My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
Part 78



Alif langsung berlarian di sekitar Nana, pendopo yang besar dan luas membuatnya begitu ceria. Arif dan Nana duduk mengawasi Alif yang asik sendiri.


"Nanti kalo aku dah besar bikin rumah kayak gini... Besar jadi aku bisa lari-lari terus... " ucap Alif yang terengah-engah pada Nana sambil memeluknya.


"Amiin... " jawab Nana lalu mengelus punggung Alif. "Jangan lari-lari nanti capek... " sambung Nana lalu memangku Alif.


Arif hanya diam memperharikan Nana dan Alif. Memang sejak awal Arif tak pernah banyak bicara dengan Nana. Selalu menunggu Nana yang cerita, tak pernah punya topik pembicaraan yang menyenangkan.


Drrrttt... Drrrttt... Getar ponsel Arif mengalihkan perhatiannya dari Nana dan Alif sejenak. Zulia ♡, sebuah nama yang mengirim pesan pada Arif.


"...mas, besok abah mau ketemu bisa?... " bunyi pesan dari Zulia pada Arif.


"...tidak bisa, aku tidak bisa menjanjikan apapun ke kamu dek. Aku dah bilang dari awal... " balas Arif lalu beranjak dari duduknya. "Sebentar ya Na... " pamit Arif tak lama setelah balasannya terkirim dan mendapat panggilan masuk.


Nana hanya mengangguk lalu mengikuti Alif yang ingin melihat ikan di kolam batu kecil yang nyaris tertutupi teratai. Sebenarnya yang di bilang Alif sebagai ikan juga bukan ikan, itu hanya kecebong dan beberapa jentik nyamuk.


"Itu bisa semprot air juga ga ma kayak yang di TV tadi? " tanya Alif polos.


"Tidak bisa dong, kan bukan paus... " jawab Nana lalu mulai di cecar pertanyaan dari Alif.


Arif diam menatap Alif dan Nana di kejauhan sambil terus menyemak Zulia yang mengoceh minta ingin mengenalkan Arif dengan orang tuanya. Arif memalingkan pandangannya sejenak setelah yakin Nana dan Alif tak mungkin pergi jauh-jauh.


"Daa!!! " pekik Alif mengejutkan Arif dengan ceria sambil tertawa. Namun disaat yang bersamaan tanpa sengaja Arif memjatuhkan ponselnya.


Arif langsung memungut ponselnya dan menatap tajam ke arah Alif. "ALIF!!" bentak Arif dengan kesal.


"Maaf, aku tidak sengaja... Aku minta maaf ya... " ucap Alif penuh sesal dengan mata yang berkaca-kaca dan ketakutan.


"Rusak? " tanya Nana pada Arif yang langsung bad mood.


"Tidak... " jawab Arif singkat dan sedikit ketus.


Nana langsung diam dan menggendong Alif yang jadi murung dan merasa bersalah. "Ustadz aku tidak sengaja, aku minta maaf ya... " ucap Alif dengan suara yang sudah bergetar menahan tangis tapi tetap saja Arif tak menjawabnya.


"Mama, pipis... " ajak Alif dengan suara yang sangat lirih.


"Mas aku ke toilet dulu... " pamit Nana pada Arif yang hanya di jawab dengan anggukan.


Alif kembali berlari duluan baru di susul Nana yang mengikutinya dari belakang. Saat Alif merasa sudah cukup jauh dari Arif ia langsung menangis meskipun terus di coba menahan agar tidak terdengar. Tangan kecil Alif terus membungkam mulutnya, sementara tangannya menyeka air matanya sendiri.


"Cup... Cup... " ucap Nana lalu menggendong Alif berjalan-jalan menjauh agar Alif puas menangis.


Entah seberapa jauh Nana melangkah dari sisi pendopo yang berhadapan dengan teater arena hingga ke galeri. Nana terus melangkah sambil menepuk-nepuk punggung Alif menenangkannya dan mendengarkan Alif yang berkali-kali menjelaskan kalau ia tak sengaja, kalau maksudnya bukan untuk menjatuhkan ponsel milik Arif. Alif benar-benar menyesal apalagi Arif tak kunjung mau memaafkannya.


"Ma, nanti kalo hp ustadz rusak bagaimana ? Aku tidak punya uang buat ganti... " sesal Alif yang sudah memikirkan soal tanggung jawab dan paham betul kalau semuanya perlu uang.


"Yasudah besok adek bantu mama jualan ya, biar adek punya uang... Biar kita uangnya banyak ya..." hibur Nana yang hanya di angguki Alif.


Itu Nana? Bocah yang di gendong itu... Apa itu anaknya Aji? Batin Broto yang melihat Nana berjalan ke arah galeri. "Dek... Kita parkirnya agak jauh inget soto yang deket kampus? Kalo coba situ dulu gimana? " tanya Broto berusaha mengalihkan pandangan Siwi agar tak melihat Nana dan putranya.


"Kan tadi udah makan mas... " jawab Siwi lembut.


.


.


.


🌼🌼🌼


kata papaku aku ga perlu fokus ke 1-2 orang yang ga suka aku, terus ngorbanin begitu banyak orang yang nunggu aku. jadi aku memutuskan buat update lagi.


thanks all buat selalu suport dan selalu nunggu aku buat update ♥


selain itu sayang tulisanku dah lama ku tulis jadi sia-sia kalo ga di upload.