
Malam harinya, Seno dan Armell bertemu dengan orang yang mengaku ibu dan kakek dari baby Arvin. Mereka bertemu di sebuah restoran ternama di ibukota. Seno memesan ruangan private untuk pertemuan mereka.
" Selamat malam. " sapa seorang pria paruh baya yang berusia sekitar 40 tahun ketika memasuki ruang private itu.
" Selamat malam. " sapa Seno balik.
" Apa anda adalah tuan Seno Gael Adiguna dan nona Armell Lusinda? " tanya pria itu.
" Iya, kami. " jawab Seno.
" Oh, perkenalkan, saya Abraham Malik Wiguna. Dan ini putri saya, Leora Mahers Wiguna. " pria itu memperkenalkan diri. Sambil memperkenalkan putrinya yang sejak tadi berada di belakangnya.
" Oh, tuan Abraham. Silahkan duduk, tuan. Kami sudah menunggu anda. " jawab Seno sambil berdiri dan mempersilahkan Abraham dan putrinya untuk duduk.
" Terimakasih tuan ....."
" Seno. Panggil saja saya Seno. " sahut Seno.
" Oh, terimakasih tuan Seno. " jawab Abraham, lalu iapun duduk di kursi yang berhadapan dengan kursi Seno dan Armell.
" Maaf membuat anda berdua menunggu. " ucap Abraham merasa tidak enak hati.
" Tidak masalah tuan. Oh, sebaiknya kita memesan makanan terlebih dahulu. " ucap Seno.
Kemudian mereka memesan makanan dan minuman. Mereka menikmati hidangan dengan hikmat. Sebenarnya Abraham sudah sangat ingin menanyakan tentang cucunya, tapi Seno menolak membicarakannya sebelum makanan mereka habis.
Setelah makanan mereka habis dan mereka juga selesai menikmati dessert nya, Abraham memulai pembicaraan.
" Maaf tuan Seno, dan nona Armell, kalian pasti sudah tahu alasan kami meminta bertemu. " Abraham memulai pembicaraan.
" Iya, tuan Abraham. Kami sudah tahu. Jadi benar anda sedang mencari cucu anda? " jawab Seno.
" Benar tuan. " jawab Abraham.
" Maaf sebelumnya tuan. Sebelum anda menanyakan tentang cucu anda, apa boleh kami bertanya terlebih dahulu? " tanya Seno meminta ijin.
" Tentu saja tuan. " jawab Abraham.
" Bisa anda jelaskan mengapa anda mencari cucu anda di tempat kost istri saya? Apa cucu anda di culik ? " tanya Seno.
" Bukan tuan. Cucu saya bukan korban penculikan. Tapi....tapi ... putri saya yang sudah dengan sengaja menaruh bayinya di depan gerbang kost istri anda. " ucap Abraham sambil menunjuk Leora putrinya. Sedangkan Leora, hanya diam dan menunduk.
" Berarti cucu anda sengaja di buang oleh putri anda? Ibu kandungnya sendiri? " tanya Armell agak emosi. Melihat istrinya yang seperti itu, Seno segera menggenggam tangan Armell. Mencoba mengatakan supaya tidak terbawa emosi terlebih dahulu. Sebenarnya, Senopun terkejut dengan kenyataan kalau baby Arvin sengaja di buang oleh ibu kandungnya. Tapi ia berusaha meredam amarahnya.
" Maaf, Leora tidak bermaksud membuang putranya. " jawab Abraham. Kemudian ia menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya.
" Jadi begini ceritanya. Putri saya Leora, saat itu masih kuliah. Ia berteman dengan sekelompok gadis yang suka menghabiskan malam-malam mereka di night club. Sebenarnya Leora sudah sering saya kasih tahu untuk menjauhi mereka. Tapi gejolak jiwa mudanya mengalahkan peringatan saya. Sampai pada akhirnya, di suatu malam ketika Leora dan teman-temannya datang ke night club, malam naas itu terjadi. " cerita Abraham. Ia kembali menghela nafas.
" Leora malam itu melakukan one night stand dengan seorang pria yang tidak ia kenal. Mereka sama-sama dalam keadaan mabuk. Yang menyebabkan Leora hamil. Karena ia takut kepada saya, selama 5 bulan penuh Leora menghilang. Saya mencari dia kemana-mana tapi tidak ketemu. Dan ternyata, dia menghilang selama 5 bulan itu karena kandungannya sudah mulai membesar dan iapun melahirkan. Melahirkan seorang bayi laki-laki." sambung Abraham.
Seno dan Armell masih setia mendengarkan cerita Abraham.
" Setelah melahirkan, saya pulang ke rumah dan menemui papi untuk meminta uang. Karena tabungan saya sudah habis. Dengan berbagai alasan yang saya kemukakan ke papi, akhirnya papi memberikan saya sejumlah uang yang cukup banyak. Selama saya pulang, saya menitipkan anak yang baru saya lahirkan itu di rumah orang yang membantu proses kelahiran anak saya. " Leora meneruskan cerita papinya sambil berlinang air mata.
" Lalu kenapa malah anda membuang anak anda? " tanya Armell kembali.
" Kalau anda hanya menitipkan anak anda, berarti anda berniat mengambilnya kembali sejak awal? " kini Seno yang bertanya.
