
Sejak hari itu Alif hampir setiap hari mendapat kiriman makanan dari Aji. Entah hanya makanan ringan, kue, ayam, lauk-pauk yang di rasa kesukaan anak-anak, buah. Aji juga tak pernah tanggung-tanggung saat mengirimi pakaian, mainan, atau apa barang kebutuhan Alif. Tapi sayang Aji jarang muncul kali ini.
Alif sendiri sejak Nana sibuk mengurus persiapan menikahnya, meskipun rencana hanya di KUA dan syukuran biasa saja dirumah. Tampak sangat sibuk, sibuk mengurus surat-surat persiapan nikahnya. Sejak itu Alif jadi kerap di titipkan di rumah tante Yuni. Kalau tidak begitu Alif akan pergi main kerumah Doni sendiri atau di masjid sendiri sambil menunggu apapun itu kiriman dari Aji.
"Alif ikut Baba yuk main rumah Baba... " ajak abah Ical pemilik tempat rosok dekat masjid saat melihat Alif minum air keran di tempat wudhu.
"Aku tungguin tukang ojek... " jawab Alif menolak ajakan abah Ical.
"Tunggunya di rumah Baba aja, sambil makan sama-sama yuk! " desak abah Ical yang biasa di panggil Baba.
"Nanti aku di marahin... " jawab Alif ragu tapi tetap mengikuti abah Ical berjalan kerumahnya.
"Enggak ada yang marahin Alif... " ucap abah Ical menghalau pikiran buruk Alif. "Doni kemana? Biasanya kamu sama doni... " tanya abah Ical mengalihkan pembicaraan.
"Doninya lagi sibuk, dia lagi belajar naik sepeda... " jawab Alif.
Abah Ical hanya mengangguk saja lalu mempersilahkan Alif masuk ke rumahnya. Rumah abah Ical cukup besar, malah bisa di bilang sangat besar. Meskipun memang halamannya di penuhi tumpukan besi tua, botol plastik, kardus, kertas, koran, semua barang-barang yang bisa di daur ulang.
"Ayo masuk di dalam nonton TV sama-sama !" ajak abah Ical.
Tapi Alif hanya diam tak bergeming begitu melihat istri abah Ical. Alif langsung menggeleng lalu berjalan keluar dari rumah abah Ical, kembali kemasjid. Alif teringat pernah di dorong oleh istri abah Ical secara sengaja, lalu juga mencubitnya dengan keras saat Nana tak melihatnya. Istri abah Ical sebenarnya tidak benar-benar benci pada Alif hanya saja karena Alif anak Nana dan abah Ical pernah kepergok berniat menaruh hati pada Nana. Sejak itu istrinya jadi judes pada Alif.
"Nggak usah bawa-bawa anak haram itu kesini! Jijik aku liatnya! " omel istri abah Ical.
"Ibu udah bilang, gara-gara kamu dulu nekat nikah sama wanita ga berkelas kayak Siwi ini. Liat anak-anak mu jadi susah di atur semua! Amburadul semua! " ucap eyang memarahi Broto di samping Siwi yang kembali drop hingga harus di rawat inap.
"Bu... " ucap Broto berusaha menyela.
"Ini juga pasti gara-gara Aji yang sok-sokan deketin si Nana sama anak haramnya itu. Liat nempel kan ke Alice jadinya! Makannya kalo di bilangin orang tua nurut! Nurut! Ngeyelan sekali kalo di nasehatin! Deket-deket sama cewek murahan, kampungan dari keluarga gembel. Lihat ga susahnya, sialnya jadi nular?! " ucap eyang yang tak ada puas-puasnya mengomel.
"Bu, ini kan keluargaku, biar aku yang urus... " ucap Broto yang terus menggenggam tangan Siwi yang terlelap di ranjang rumah sakit.
"Ohhhh!!! Bagus! Jadi ibu bukan lagi keluarga ya?! " ucap eyang tak terima dengan ucapan putranya. "Susah payah ibu besarin kamu, sekolahin ke luar negeri, berharap bisa berbakti, bisa berguna, bahagia... Malah jatuhnya nikah sama cewek kere kayak gini... Didik anak ga bisa! Minggat! Ga di awasin! Sampe hamil!! Masih di bela?! Tega-teganya kamu sama ibu! " sambung eyang dengan nada suara melengkingnya.
Broto hanya diam tertunduk sambil terus menggenggam tangan Siwi. Aji hanya bisa diam memperhatikan dari luar. Alice juga tak bisa berbuat banyak.
"Gimana? " tanya Aji pada Alice yang baru saja di sodori pilihan untuk menggugurkan kandungannya atau pergi keluar negeri kalau mau terus hamil.
"Mas, kalo aku ke luar negeri mas bisa temenin aku ga? " tanya Alice dengan nada bicara yang sudah bergetar menahan tangis.
Aji hanya menghela nafas. Setelah susah payah mencari Joe dan tak mendapat jalan keluar, di tambah sekarang keluarga Joe pindah kembali ke negara asalnya benar-benar pukulan bagi Aji, paling berat untuk Alice rasanya.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Aji tak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang.