My Handsome Police

My Handsome Police
Bule kampreto



Hai para pembacaku.....jangan lupa di like, vote, jika kalian sudah selesai membaca ya...Tulis komen juga boleh...Asal komennya jangan sepedas sambal cabe rawit 🤭🤭


___________________________________________________


Setelah usai acara fitting, Armell dan Seno langsung ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan pada Armell.


" Selamat siang, nona Armell, tuan Adiguna. " sapa dokter Ratna.


" Siang dok. " jawab Armell sambil tersenyum.


" Silahkan duduk. " lanjut dokter Ratna.


" Terimakasih. " jawab Armell kembali.


" Hari ini, terapi kedua ya non? Apa ada yang anda rasakan setelah terapi yang pertama? Mungkin ada obat yang membuat anda mual, atau membuat tubuh Anda tiba-tiba lemas, atau jantung berdebar? " tanya dokter Ratna.


" Alhamdulillah, tidak dok. Semua normal-normal saja. " jawab Armell.


" Bagus kalau begitu. Berarti tubuh anda tidak menolak dengan obat-obatan dan multivitamin yang saya berikan. Baik, kalau begitu, mari saya periksa dulu. "


Armell mengangguk dan segera menuju ke tempat pemeriksaan. Lalu dokter Ratna mulai mengoleskan gel untuk USG di perut Armell.


" Bagus, nona. Pendarahan setelah keguguran sudah tidak ada. Rahim anda sudah bersih. " ucap dokter Ratna.


Setelah melakukan pemeriksaan, mereka kembali ke depan. Di mana Seno sedang menunggu.


" Bagaimana dokter? " tanya Seno.


" Bagus, tuan. Kondisi kandungan nona Armell pasca keguguran, sudah bersih. Dan setelah masa satu bulan dari keguguran kemarin, rahim istri anda sudah siap untuk di buahi kembali. " jelas dokter Ratna.


Dan penjelasan dokter Ratna itu membuat Seno tersenyum tipis.


" Saat ini berarti sudah 3 minggu lebih beberapa hari ya. Berarti sekitar 20 hari lagi, tuan Adiguna dan nona Armell sudah bisa untuk beraktivitas malam kembali. Atau kalau sebelum itu nona Armell sudah mendapatkan menstruasi lagi, maka saat nona usai siklus menstruasinya, kalian bisa melakukannya." lanjut dokter Ratna sambil tersenyum menggoda Seno dan Armell. Dan benar saja, wajah Armell langsung memerah. Berbeda dengan Seno yang wajahnya terlihat sangat senang. Bahkan senyuman tak pernah lepas dari bibirnya.


" Nona Armell harus tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh, makan makanan yang banyak mengandung asam folat. Buah-buahan, juga sayuran. Jangan terlalu sering makan makanan fast food ya. Jaga berat badan nona. Jangan sampai naik berlebih. Untuk yoga, apa anda sudah mulai melakukannya? "


" Sudah, dok. Saya sudah dua kali ikut kelas yoga. " jawab Armell.


" Bagus. Ingat ya nona, jangan terlalu kecapekan. Hari saya kasih vitamin dan obat dobel ya. Nanti kembali saat anda dalam masa subur. Saat masa subur nanti, kita akan melakukan terapi pemijatan. " ucap dokter Ratna.


" Iya dok. " jawab Armell.


Dokter Ratna lalu menuliskan resep untuk Armell. Lalu mereka segera berpamitan setelah mendapatkan resepnya.


" Mas, ngapain sih dari tadi senyam-senyum aja. " tanya Armell ke Seno saat mereka sedang menunggu obat di apotik.


" Seneng aja. " jawab Seno. Lalu ia mendekatkan dirinya ke Armell dan berbisik, " Bentar lagi Martinez bisa masuk kandang. "


Plak


Armell memukul lengan Seno, lalu memalingkan mukanya karena ia yakin, mukanya pasti memerah. Ia yang memang belum pernah dekat dengan laki-laki manapun, akan sangat malu jika suaminya sudah mulai bicara yang iya-iya atau mulai menggombal. Dan suatu kesenangan tersendiri bagi Seno saat melihat istrinya itu tersipu.


Sebuah pesan masuk di ponsel Armell. Ia segera membukanya. Iapun terkejut membaca pesan itu. Nomer yang tidak di kenal. Tapi Armell yakin kalau itu adalah Robert. Robert memintanya untuk bertemu.


Kali ini Armell tidak ingin menyembunyikan apapun dari suaminya. Ia memberikan ponselnya ke Seno.


" Mas, lihat. " ucap Armell sambil memperlihatkan pesan yang ia terima.


Seno mengambil ponsel Armell dan membaca pesan itu. Dahinya berkerut. " Siapa ini baby? " tanyanya.


" Siapa lagi kalau bukan si bule kampret. " jawab Armell.


