My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 141 #2



Ahmad dan alif terus membuntuti angela yang di bawa masuk mamanya. Ahmad ingin mengenal Angela begitu pula dengan alif, sementara angela masih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Angela duduk sambil masih mengenakan ranselnya, bonekanya masih saja ia peluk, sementara tangannya memegangi kopernya.


"Adek, kakak, angela di temani dulu ya... Mama mau bersihin kamar tamu buat angela... " ucap nana lalu meninggalkan kedua putranya bersama angela.


"Kamu namanya angela? " tanya ahmad yang di angguki angela.


"Angela sudah makan belum? " tanya alif yang kembali di angguki angela.


"Kamu sudah sekolah belum? " tanya ahmad yang di angguki angela. "Kelas berapa? " tanya ahmad lagi, angela mengacungkan dua jarinya. "Kamu kok diam terus sih? " tanya ahmad yang ingin suasana lebih hidup.


"Angelanya malu dek, kan baru sampe di sini... " ucap Alif yang berusaha memahami angela.


Ahmad pergi ke dapur lalu mengambilkan susu kotaknya dan memberikan pada angela. "Ini enak loh kesukaanku... " ucap ahmad yang berusaha membuat angela nyaman.


Alif ikut mengambilkan kripik kentang untuk angela. Angela masih saja diam. Alif dan ahmad tak habis pikir keduanya mengambilkan mainan yang di rasa cocok untuk angela seperti boneka gurita milik ahmad dan buku mewarnai juga crayon.


"Angela kan di sini dulu sampe mamanya angela kesini, jadi angela gapapa makan ini... " ucap alif.


"Iya minum ini juga boleh, ini enak! " ucap ahmad. "Mamaku juga pintar memasak, mama bisa masak apa saja. Enak. Pasti kamu nanti suka!" ucap ahmad lagi.


Angela hanya mengangguk masih malu-malu dan takut harus tinggal di rumah orang yang sama sekali belum pernah ia temui sebelumnya. Meskipun angela merasa sedikit aman ketika alif dan ahmad menemaninya dan mau berbagi dengannya.


●●●


"Assalamualaikum... " ucap Aji yang pulang lebih awal karena dapat berita kalo Wulan tiba-tiba menitipkan anaknya di rumah.


"Papa!! " ahmad langsung menyambut Aji dan berharap dapat oleh-oleh dari papanya.


"Mama mana dek? " tanya Aji.


"Adek papa pengen di bikinin air putih pakek sirup dong, adek bisa ga bikinin papa? " tanya Aji yang langsung memberi kesibukan pada ahmad.


"Bisa dong! Tunggu ya! " ucap Ahmad yang langsung berlari ke dapur membuatkan sirup sesuai yang di minta Aji.


Sementara aji langsung menghampiri Nana yang menemani Angela. "Nanti kita perlu ngobrol serius mas... " ucap Nana sambil menatap Aji tajam.


"Aku beneran dah ga ada hubungan apa-apa sama Wulan na, Angela juga bukan anakku. Aku ga tau apa-apa... " aji langsung menjelaskan pada nana sebelum nana terbakar cemburu.


"Terus kenapa angela di titipin ke sini? " tanya Nana mengintimidasi.


"Ya aku ga tau... Aku ga tau apa-apa na... Beneran... Aku ga aneh-aneh... " aji berusaha meyakinkan nana. "Aku cuma punya anak dari kamu. Alif sama ahmad. Aku ga aneh-aneh sama siapapun..." aji meluruh ke lantai sambil memeluk kaki nana yang masih terlihat marah padanya.


"Papa ini minumnya... " ucap ahmad lalu ikut duduk di lantai bersama Aji.


Nana hanya menghela nafas lalu menyeka air matanya sebelum ia menangis di depan anak-anaknya. "Kita bicarakan nanti... " ucap nana tegas.


Angela hanya duduk diam di pojokan merasa bersalah dan tak enak hati sudah di titipkan di rumah Aji. Apa lagi nana yang semula baik padanya langsung berdebat dengan Aji. Meskipun apa yang di lakukan nana dan aji tak seberapa di banding saat Wulan marah-marah, tetap saja itu membuat Angela tidak enak hati.


"Aku mau pulang saja... " lirih angela yang akhirnya buka suara.


.


.


.


Buat temen-temen yang pengen suport aku/liat karyaku yang lain bisa mampir ke sini https://lynk.id/dasp.98 💛