My Handsome Police

My Handsome Police
Penyelamatan



" Tuan, Damar dan teman-temannya sudah sampai di lokasi. " Rezky memberitahu.


" Suruh mereka menunggu kita. Jangan gegabah. Nyawa istriku taruhannya. Robert itu orang yang sangat berbahaya. Dia seorang mafia yang kejam." sahut Seno.


" Baik tuan. " jawab Rezky. Lalu Rezky segera menghubungi Damar kembali dan menginstruksikan sesuai permintaan bosnya.


" Apa kita masih jauh dari lokasi? " tanya Seno karena perasaannya sudah gelisah semenjak tahu istrinya hilang.


" Masih sekitar setengah jam lagi tuan kita baru sampai lokasi. " jawab Rezky di dengan masih fokus ke arah jalan yang ada di depannya.


Mobil yang dikendarai Rezky terus melaju dengan kecepatan tinggi. Seno yang duduk di sebelah Rezky hanya bisa gelisah dan khawatir memikirkan istrinya.


Dua puluh menit berlalu. Mobil yang dikendarai Rezky mulai memasuki area hutan. Jalanan mulai nampak sepi. Selain saat itu hari memang sudah malam, daerah yang mereka tuju memang daerah yang sangat sepi. Tidak ada rumah penduduk sama sekali di daerah itu.


Semakin masuk ke dalam, kondisi semakin sepi. Sepertinya Robert sengaja membuat gudang di tempat itu untuk melakukan bisnis ilegalnya.


Saat mobil melaju mendekati lokasi, Rezky memadamkan lampu mobil. Supaya anak buah Robert yang mungkin tersebar di daerah itu tidak mengetahui jika ada mobil yang memasuki kawasan mereka. Mobil yang di tumpangi Alif pun memadamkan lampunya.


Rezky kemudian memarkirkan mobilnya agak jauh dari gudang tempat Robert menyekap Armell. Dari jarak sekitar setengah kilo, mereka akan memasuki gudang dengan jalan kaki. Damar dan teman-temannya juga menunggu mereka di daerah itu.


Setelah mobil terparkir, Seno, Rezky, Alif, juga anak buah Seno yang lain keluar dari mobil. Melihat kedatangan Seno , Damar dan teman-temannya mendekat. Damar melaporkan semua yang ia dan teman-temannya amati selama mereka ada di tempat itu.


" Bagus kalau Robert tidak ada di tempat. Kita harus buru-buru sebelum Robert kembali ke tempat ini. " sahut Seno setelah mendengar penjelasan dari damar.


Kemudian mereka segera menyusun strategi untuk menyelamatkan Armell dari tempat itu. Seno yang memang sangat pandai dalam hal strategi, segera menjelaskan ke semua tentang rencananya. Setelah mereka memahami dan mengerti rencana yang di berikan Seno, mereka segera beraksi sesuai dengan job mereka masing-masing. Mereka di sebar dari segala penjuru. Ada yang memasuki area gudang dari belakang, samping kanan juga kiri. Seno, Alif, juga Rezky memasuki area gudang dari depan.


Seno meminta semua anak buahnya untuk tidak menggunakan senjata api dalam usaha penyelamatan ini. Karena suara tembakan akan membuat suasana tidak kondusif.


Perlahan mereka memasuki area gudang. Dan bugh...bugh ..bugh ...Anak buah Seno yang berjaga di samping kanan dan kiri gudang yang berjumlah 10 orang, berhasil di kalahkan. Sepertinya mereka tidak terlalu waspada. Karena merasa mereka hanya menjaga seorang perempuan.


Karena suara yang agak gaduh dari samping, membuat anak buah Robert yang berada di depan dan belakang gudang menjadi lebih waspada. Anak buah Seno yang masuk ke area gudang dari arah belakang agak keteteran menghadapi anak buah Robert yang berjumlah 7 orang.


