My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
part 143 #2



Aji masih saja cemberut meskipun tetap menanggapi anak-anaknya yang menunjukkan ini dan itu padanya. Weekend kali ini aji benar-benar bad mood karena Wulan yang main asal menitipkan anaknya begini. Meskipun setelah ia membaca surat yang di titipkan Wulan semua jadi lurus kembali. Tetap saja aji bad mood.


Angela juga sudah mau makan dan lebih cair dari pada saat awal datang. Angela mau di suapi nana dan mulai memanggil nana mama juga seperti alif dan ahmad. Meskipun aji memintanya memanggil nana tante dan memanggilnya om atau apa saja asal jangan mama papa. Tapi angela tetap saja memanggil mama papa. Bertambah bad mood lah aji.


"Aku cuma suka di panggil papa sama anakku... " gumam aji sambil menggenggam ujung daster nana yang duduk di sampingnya sambil menjahit kancing baju ahmad yang copot.


"Ya mau gimana lagi, angela ngikutin anak-anak..." saut nana tanpa menatap aji.


"Pengennya juga ku biarin. Tapi aku ga mau kamu mikir yang enggak-enggak... " ucap Aji lalu mengecup pipi istrinya dan kembali duduk bersandar.


Nana hanya mendengus pelan. "Dah mas ga usah di bahas terus."


"Papa... " ucap ahmad lalu merentangkan tangannya minta di gendong.


Aji langsung mengangkat ahmad dan mendekapnya dalam gendongannya. "Mau bobo? " tanya Aji yang di angguki ahmad sambil menguap. "Kakak, bobo yuk... " ajak Aji pada alif yang tengah mengobrol dengan Angela. "Angela bobo juga ya, besok lagi mainnya ya... " ucap Aji lalu menunggu alif di depan pintu.


"Besok lagi ya dek... " pamit alif pada angela lalu menyalakan lampu tidur untuk angela sebelum keluar kamar.


Angela hanya mengangguk. Angela suka saat alif memperhatikannya dan bersikap manis padanya. Alif lembut dan ramah juga bisa memahami angela lebih baik dari siapapun di rumah ini. Angela sudah jatuh hati pada alif padahal usianya masih kanak-kanak.


Angela memegang kedua pipinya. Angela cukup sadar diri bila alif baik padanya karena ia sedang di titipkan. Tapi tetap saja, seumur hidupnya baru kali ini ada orang yang baik padanya seperti alif. Bahkan alif menjanjikan besok akan kembali bertemu. Betapa senangnya angela.


"Angela itu pemalu... " ucap Alif setelah memimpin doa mau tidur.


Ahmad langsung mengangguk. "Dia tidak suka bicara... " ahmad kembali menguap. "Kakak suka gak ada angela di rumah? " tanya ahmad, aji ikut pasang telinga penasaran dengan jawaban anak-anaknya.


"Em... Suka aja sih, kita kan jadi punya teman main. Dia kan cewek mama juga cewek, mama jadi ada temannya... " jawab alif.


"Aku juga suka ada angela, tapi dia diam aku jadi agak tidak suka... "


"Adek ga suka yang pendiam? " sela aji yang di angguki ahmad.


"Aku suka kalo angela suka bicara... " ahmad mempertegas.


"Nanti kalo dia dah biasa di sini juga suka bicara... " ucap Aji sambil menepuk-nepuk pantat ahmad agar segera tidur. "Dah bobo, besok main sama angela lagi... " sambung aji lalu mengecup pipi ahmad.


Ahmad mengangguk sambil memejamkan matanya.


"Pa, kenapa angela di titipin ke sini? " tanya alif penasan.


"Soalnya keluarga mamanya angela ga mau jagain angela. Mamanya juga masih di penjara."


"Papanya? "


Aji menghela nafas. "Papanya hilang, pergi gatau kemana."


"Terus nanti sekolahnya angela gimana? "


Aji terdiam dan mulai memikirkan bagaimana kedepannya angela nanti. "Nanti biar papa obrolin sama mama. Kakak tidur ya..."


●●●


Nana baru masuk ke kamar setelah menidurkan Angela. Nana masih melipat beberapa baju agar besok bisa di setlika mbak Rin. Aji ikut membantu sambil sesekali menggoda Nana.


