sore launching...