Sedangkan dari arah depan, Seno, Alif serta Rezky menghadapi 8 orang anak buah Robert yang berjaga di sekitaran pintu.


Bugh ...bugh...bugh....


Prak....Brak....


Tendangan, pukulan, saling mereka berikan satu sama lain. Satu persatu pihak lawan mulai berjatuhan. Suara gedebag gedebug yang berasal dari luar, membuat Armell dan dua orang penjaga yang sedang menjaganya, menajamkan pendengarannya.


" Bro, gue lihat keluar dulu sebentar. Suara apa itu. " ucap salah satu penjaga. Dan diangguki oleh penjaga yang lain.


" Eh, penjahat ubur-ubur, sepertinya ada yang mau membebaskanku. " ucap Armell sambil tersenyum meledek.


Penjahat ubur-ubur yang merasa geram itu kemudian mengambil kain dan menutup mulut Armell.


" Mmmmpptt...." Armell berteriak dan memberontak saat mulutnya di tutup.


" Kenapa dia lama sekali? " gumam sang penjahat besar saat ia tidak mendapati temannya tidak segera kembali.


Ia kemudian berjalan keluar dari dalam gudang. Saat ia keluar, ia melihat teman-temannya yang sudah pada terkapar. Bahkan sebagian dari mereka sudah dalam keadaan terikat.


" Siapa kalian? " tanya penjahat ubur-ubur.


Seno maju ke depan kemudian menarik kaos bagian atas penjahat itu sembari bertanya, " Di mana istriku?"


" Mana saya tahu. " jawab penjahat ubur-ubur dengan santainya.


Seno mengepalkan tangannya hendak memukul penjahat ubur-ubur itu. Tapi di hadang oleh Alif.


" Jangan kotori tangan lo. Sebaiknya Lo cari dimana bini lo. Dia biar di urus sama mereka. Dia nggak bakalan berani ngapa-ngapain. " ucap Alif.


Seno kemudian melepaskan penjahat itu. Ia segera masuk ke dalam gudang.


" Armell....Melll...." panggil Seno berteriak.


" Mmmmpptt....." jawab Armell di sudut gudang yang agak gelap saat mendengar suara suaminya.


" Armell.....Di mana kamu? " teriak Seno masih sambil berlarian kesana kemari mencari istrinya berada.


Hingga akhirnya terdengar bunyi ' gubrak ' dari sudut gudang.


Seno segera berlari menuju arah suara.


Seno segera melepas tali yang mengikat mulut Armell. Lalu melepas tali yang mengikat tangan dan kaki Armell. Setelah semua yang mengikat Armell terlepas, Seno membantu Armell untuk berdiri dan hendak menggendong Armell, tapi segera di tolak oleh sang istri.


" Aku masih berjalan. " tolak Armell.


Seno kemudian memeluk tubuh Armell dengan erat sambil mencium kepala Armell.


" Maaf. Maaf. Karena aku kamu mengalami ini semua. " ucap Seno.


Armell menggeleng, " Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir. " jawab Armell sambil tersenyum meskipun ia merasa tubuhnya remuk redam dan lemas tentu saja.


Seno melepas pelukannya kemudian memapah tubuh Armell berjalan hendak keluar dari gudang.


" Kamu yakin bisa? " tanya Seno sambil melihat ke arah Armell saat mereka sudah berada di tengah gudang. Dan betapa terkejutnya Seno saat melihat kondisi Armell. Wajahnya penuh dengan luka lebam. Sudut bibirnya terlihat sobek dan mengeluarkan darah. Pelipisnya juga berdarah.


" Ya Tuhan. Apa yang mereka lakukan sama kamu baby? Kenapa dengan wajah kamu? " tanya Seno geram sambil meneliti seluruh wajah Armell yang juga nampak pucat.


Armell tersenyum tipis. Hanya senyuman yang mampu ia berikan kepada suaminya. Ia memaksakan dirinya kembali berjalan keluar gudang. Ia sudah sangat ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.


