My Baby Need a Daddy

My Baby Need a Daddy
Part 37



Aji kembali memejamkan matanya menyesal kalo saja ia punya sedikit keberanian kala itu pasti tidak begini jadinya. Sekarang bahkan Nana jadi incaran Wulan juga, kalau hanya Nana Aji masih tak begitu khawatir tapi yang jadi masalah adalah ada Alif juga.


Hingga pagi Aji tak bisa tidur dengan tenang, tak bisa terlelap dengan nyenyak. Makan pun sudah tak selera tak tersentuh. Sampai akhirnya ia berfikir sebaiknya pulang kerumahnya dan menyelesaikan semua bersama Wulan secara baik-baik.


●●●


Wulan menghabiskan waktunya selain untuk mengurus perceraian dan mencari momen yang pas untuk bertemu dengan Nana, dengan bermesraan bersama Hari. Entah hanya sekedar berenang bersama, ke salon, memasak, olah raga baik di gym maupun di atas ranjang.


Bahkan Wulan sudah tidak malu-malu lagi untuk berciuman dengan Hari di depan orang-orang yang bekerja di rumahnya. Wulan sudah tak peduli lagi jangankan untuk berciuman, kadang saat tidur bersama pun ia juga sudah tak peduli lagi.


"Mau ketemu Nana kapan? " tanya Hari lalu duduk di samping Wulan.


"Mungkin setelah cerai... " jawab Wulan lalu bermanja-manja dengan Hari.


"Apa yang akan kau lakukan dengannya? " tanya Hari sambil mengelus paha Wulan.


Wulan hanya menggeleng. "Aku hanya ingin menemuinya..." jawab Wulan sambil menghela nafas lalu ******* bibir Hari.


Baik Wulan ataupun Hari sudah di buat hilang akal kali ini. Bercumbu sampai akan bercinta di ruang tengah. Hanya bermesraan saja sudah menjadi larangan yang jelas-jelas haram bagi keduanya. Kini malah lebih parah lagi. Terlebih sampai berani terang-terangan begini.


Tapi saat ia memoto kondisi rumahnya, ia malah mendapati istrinya dengan pakaian yang tersingkap tengah di garap ajudannya sendiri. Tak membuang waktu untuk mendapat barang bukti Aji langsung memfoto Wulan dan selingkuhannya lalu mengirimkan ke ibunya dengan menuliskan pesan "Wulan selingkuh... ".


"Enak? " tanya Aji yang mengejutkan Wulan juga Hari yang tengah beradu di atas sofa dengan desah yang begitu ****** saling mengiringi.


"Mas Aji! " pekik Wulan terkejut melihat suaminya memergokinya tengah bercinta dengan pria lain. Wulan buru-buru merapikan pakaiannya dan berlari ke arah suaminya yang tampak sangat kecewa.


●●●


"Jadi niat kedatangan saya sama ibu saya ke sini buat ta'aruf dulu sama Nana... " ucap Arif yang datang bersama ibunya ke rumah pak Janto.


"Loh mas ustadz... Apa tidak salah dengar saya ini? " tanya pak Janto antara senang dan terkejut mendengar ucapan tamunya. "Mas ustadz ini apa ga salah mau ta'aruf sama Nana? " tanya pak Janto lagi yang merasa tak yakin dengan ucapan Arif dan kedatangan ibunya itu.


Arif mengangguk yakin dengan keinginannya untuk menjalin hubungan dengan serius. Tanggapan positif juga di tunjukkan Jamilah, ibunya ustadz Arif yang datang. Bahkan Jamilah juga membawakan masakan buatannya juga untuk bertamu kali ini.


Pak Janto hanya bisa terheran-heran setelah ia menceritakan semuanya pada Arif atas segala kekacauan yang ada dalam keluarganya, kini Arif malah datang dengan maksud baik dan ingin melindungi putrinya. Pak Janto langsung saat itu juga mengabari Nana juga om Bram dan tante Yuni agar datang menemui tamunya. Tentu saja tanggapan pak Janto yang sangat positif ini membuat hati Arif dan ibunya senang.