My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 124 #2



Sepulang dari mengantar Alif sekolah. Aji dan Nana langsung bersiap pulang ke rumah sekaligus pergi ke klinik. Meskipun Nana sudah menolak berkali-kali dan mengatakan kalau ia baik-baik saja dan tidak perlu di periksa Aji tetap kekeh memaksanya periksa. Apa lagi Aji sangat ingin memiliki anak lagi. Jelas Aji sangat memperhatikan Nana.


"Dok kalo mau program hamil boleh gak? " tanya Aji sembari Nana di periksa.


"Loh buat apa? Istrinya loh udah hamil... " jawab dokter dengan heran.


"Loh?! Kok udah hamil? " tanya Nana tak percaya bila sudah ada janin di rahimnya.


Dokter langsung mengambil gel dan melakukan usg agar Nana dan Aji lebih yakin. Benar saja sudah terbentuk gumpalan-gumpalan yang calon janin di rahim Nana. "Tuh dah ada... Tapi masih baru, jadi masih rawan keguguran... " jelas dokter.


"Berarti ga boleh gituan dulu dong dok? " tanya Aji spontan.


Dokter langsung tertawa terbahak-bahak sementara Nana malu sendiri mendengar pertanyaan suaminya yang begitu polos.


"Boleh kalo lembut boleh... Pakek pengaman... " jawab dokter yang membuat aji sedikit senang.


Nana langsung menundukkan pandangannya tak kuat menatap suaminya yang sibuk mempermasalahkan keintiman setelah mengetahui kehamilannya. "Mas, ini kan bukan hamil yang pertama... " ucap Nana menyela.


"Ya aku pengen tetep aman kok... Biar sama-sama enak... " jawab Aji yang masih saja ingin banyak tanya.


Nana hanya bisa pasrah menyemak suaminya yang begitu excited dengan kehamilannya kali ini. Sampai akhirnya aji puas bertanya dan mau di pergi dari ruang periksa untuk mengantri obat.


"Dulu waktu aku hamil... "


"Maaf ya, dulu aku biarin kamu sendirian... Ga temenin kamu... Pasti berat banget buat hamil anakku sendirian... " potong Aji yang langsung sadar kesalahannya sambil merangkul Nana. "Aku janji bakal jadi suami dan papa yang baik buat kamu sama anak-anak... " sambung aji lalu mengecup kening nana.


Nana hanya mengangguk lalu menggenggam tangan aji erat-erat. Tak menyangka akhirnya setelah banyak hal berat di laluinya seorang diri, sekarang ada Aji yang benar-benar menemaninya. "Nanti aku ga masak ya... " ucap Nana.


"Ya jangan gitu dong mas... Kamu kan masih harus kerja... " ucap Nana lalu menatap Aji lembut. "Aku cuma lagi ga mood aja hari ini, besok juga udah mood lagi kok... " sambung Nana lalu bangkit dari duduknya setelah namanya di panggil untuk mengambil obatnya.


"Antibiotik? " tanya Aji lalu bangkit dari duduknya.


"Enggak lah. Aku kan cuma hamil bukan sakit... "


"Hamil kok cuman... Kita mau punya anggota baru loh ini... " ucap Aji lalu menggandeng Nana ke mobil.


●●●


Alif duduk menunggu jemputannya datang sambil sesekali menengok ke luar gerbang. Jemputannya sedikit terlambat, sebenarnya tidak terlambat tapi karena jam sekolah selesai lebih awal karena rapat, Alif jadi menunggu jemputannya cukup lama.


"Adek... " panggil Aji dengan semangat datang menjemput Alif.


"Aku pulang cepat... " ucap Alif memberitahu papanya lalu berjalan ke mobil bersama.


"Tadi belajar apa? " tanya Aji lalu memakaikan sabuk pengaman untuk alif.


"Ya membaca, ngaji, terus menghitung..." alif mulai bercerita tentang kegiatannya di sekolah lalu mengeluhkan sekolahnya yang akhir-akhir ini kerap pulang cepat.


"Adek kita jajan lauk buat adek makan ya... " ajak Aji.


"Aku makan yang di masak mamaku aja... " jawab Alif.


"Mama ga masak, eh mama lagi hamil loh... " ucap Aji memberi tahu Alif dengan sumringah.