
"Mama aku nanti mau main kerumah Doni loh... " ucap Alif setelah mandi pagi.
"Adek ga belajar baca dulu? " tanya Nana sambil mengeringkan tubuh Alif dan memakainya baju.
"Oh iya, baca dong... " jawab Alif semangat lalu menyisir rambutnya sendiri sementara Nana menjemur handuk.
Nana masih merapikan rambut Alif karena memang ia belum bisa menyisir dengan rapi sendiri. "Adek makan dulu ya biar ga laper terus kita belajar terus nanti baru main tempat Doni ya..." ucap Nana.
Alif hanya mengangguk lalu menyiapkan buku belajarnya. "Mama aku mau susu... " pinta Alif.
"Teh aja ya? Susunya kan buat kalo mau tidur... " ucap Nana menolak permintaan Alif.
Alif langsung cemberut tapi tak selang lama ia tersenyum ceria melihat Nana mencuilkan tempe goreng yang di taburkan ke mangkuk makannya yang berisi nasi dan sayur bayam. Alif langsung berlari menunggu Nana di ruang tamu ngah sambil duduk dengan wajah yang sumringah. Nana memberikan dot berisi teh manis sebelum mulai menyuapi putranya.
"Ma, nanti kalo aku dah besar aku mau bikin rumah besar sekali, lantainya dari kaca tapi kacanya bersih sekali di bawahnya di kasih ikan biar orang-orang kira tidak ada kacanya gitu... Nanti pada takut lewat... Aku nanti bilang jangan takut tidak apa-apa itu bisa buat jalan... Gitu kayak nabi Sulaiman... " ucap Alif berangan-angan setelah terkesan dengan kisah nabi Sulaiman yang di bacakan Nana berkali-kali sesuai permintaan Alif.
"Iya, amiin... Adek harus pinter kalo mau kayak nabi Sulaiman ya, harus rajin solat juga rajin belajar nanti bisa kayak gitu... " ucap Nana menanggapi Alif sambil menyuapinya.
"Iya, nanti mama ga usah masak, ga usah kerja, aku saja nanti aku juga punya koki gitu... " ucap Alif yang selalu ingin membuat Nana senang.
"Iya... " jawab Nana singkat. Gimana bisa tega anakku mau di bunuh dulu, batin Nana sedih bila mengingat betapa bencinya Aji juga keluarganya pada Alif saat masih di kandungan dulu. "Mama sayang adek... " ucap Nana menyuapkan suapan terakhir di mangkuknya.
Alif hanya mengangguk sambil mengacungkan jempolnya. "Aku mau main ya ma... " pamit Alif.
"Oh iya lupa! " pekik Alif lalu tertawa kecil. "Aku sudah bawa bukunya malah lupa... " sambungnya sambil tertawa bersama Nana.
"Buru-buru main mulu adek, katanya mau kayak nabi Sulaiman... " goda Nana sambil menyingkirkan peralatan makan.
"Mama sudah makan belum sih? " tanya Alif sambil membuka-buka buku.
"Nanti mama makan habis adek belajar baca... Yuk mulai baca... " jawab Nana lalu kembali duduk bersiap menyemak Alif yang membaca.
"Ba... Yi... Bayi... Ba... Ya... Baya... Ba... Yo... Bayo... " Alif mulai mengeja sesuai yang ada di buku.
"Alif... Alif... " panggil Doni yang sudah datang sambil membawa kotak berisi lego-lego bekas dalam toples bekas sosis instan bertutup oren yang sudah penyok-penyok.
Alif langsung berlari keluar rumah menyambut Doni. "Aku belajar dulu, ayo! " ucap Alif sambil mengajak Doni menunggu di dalam.
Doni hanya mengangguk lalu nurut saja dengan ajakan Alif daripada harus bermain dengan teman-teman perempuan yang memaksanya ikut masak-masakan atau rumah-rumahan. Doni hanya duduk sambil melihat Alif yang belajar membaca menunggu sampai selesai.
"Sudah? " tanya Nana yang melihat Alif menutup buku.
Alif langsung mengangguk. "Aku mau main dulu ya... " pamit Alif lalu memeluk Nana sebelum pergi bermain di rumah Doni.