My Handsome Police

My Handsome Police
Panen di Perancis



Karena hari ini author libur kerja, jadi bisa update 2 episode...


Selamat menikmati....


_______________________________________________


Hari berganti. Pemijatan kedua telah Armell laksanakan. Benar yang di bilang dokter Ratna. Pemijatan kedua tidak sesakit yang pertama. Setelah di pijat, Armell tidak merasa lemas seperti yang pertama.


Hari ini, Armell dan juga Seno akan pergi honeymoon. Meskipun melewati perseteruan terlebih dahulu, karena Armell merasa tidak perlu lah kalau harus berbulan madu.


Flash back on


" Mas, ngapain sih pergi honeymoon segala? Kayak pengantin baru aja. " protes Armell.


" Baby, biarpun kita ini bukan pengantin baru, tapi kan dulu kita belum sempat bulan madu. " kekeh Seno.


" Iya, tapi ngapain bulan madu? Ngabis-ngabisin duit aja. Mana jauh lagi. " ujar Armell.


" Ya...biar romantis. Biar bisa berduaan. Biar bisa menghabiskan malam indah yang romantis. " jawab Seno.


" Kan di rumah juga udah romantis mas. Berdua juga iya. Kan kita tinggalnya juga berdua. Kalau cuma mau malam yang romantis, di rumah juga bisa. Kan biasanya juga kita malam romantisnya di kamar kita aja. Baik-baik saja. " kekeh Armell ganti.


" Kan sekalian liburan beb. "


" Ya kalau mau liburan yang deket-deket aja kan bisa. Ke puncak, ke Bandung, atau mau ke Jogja. Masih di Indonesia. Nggak perlu ke luar negeri segala. "


" Kalau di Indonesia aja kan udah biasa. Kamu belum pernah keluar negeri kan? "


" Boro-boro keluar negeri. Ke Jogja aja belum pernah. Kalau ke puncak sering. Abisnya kan kampung Mell Deket sama puncak. Ke Bandung, pernah. Pas ada tugas dari kampus. "


" Ya udah, makanya kita keluar negeri. Biar kamu tahu luar negeri. "


" Emang kita mau kemana sih mas? Emang tempatnya jauh lebih bagus gitu sama yang ada di negara kita? "


Seno membelai lembut Armell, " Kita ke Perancis. Aku jamin kamu pasti suka kalau sudah sampai sana. "


" Ke Perancis? Ih, nggak mau ah. Mell nggak bisa bahasa Perancis. Mell cuma bisa bahasa Inggris. Itu juga cuma yes sama no. " sahut Armell.


" Di sana juga bisa loh beb, pakai bahasa Inggris. Justru kata yang paling kamu butuhkan itu hanya oh, yes...oh yes ..gitu aja. " ujar Seno sambil menirukan suara-suara di video-video hot yang pernah di tontonnya.


Armelll bergidik mendengar ucapan suaminya. " Kalau mas pengennya cuma gitu, di rumah juga bisa. " ujarnya sambil sedikit menjauh dari suaminya.


Seno terkekeh. " Pengen suasana yang beda. Kalau di rumah kan udah biasa. Tapi kalau di Perancis, pasti lebih in the Hoy. Apalagi sekarang kan di sana lagi musim salju. Pasti asyik kalau mau enak-enakan. Dapet coldnya, dapet hotnya. "


" Pikiran kamu mas. Nggak jauh dari itu-itu aja. " tukas Armell sambil menggelengkan kepalanya.


Seno menggeser duduknya mendekati Armell. " Aku kan puasa udah lama banget beb. Lebih lama dari kalau istrinya habis melahirkan. Tiga bulan loh beb. Secara aku udah pernah ngerasain enaknya enak-enak. Ya pasti on fire lah. Pengen hal lain saat melakukan itu lagi setelah sekian lama. Siapa tahu, enak-enakan di Perancis, terus kamu isi lagi. Kan keren tuh beb, baby kita hasil panen di Perancis. " sahut Seno sambil tangannya tidak tinggal diam.