"Angela gimana Na? " tanya Aji.


Nana menatap heran Aji yang tiba-tiba membicarakan Angela.


"Kalo anak-anakmu di posisi Angela, apa kamu mau anakumu di taruh ke panti asuhan? " potong Nana yang membuat aji langsung terdiam. "Angela kita asuh sampai mbak Wulan datang. sampai mbak Wulan selesai dengan urusannya. Angela bisa sekolah bareng Ahmad, aku jagain semuanya." Nana berkeras.


"Tapi Wulan ga nitipin apa-apa buat biayai Angela."


"Angela juga ga pernah minta di lahirkan dan punya hidup rumit seperti ini. Sudah sekarang kamu mau biayai Angela atau tidak terserah. Tapi bagiku Angela kayak anakku juga. Dia baik, pinter, gak rewel, gak ngerepotin."


"Iya na... iya. kita jadi orang tua Angela juga. udah ya jangan ngomel-ngomel... " Aji mengalah dan pilih menurut pada permintaan istrinya.


nana hanya diam lalu bangkit dari duduknya untuk ke kamar mandi dan bersiap tidur. aji hanya diam tak berani mengajak nana bicara lagi enggan akan memperkeruh suasana. tapi kesimpulan malam ini mereka sudah fix akan mengasuh Angela semampu yang mereka bisa.


tapi ketika nana naik ke tempat tidur, sayup terdengar suara isakan. nana sedikit takut karena mengira ada kejadian mistis di rumahnya. jadilah di temani aji, nana keluar kamar lalu mendapati pintu kamar angela yang terbuka. nana langsung paham kalau itu suara angela hanya bisa menghela nafas.


benar saja itu angela yang sedang terisak di ruang tamu, sambil melihat ke luar berharap akan ada orang yang di kenalinya datang menjemput. nana langsung mendekati angela dan menggendongnya.


"aku tidak nangis... " ucap angela sambil menyeka airmatanya dan tersenyum.


"angela tunggu mama ya? " tanya nana yang di angguki angela.


aji hanya diam melihat betapa angela tidak nyaman dan terus menunggu orang yang tidak pernah menginginkannya. aji teringat alif dulu yang pernah tak di inginkannya. hatinya sebagai orang tua tetap terenyuh ketika melihat angela. alif masih beruntung karena nana bertanggung jawab padanya, berbeda dengan angela. dia gadis kecil yang bertahan sebatang kara.


"tidak usah sedih, kan ada mama nana..." hibur nana sambil menyeka air mata angela dan membawanya ke kamar.


nana menidurkan angela di antara dirinya dan aji, seperti alif dan ahmad bila ikut tidur bersamanya. angela hanya diam sambil terus meneteskan air matanya.


"sudah tidur, besok kan mau main sama kakak alif... adek ahmad... " ucap Aji ikut menghibur Angela.


angela hanya mengangguk. "Mamaku bayar berapa ke mama nana sama papa?" tanya angela setelah lama diam.


aji yang sudah memejamkan matanya langsung membelalakkan matanya terkejut dengan pertanyaan Angela begitu pula dengan nana.


"tidak di bayar." jawab nana lembut sambil memeluk angela.


"kenapa baik sama aku? " tanya angela lagi.


"angela anak baik, jadi kenapa harus jahat ke angela? mama nana sayang sama angela. tidak usah di bayar mama juga sayang. angela anak mama juga kayak kakak alif sama adek ahmad. angela tidak usah mikir kayak gitu." jelas nana.


sekarang aku sudah ada yang sayang, aku anak baik... batin angela senang lalu membalas pelukan nana.


"sudah bobo... " ucap nana lalu menepuk-nepuk pantat angela pelan.


aji yang memeluk nana juga jadi ikut memeluk angela. angela merasa bahagia bisa berada di tengah ke hangatan yang ia terima.


.


.


.



ayo baca cerita lanjutan dari My Baby Need A Daddy yang berfokus pada kehidupan tumbuh kembang Alif dan Ahmad yang selalu menjaga Angela.


langsung cus ya! Sister Complex menunggu buat di baca 💖