" Robert? " Seno mengusap wajahnya kasar. " Dia masih saja menghubungimu? "


" Sudah lama dia tidak menghubungi. Entahlah, kenapa sekarang dia muncul lagi. " jawab Armell.


Seno segera memblokir nomer itu. Ia harus lebih berhati-hati lagi menghadapi Robert. Ia tidak akan jera hanya dengan gertakan. Seno akan menjaga istrinya dengan lebih ketat sekarang.


💫💫💫


Mendekati hari H pesta pernikahan yang di selenggarakan oleh tuan Adiguna, Seno melarang keras istrinya keluar rumah tanpa dirinya. Setelah mengetahui kalau Robert masih menginginkan istrinya.


Hampir setiap hari Armell hanya diam di rumah. Melakukan yoga sendiri dengan melihat video dari YouTube. Terkadang sang mama mertua mendatanginya dan mengajaknya jalan-jalan.


Pagi itu saat Armell sedang melakukan yoga di ruang gym Seno.


Tut ...Tut ...Tut ... Ponsel Armell berbunyi. Ia lalu menyudahi acara yoganya dan segera mengambil handuk di sebelahnya untuk mengelap keringat. Setelah itu, ia mengambil ponsel yang ada di atas meja. Ia melihat, itu adalah panggilan video.


Armell menggeser icon berwarna hijau ke atas. Terlihatlah siapa yang melakukan panggilan video.


" Hai, honey. " sapa pria di seberang.


Jantung Armell langsung berdetak kencang melihat sang penelepon. Ada rasa takut di hatinya.


Armell hendak menutup panggilan itu, tapi keburu Robert berbicara yang membuatnya tidak jadi mengakhiri panggilan.


" Jangan di tutup teleponnya. Ada yang mau aku bicarakan. " ucap Robert. Armell hanya diam saja.


" Kenapa kau tidak pernah membalas pesan-pesanku honey? Apa kau sudah melupakan aku? " lanjut Robert. " Honey, aku ingin bertemu denganmu. "


" Heh! Males banget ketemu sama anda. Toh saya juga tidak ada urusan dengan anda, tuan Downey. " jawab Armell ketus.


" Yakin nona Armell tidak mau bertemu denganku? " ujar Robert. Armell memalingkan mukanya malas menanggapi omongan Robert.


" Coba lihat, siapa ini, nona? " ujar Robert sambil mengarahkan kamera ponselnya ke atas tempat tidur.


Armell segera menatap seseorang yang ada di ponsel Robert.


" Bab....Baby Arvin???" gumam Armell.


" See? Anak kecil yang sangat kamu sayangi, ada di tanganku sekarang. " ujar Robert.


" Bagaimana bisa baby Arvin ada padamu? "


" Hei, rileks honey. Apa kamu lupa, kalau aku adalah ayah kandungnya? Bahkan sekarang nama belakangku tersemat di nama belakang Arvin. " sahut Robert.


" Apa kamu menculiknya? "


" Hei, bagaimana mungkin aku menculik putraku sendiri? Dia putraku, jadi wajar jika dia bersamaku sekarang. " jawab Robert. Armell menatap Robert dengan tatapan tajam sambil mengeretakkan gigi-giginya.


" Kamu tenang saja honey. Aku tidak akan berbuat macam-macam terhadap baby Arvin. Asalkan kau mau menemuiku. " ujar Robert.


" Jangan pernah bermimpi. " bentak Armell.


" Oh, jadi kau tidak mau menemuiku? Oke, tidak masalah. Tapi jangan harap setelah ini, kalian bisa melihat Arvin lagi di negara ini. " ancam Robert dengan tatapan mata yang juga tajam.


" Apa maksudmu? " teriak Armell.


" Kalau kau tidak mau menemuiku, maka aku akan membawa Arvin keluar negeri. Aku akan menjadikannya seorang mafia besar sepertiku. Aku akan mendidiknya dengan sangat keras. Dia akan ku jadikan seorang laki-laki yang kejam. Ha...ha...ha .." ujar Robert.


" Robert!!" bentak Armell. " Dasar bule kampreto!!!" lanjutnya.


" Pilihan ada pada dirimu, honey. Masa depan Arvin, ada di tanganmu. " ujar Robert santai.


Armell mengepalkan tangannya. " Dimana aku bisa menemuimu? " tanya Armell.


" Tunggu aku di jalan XX, honey. Dan ingat, datang sendiri. Jangan berani-berani kamu memberitahu suamimu atau siapapun." ancam Robert.


" Kalau kau ingin melihat Arvin baik-baik saja, jangan pernah macam-macam. Cepat bersiap-siap. Aku tunggu satu jam dari sekarang di tempat tadi. "


Lalu panggilan di akhiri dari pihak Robert. Tanpa berpikir panjang, Armell bergegas kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. Ia hanya memikirkan nasib baby Arvin yang sedang berada di tangan bule kampreto itu.


***


bersambung