Armell menepuk punggung tangan Seno. " Ini tangannya di kondisikan. Katanya mau buka puasa di Perancis. Kalau kayak gini, ntar buka puasanya di rumah. "


Seno menjauhkan tangannya lalu tersenyum nyengir. " Fix, kita honeymoon ke Perancis ya. Lagian apa kamu nggak kasihan sama papa mama, yang udah nyiapin semua buat honeymoon kita? Mulai dari pesawat, hotel, semuanya deh pokoknya. Kita tinggal berangkat, dan menikmati. "


Flash back off


Dan di sinilah mereka sekarang. Di bandara Soekarno-Hatta. Sambil mendorong koper, Seno menggandeng pinggang Armell. Dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya, membuat pesonanya semakin berlipat. Banyak para calon penumpang melihat ke arahnya saat mereka duduk di kursi tunggu. Armell yang sejak tadi melihat ke sekeliling hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Kamu kenapa sih beb, dari tadi cemberut aja? Masih nyesel kita berangkat bulan madu? " tanya Seno sambil membelai rambut Armell yang sedang di kuncir kuda.


Armelll menggeleng, " Bisa lepas nggak kacamatanya? " tanyanya.


Seno langsung melepas kacamatanya. " Emang kenapa baby? "


" Tuh lihat. " sahut Armell sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dan bersedekap. " Tuh, cewek-cewek bahkan ibu-ibu pada ngeliatin kamu terus dari tadi. Sambil bisik-bisik nggak jelas. " keluh Armell.


Seno tersenyum, lalu memiringkan duduknya menghadap Armell. " Duh, ternyata istriku ini cemburu ya? Cantiknya kalau cemburu kayak gini. Jadi makin sayang." ucapnya sambil mengelus pipi Armell.


Armell melirik ke arahnya sekilas.


" Baby, kalau mereka melihatku nggak pakai kacamata, mereka malah makin tergila-gila gimana? Secara aku kan jauh lebih keren kalau nggak pakai kacamata. " canda Seno sambil mau memakai kembali kacamatanya.


" Iiihhh, siapa bilang? Mas tuh kelihatan makin ganteng kalau pakai kacamata kayak tadi, tahu. Udah, kacamatanya nggak usah di pakai lagi. " ujar Armell sambil menurunkan kacamata Seno.


Seno terkekeh, " Iya, nggak di pakai lagi. " jawabnya sambil menyimpan kacamatanya. " Yang kamu lihat cuma cewek-cewek kan? Aku dari tadi merhatiin tuh, segerombol cowok yang ada di sana. Dari tadi mereka merhatiin kamu terus. " ujar Seno juga agak kesal.


" Mana? " tanya Armell sambil melihat ke sekeliling.


" Udah, nggak usah di cari. Dan nggak usah di lihatin. Entar mereka kegeeran lagi. Aku tadi kan udah bilang, jangan pakai baju ini. Kamu jadi kelihatan kayak ABG. Mereka pasti mikirnya, kamu lagi mau pergi di anter sama om kamu. " keluh Seno.



Seperti inilah kira-kira baju yang di pakai oleh Armell. Membuat Seno sempat marah-marah saat mereka mau berangkat tadi.


" Terus ,masak aku harus ganti baju nih sekarang? " ujar Armell sambil mau berdiri.


" Udah, nggak usah. Yang penting, kamu cuma milik aku. Biarin mereka. Cuma bisa lihat doang. Nggak bisa megang. ..." Seno memegang paha Armell. " Nggak bisa nyium...." Seno mengecup pipi Armell.


" Ihhh, apaan sih mas. Banyak orang tahu. Entar di kira kita ini pasangan mesum. Terus di gerebek, di bawa ke kantor polisi. Nggak jadi honeymoon kita. " protes Armell dengan wajah yang merona.


" Kan sekalian buat nunjukin ke semua orang, kalau kamu tuh milik aku, dan aku milik kamu. " sahut Seno.


Tiba-tiba terdengar suara petugas memanggil penumpang untuk penerbangan ke Perancis.


" Sepertinya kita harus segera masuk ke pesawat. " ujar Seno. Armell mengangguk.


" Yuk. " Seno berdiri lalu mengulurkan tangannya ke Armell. Armell menyambutnya dengan tersenyum. Lalu mereka berjalan menuju pintu keberangkatan. Armell mengamit lengan kekar Seno, sambil berbisik, " Mas, aku belum pernah naik pesawat. Takut. " Seno hanya menanggapinya dengan seulas senyuman dan menggenggam tangan Armell erat. Seolah mengatakan, ' Ada aku di sini. Jadi jangan takut. '


***


bersambung