" Iya tuan. Saya berniat jujur kepada papi tentang keberadaan anak saya. Tapi saya butuh waktu yang tepat. Di saat saya siap dengan segala konsekwensinya. Saya harus siap dengan kemungkinan terburuk papi saya mengusir saya dari rumah. Jika hal itu terjadi, saya harus sudah bisa mendapatkan uang sendiri untuk kehidupan saya juga anak saya. Tapi ..sebelum waktu itu datang, papi curiga. " jelas Leora.
" Saya curiga dan akhirnya saya mengetahui tentang cucu saya itu. " tambah Abraham.
" Lalu, bagaimana anda bisa yakin kalau bayi yang ada bersama saya dan istri saya itu adalah cucu anda? " tanya Seno.
" Saya yakin tuan. Pagi itu, saya melihat istri anda mengambil dan membawa keranjang bayi saya masuk ke dalam rumah kost. Karena setelah saya yakin jika bayi saya sudah di temukan seseorang, saya baru meninggalkan tempat itu. Dan setelah hari itu, saya sering datang ke rumah kost itu. Tapi saya hanya memantau dari kejauhan. Saya tidak berani mendekat. " sahut Leora.
" Nona, anda begitu yakin kalau bayi yang ada bersama kami adalah putra anda. Tapi bagaimana kami bisa yakin jika bayi yang bersama kami adalah benar-benar putra anda? " tanya Seno semakin menelisik.
" Saya bisa membuktikan. Nona Armell, anda pasti masih ingat apa saja yang saya tinggalkan untuk bayi saya. " ucap Leora ke Armell. Armell mengangguk.
" Saya akan sebutkan. Kalau sampai saya salah menyebutkan, anda berdua boleh meragukan saya. " Leora berucap kembali.
" Di dalam keranjang itu, ada uang, ada surat, ada kalung, ada beberapa potong baju juga. " lanjut Leora. Kemudian ia menyebutkan secara lebih detail lagi apa yang ada di dalam keranjang itu bersama seorang bayi laki-laki yang lucu. Berapa jumlah uangnya, isi suratnya, inisial kalung yang ada di leher sang bayi, bahkan sampai apa saja warna baju yang ada di dalam keranjang itu. Ia juga menyebutkan jika baby Arvin mempunyai sebuah tanda lahir.
Armell dan Seno pun mengiyakan semua yang Leora sebutkan. Tidak di ragukan lagi, jika leora memang ibu kandung dari baby Arvin yang telah meninggalkannya di depan gerbang kost waktu itu.
Armell menunduk, air matanya jatuh menetes ke pipi. Seno yang menyadari kesedihan yang di rasakan oleh sang istri, segera merengkuh tubuh sang istri ke dalam dekapannya.
" Baby, don't cry. Ingat apa yang telah kita bicarakan sebelumnya. Baby Arvin bukan milik kita. Kita hanya di titipi untuk merawatnya sementara. Dan sekarang, pemilik asli baby Arvin kita, sudah kembali. Bukankah kita memang harus mengembalikannya? " ucap Seno menenangkan Armell sambil mengelus lengan Armell.
Abraham dan Leora yang melihatnya menjadi ikut terharu. Ternyata, gadis kuliahan yang ia titipi sang anak, benar-benar menyayangi anak itu. Leora bangkit dari duduknya dan menghampiri Armell.
Ia membungkuk, kemudian berkata, " Baby Arvin adalah anak kita, nona. Jadi jangan bersedih. Ia tetap akan menjadi anakmu, juga anakku. Aku tidak akan mengambil baby Arvin darimu. Kita akan merawatnya bersama. Aku bahkan akan tetap memanggilnya baby Arvin. Seperti kamu memanggilnya. "
Armell kemudian beralih memeluk Leora. " Terimakasih banyak, kak. Bolehkah aku memanggilmu kakak? " tanya Armell.
Leora mengangguk dan mereka saling berpelukan.
" Kak, apakah aku boleh minta sesuatu? " tanya Armell saat pelukan mereka terlepas.
" He em. " jawab Leora.
" Bolehkah baby Arvin bersama kami selama beberapa hari lagi? Aku ingin berpuas-puasan merawatnya. Setelah itu, kakak boleh menjemputnya. " pinta Armell.
Leora tersenyum, lalu berkata, " Tentu saja. Dia boleh bersamamu. Bahkan jika nanti baby Arvin sudah aku bawa pulang, kamu boleh terus melihatnya setiap hari. Oh iya, kita bisa berbagi. Dalam satu bulan, ia akan bersamaku dua minggu, dan bersamamu dua minggu. Bagaimana menurutmu? " usul Leora.
Armell mengangguk bahagia. " Terimakasih kak. " ucap Armell.
" Aku juga berterima kasih kepadamu. Terimakasih, telah merawat baby Arvin sepenuh hatimu. " jawab Leora. " Tapi, apa boleh aku besok ke rumahmu untuk bertemu dengan baby Arvin? " tanya Leora.
" Tentu saja boleh. " Jawab Armell sambil tersenyum sumringah. " Boleh kan mas? " tanyanya pada Seno.
" Tentu saja boleh, baby. " jawab Seno sambil tersenyum dan mengelus kepala Armell.
***
**Bersambung
Episode ini, author menulis cerita tentang baby Arvin ya guys... karena nanti, ada hubungannya sama Armell** ...