My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 98



Semalaman Alif sedih. Pagi Nana sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Menyiapkan diri untuk menikah juga menyiapkan diri untuk mulai perkuliahan. Alif belum mandi, belum cuci muka, belum makan sudah duduk di masjid menunggu Aji datang.


Sampai hampir jam sebelas Alif tetap menunggu. Pak Janto sudah mengajak pulang untuk mandi dan makan, paling tidak makan saja tapi Alif tetap kekeh mau menunggu Aji. Tak selang lama Aji benar-benar datang.


Berbeda dengan hari sebelumnya, Alif langsung mengetuk pintu mobil Aji dengan wajah sedih dan kesal.


"Ada apa nak? " tanya Aji.


"Ayo ikut aku! " ajak Alif yang langsung berjalan ke rumah Lila.


"Kita mau kemana? " tanya Aji sambil mengikuti Alif yang berjalan cukup cepat.


"LILA... LILA... " panggil Alif begitu sampai di depan rumah Lila.


Duar!!! Dilempar sapu dari dalam rumah yang beradu dengan pagar besi.


"Pergi! Ga boleh main kesini lagi! " terdengar suara bundanya Lila mengusir Alif.


"INI AKU SAMA OM ANEH! AKU TIDAK CURI HADIAH! KAMU BISA TANYA SAMA OM ANEH! AKU BUKAN PENCURI! AKU MISKIN TAPI AKU TIDAK CURI! " teriak Alif meluruskan tuduhan semalam.


"Assalamualaikum... " ucap Aji sambil menggendong Alif.


"Eh! Waalaikumsalam... " saut bundanya Lila dengan lebih halus dan bersahabat saat tau Alif tak datang seorang diri.


Aji diam menatap bundanya Lila menunggu konfirmasi darinya atau apalah terserah. Tapi bagi Aji sudah cukup jelas apa yang di lakukan Alif pasti karena di perlakukan buruk.


"Aku tidak curi mainan buat Lila, aku di beliin... Iya kan om... " ucap Alif dengan suara yang bergetar.


Flashback ~


"Siwi makan apa itu?! " tanya eyang dengan suara melengking melihat Siwi yang diam-diam memakan es manisan pepaya dari kulkas.


Siwi hanya bisa diam panik dan takut. Ia tau kalau manisan itu di peruntukkan untuk Aji dan teman-teman kelompoknya nanti. Tapi sungguh Siwi hanya ingin mencicipi saja, hanya sebatas penasaran dan ngidam saja.


"ITU AKU BIKIN BUAT AJI SAMA TEMEN-TEMENNYA! BUKAN BUAT KAMU! PENCURI! " bentak eyang penuh amarah pada Siwi yang tengah mengandung Alice kala itu.


Tak ada yang berani membela Siwi waktu itu. Bahkan pembantu di rumah saja boleh mencicipi. Siwi yang baru makan satu gigitan sudah di maki sedemikian rupa.


Aji hanya diam mendengar setiap ucapan eyang yang terus membentak mamanya dari ruang tamu. Suara wanita tua itu terdengar begitu nyaring bahkan di rumah yang terbilang cukup besar.


"Eh tole cah bagus, sudah pulang... Gimana sekolahmu? " tanya eyang yang menyambut Aji dengan ramah dan hangat.


Aji langsung masuk ke kamar begitu saja.


"Kayak gitu didikanmu, anakmu ga tau tata krama! " maki eyang lagi yang makin menjalar kemana-mana.


"Mama ambilin makan, temenku ga jadi dateng! " pinta Aji sambil berteriak dari kamar setelah menelfon temannya membatalkan pertemuan.


Siwi langsung mengambilkan apa yang Aji minta, dan sesegera mungkin mengantarkannya.


"Mama kalo di marahin ngelawan dong ma... Mamakan istrinya papa bukan pembantu di sini... " ucap Aji kesal melihat mamanya yang selalu tak berdaya.


"Udah gapapa, eyang gitu soalnya terlalu sayang sama cucu-cucunya... Itu bagus buat masa depanmu... Mama juga gapapa... " ucap Siwi menenangkan putranya.


"Yaudah mama aja yang makan... Belum makan jugakan mama... " ucap Aji.


Siwi hanya diam berusaha tersenyum menutupi rasa sedih dan lelahnya.


"Mama tu lagi hamil, mama harusnya seneng aja ga usah ngurus apa-apa... Makan, minum susu, belanja... Ga usah capek-capek ini itu... " ucap Aji sambil ganti baju. Sungguh Aji benar-benar marah dengan tuduhan eyang pada mamanya, pada perlakuan buruk eyangnya yang terus-menerus memperlakukan mamanya sebagia pembantu.


Flashback off~


Aji tak begitu peduli dengan pembelaan yang di lakukan bundanya Lila atas perbuatannya.


"Aku yang beliin mainan buat anakmu yang banyak nuntut ke Alif. Kamu yang harusnya minta maaf... Kenapa terus mengelak? " putus Aji yang sudah pengar telinganya mendengar suara bundanya Lila.


"Oh iya iya, bude minta maaf ya Alif... Bude sih gak salah... Dimana-mana anak kecil kan yang salah tapi ini bude dah mau minta maaf ya... " ucap bundanya Lila. "Emhh gemes! " sambungnya sambil mencubit pipi Alif kuat-kuat sambil beralibi gemas.


Alif hanya diam dengan alis berkerut tangannya juga langsung memegang kedua pipinya yang baru saja di cubit.


Kalo kamu ikut papa, mamamu juga ikut papa hidupmu pasti bahagia nak... Batin Aji sambil menatap Alif lalu bundanya Lila yang langsung masuk ke dalam rumah.


"Alif hari ini mau ngapain? " tanya Aji yang ingin menghibur Alif.


Alif hanya menggeleng lesu lalu berjalan pulang sambil menahan tangis.