
Hampir tiap minggu aji dan alif selalu semangat menanti waktu ke dokter kandungan. Untuk sekedar mendengar detak jantung atau melihat usg janin di perut nana. Aji juga rajin membuatkan nana susu, alif juga sudah berani tidur sendiri. Pak janto juga sudah mulai menjahit lagi, bukan karena aji tak mau bila ada pak janto di rumahnya tapi memang pak janto suka bila ada pekerjaan yang harus ia kerjakan.
Aji yang ingin nana santai-santai di rumah juga meminta bantuan tetangganya yang butuh pekerjaan sampingan untuk menjadi asisten rumah tangga di rumahnya. Meskipun nana tetap ingin mengurusi rumah sendiri. Akhirnya asisten rumah tangganya juga tidak full day di rumah. Hanya sampai jam makan siang, sementara mengantar jemput alif sekarang di lakukan tukang ojek samping rumah.
"Mas makan siang di rumah apa kantor? " tanya nana sambil menyiapkan bekal untuk alif.
"Aku ga kerja aja ah hari ini... " jawab aji yang baru selesai mandi dengan wajah cemberut.
"Kerja! Nanti buat aku lairan ga ada duit gimana... " ucap nana.
Aji langsung tertawa mendengar ucapan nana yang sama sekali tak membuatnya khawatir. "Kan dah bikin asuransi..." jawab aji.
"Kamu tu orang penting mas di kantor. Nanti kalo kamu ga kerja kasian yang lain... " ucap nana lalu meletakkan bekal ke tas alif. "Mau di masakin sarapan apa mas? " tanya nana sambil duduk dan mengelus perutnya yang makin membuncit.
"Ga pengen sarapan, pengen bolos kerja... " ucap aji kekeh.
Nana langsung menghela nafas.
"Iya kerja. Tapi agak siangan dikit... " ucap aji yang tak mau mencari masalah dengan istrinya di pagi hari.
"Mau di bikinin sarapan apa? " tanya nana lagi.
"Bekalnya alif ada sisa ga? Aku makan itu aja... " jawab aji lalu mengelus perut nana.
Nana langsung bangun untuk mengambilkan menu sarapan seperti bekal makan siang alif. Nasi goreng tanpa cabai dan banyak sayurnya dengan nuget dan telur ceplok yang baru di gorengnya. "Nanti belanja ya mas, bahan masaknya abis... " ucap Nana sambil menyajikan makanan pada aji.
"Bio oilmu juga habis... " ucap aji mengingatkan.
"Mama... Mama... Aku pengen bawa keripik juga... " ucap alif yang sudah memakai kaos kakinya sendiri.
"Keripiknya habis kak... Nanti baru belanja... " jawab nana. "Nanti beli keripik sama beli wafer juga... " ucap nana lalu mengambilkan sarapan untuk alif.
"Sama itu loh aku mau beli crayon.... " pinta alif.
"Iya... " jawab nana memasukkan crayon ke daftar belanjanya.
"Kalo nanti kita belanja, periksa adekku kapan? " tanya alif mengingatkan nana yang sering lupa jadwal periksanya.
"Belanjanya habis periksa aja... " jawab aji lalu menyuapi nana.
Nana hanya mengangguk nurut sambil melahap makanan yang di suapkan aji padanya.
"Nanti kan aku sekolah, terus aku ngaji dulu, habis itu kita ke dokter, terus kita belanja... " ucap alif mengatur acara hari ini.
"Iya... " jawab nana sambil mengelus perutnya.
"Mas alif... Ayo sekolah! " panggil ujang ojek yang rutin mengantar jemput alif.
"Iya sebentar... " jawab alif lalu menghabiskan sarapannya dan bersiap berangkat.
"Nanti bekalnya di habisin ya..." pesan nana sambil menyalimi alif dan memeluknya.
"Oke bos! " jawab alif sambil membalas pelukan dan mengecup perut buncit mamanya, lalu menyalimi papanya dan berangkat sambil memakai helem kecilnya.