Seno kembali merangkul tubuh Armell dan membantu menopang tubuh Armell yang terlihat lemah.


Sampai di depan gerbang, semua terkejut melihat penampilan istri Seno yang berantakan dan wajahnya penuh dengan lebam dan luka serta terlihat pucat.


" Armell.." " Nyonya..." sapa Alif, Rezky, serta anak buah Seno yang lain.


Armell tersenyum tipis menjawab sapaan mereka. Kemudian ia melihat penjahat yang sedang dalam pegangan salah satu anak buah Seno.


" Hei, penjahat ubur-ubur...." Armell melepas pegangan tangan Seno dan berteriak kepada penjahat ubur-ubur.


" Mell...." Seno kembali memegang tangan Armell.


" Lepas, mas. Aku mau menghajar penjahat ubur-ubur itu. " tepis Armell.


Semua yang ada di situ merasa keheranan dengan sebutan Armell ke salah satu penjahat yang ada di situ. Armell berjalan mendekati penjahat itu dengan langkah agak terseok-seok.


" Lepaskan dia. " perintah Armell ke anak buah Seno yang memegangi penjahat ubur-ubur itu.


Anak buah Seno melihat ke arah Seno meminta persetujuan. Seno mengangguk. Kemudian semua terdiam melihat apa gerangan yang akan di lakukan Armell ke penjahat itu. Dan hiyaaaaa......Armell melakukan tendangan memutar dan di arahkan ke penjahat ubur-ubur itu.


Bugh.... Tendangan memutar Armell jatuh mengenai wajah penjahat ubur-ubur itu dan membuat penjahat itu langsung jatuh pingsan.


Semua yang ada di sekitar situ bengong melihat apa yang di lakukan Armell. Tubuh Armell terhuyung hampir terjatuh jika Seno tidak segera menangkapnya. Tubuh Armell benar-benar melemas sekarang. Ia menggunakan semua tenaga yang masih ia punyai untuk membuat penjahat ubur-ubur itu jatuh pingsan.


Kini semua tenaganya telah terkuras. Tidak ada lagi kekuatan walau hanya menopang tubuhnya. Seno segera menggendong tubuh Armell dan di bawa setengah berlari menuju mobil yang letaknya agak jauh dari gudang itu. Rezky, Alif, Damar, segera mengikuti Seno.


Seno terlihat panik melihat kondisi Armell saat ini. Tanpa sadar ia menitikkan air mata sambil terus membawa Armell dalam pelukannya seraya sesekali menatap wajah Armell yang tertutup matanya.


Sampai di dekat mobil, Damar segera membukakan pintu untuk bosnya. Seno segera membawa Armell masuk ke dalam mobil. Ia duduk memangku kepala Armell.


" Kita langsung ke rumah sakit sekarang. Kita ke rumah sakit terdekat. " perintah Seno ke Rezky saat mereka sudah berada di dalam mobil.


" Aku mau pulang. " ucap Armell lirih sambil tetap menutup matanya.


" Tapi kondisi kamu kayak gini baby. Kita ke rumah sakit saja ya? " jawab Seno.


Armell terlihat menggeleng sambil bergumam, " Pulang. Aku capek. "


" Baiklah, kita pulang Rez. " perintah Seno ke Rezky.


" Baik tuan. " jawab Rezky sambil melihat ke kaca spion. Ia melihat sang bosnya terlihat sangat khawatir. Bahkan mengeluarkan air matanya. Baru sekali ini ia melihat tuannya seperti itu.


" Tidurlah baby. Kita pulang sekarang. " ucap Seno ke Armell sambil mengelus kepala Armell yang berada di pangkuannya.


***


bersambung


Sampai di sini dulu ya guys.... Baterai ponsel author habis nih....Mana listriknya padam lagi...


Insyaallah author nulis bab selanjutnya nanti sore kalau listriknya sudah kembali menyala yah.....